Peringatan 21 Tahun Tsunami Aceh Dalam Situasi Darurat Bencana Dengan Khidmat Dan Penuh Makna.

- Penulis

Rabu, 24 Desember 2025 - 07:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – Bireuen
Di tengah situasi darurat bencana yang masih menyelimuti Aceh sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Bireuen memperingati 21 tahun Tsunami Aceh dengan khidmat dan penuh makna.

Peringatan tersebut dilaksanakan di Masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen, Rabu (24/12/2025), dihadiri Wakil Bupati Bireuen Ir. H. Lazuardi, MT, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para pejabat tinggi pratama, pejabat eselonering, pegawai fungsional, serta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bireuen.

Zikir dan tausiah agama menjadi inti kegiatan sebuah penanda bahwa refleksi bencana di Aceh selalu berangkat dari kesadaran spiritual.

Dua puluh satu tahun lalu, tsunami 2004 mengubah wajah Aceh dan cara kita memandang bencana.
Hari ini, ketika banjir dan longsor kembali menempatkan Aceh dalam status darurat, peringatan tsunami terasa lebih dari sekadar agenda seremonial.
Ia hadir sebagai cermin memantulkan pertanyaan lama yang kembali relevan: sejauh mana pelajaran itu benar-benar kita amalkan.

Masjid Agung Sultan Jeumpa menjadi ruang hening untuk merenung. Zikir yang dilantunkan bukan hanya doa untuk para korban masa lalu, tetapi juga ikhtiar batin menghadapi ujian hari ini.

Tausiah agama mengingatkan bahwa bencana bukan sekadar kehendak alam, melainkan panggilan untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Tuhan, sesama dan lingkungan.
Di tengah banjir yang berulang, pesan ini menemukan konteksnya.

Namun refleksi tsunami tak boleh berhenti pada spiritualitas semata. Darurat bencana 2025 membuka kembali pekerjaan rumah yang belum tuntas: mitigasi yang belum kokoh, tata ruang yang rapuh dan infrastruktur yang belum sepenuhnya tangguh menghadapi perubahan iklim.

Nasihat yang disampaikan Penceramah Ust.H.Salman Arifin,M.Ag tentunya akan menambah semangat dan motivasi masyarakat dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada allah SWT.

Kehadiran jajaran pimpinan daerah dan ASN dalam peringatan ini semestinya dimaknai sebagai komitmen moral bahwa doa harus berjalan seiring dengan kebijakan yang berani dan berpihak pada keselamatan rakyat.

Bireuen, seperti daerah lain di Aceh, memiliki memori kolektif yang kuat tentang kehilangan dan kebangkitan. Modal sosial itu kembali terlihat ketika warga saling menguatkan di pengungsian.

Tetapi solidaritas tidak boleh terus menjadi penyangga utama atas kelemahan sistem. Tsunami mengajarkan bahwa rekonstruksi fisik harus dibarengi rekonstruksi cara berpikir: dari reaktif menjadi preventif.

Peringatan 21 tahun tsunami di Masjid Agung Sultan Jeumpa adalah pengingat yang tepat di waktu yang genting.
Ia menegaskan bahwa darurat hari ini bukan kebetulan sejarah, melainkan ujian lanjutan.

Jika refleksi ini diterjemahkan menjadi langkah nyata, perencanaan yang disiplin, mitigasi berbasis ilmu dan tata kelola yang konsisten, maka duka masa lalu dan ujian hari ini tidak akan sia-sia.

Aceh pernah bangkit dari gelombang raksasa. Kini, di tengah bencana yang datang berulang, kebangkitan itu diuji kembali. Dan seperti zikir yang dilantunkan bersama, jawabannya terletak pada kesungguhan: antara doa yang khusyuk dan kerja yang sungguh-sungguh.

Pantauan Wartawan Kegiatan Memperigati 21 Tsunami Aceh Berjalan Lancar Dan Sukses.

HENDRI

Berita Terkait

Polres Aceh Timur Saweu Sikulah
Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Perhatikan Kasus Anak di NTT
Walikota Langsa Lantik dan Serahkan SK Pengangkatan 1.352 PPPK Paruh Waktu
Sinergi TNI dan Masyarakat Desa Setie dalam Pembangunan Jembatan Darurat
Pemko Langsa dan DPRK Langsa Berjuang untuk Tenaga Honorer yang Belum Lolos PPPK
Babinsa Koramil 06/Manyak Payed Bersama Taruna, Taruni Akmil Bantu Bersihkan Parit Dan pengecatan SDN 1 Mayak Payed
Babinsa Koramil 05/Tamiang Hulu Bantu Bersihkan Rumah Warga Pasca Banjir
PT Radio Sonya Manis Februari Mendatang Mengelar ”Jalan Santai Ceria “Peduli Bencana Banjir Dan Longsor Aceh – Sumut.
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:05

Operasi Keselamatan Toba 2026 Polres Sergai Resmi Dimulai dengan Perhatian Utama pada Titik Rawan Laka

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:52

Ratusan Warga Gampong Keumuning Demo Kantor Geuchik, Tuntut Keadilan dalam Verifikasi Data Rumah Rusak Akibat Banjir

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:48

Bupati Armia Pertegas Eksekusi Lahan Huntap Korban Banjir Aceh Tamiang

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:44

Coffe Morning HRD Bersama Insan Pers. HRD SIAP BANTU HUNTARA UNTUK KORBAN BANJIR DI BIREUEN.

Selasa, 10 Februari 2026 - 05:12

Perbaikan Jalan Lintas Nasional Medan–Banda Aceh Jadi Langkah Pemulihan Pascabanjir Bandang

Senin, 9 Februari 2026 - 14:24

Dari Bekasi untuk Aceh Tamiang, PMI Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp100 Juta dan logistik

Senin, 9 Februari 2026 - 14:02

Kasat lantas Polres Aceh Timur Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2026

Senin, 9 Februari 2026 - 13:58

740 Mahasiswa Umuslim Sukses Melaksanakan KKM Pascabencana, Bantu Pemulihan 26 Gampong di Bireuen.

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x