InfoLangsa.com – Lhokseumawe,
Pasar Kuliner Ahad Festival kembali menjadi pusat keramaian masyarakat setiap Minggu pagi di Kota Lhokseumawe. Berlokasi di Jalan T. Hamzah Bendahara, Kecamatan Banda Sakti, kegiatan ini telah berkembang menjadi salah satu destinasi kuliner terbesar di kota tersebut, sekaligus ruang ekonomi penting bagi pelaku UMKM.
Dibuka setiap pukul 07.00 hingga 13.00 WIB, kawasan festival dipadati lebih dari 180 UMKM dengan beragam produk kuliner, mulai dari makanan tradisional Aceh, minuman kekinian, hingga jajanan rumahan yang jarang ditemui di hari biasa. Antusiasme pengunjung yang terus meningkat menjadikan kegiatan ini sebagai magnet baru setiap akhir pekan.
Koordinator Lapangan Ahad Festival, Yusnita Dewi, menjelaskan bahwa animo masyarakat yang tinggi menjadi bukti bahwa kegiatan ini telah menjelma sebagai ruang kreatif dan ekonomi yang sangat dibutuhkan pelaku UMKM.
“Alhamdulillah, setiap Minggu jumlah pengunjung terus bertambah. Kami berupaya menjaga keteraturan lokasi, kenyamanan pedagang, dan memastikan semua UMKM mendapatkan ruang yang adil,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Ahad Festival tidak hanya menjadi tempat jual-beli, tetapi juga wadah pembinaan dan pendampingan bagi UMKM.
“Kami selalu mendorong pedagang untuk menjaga kualitas produk, kebersihan, serta pelayanan. Tujuan kami agar Ahad Festival semakin profesional dan menjadi ikon kuliner Lhokseumawe,” tambah Yusnita.

Salah satu pelaku UMKM, Denita, pemilik Peyek Kacang DeNITA, mengungkapkan bahwa Ahad Festival membawa perubahan signifikan bagi usahanya.
“Alhamdulillah, sejak berjualan di Ahad Festival, penjualan meningkat dan pelanggan semakin banyak. Banyak pengunjung mencari camilan rumahan yang gurih seperti peyek kami,” tuturnya.
Menurutnya, festival ini menjadi ruang promosi yang sangat efektif.
“Kami bisa memperkenalkan produk langsung ke masyarakat dan mendapatkan pelanggan tetap. Ini sangat membantu UMKM seperti kami,” lanjut Denita.
Ahad Festival juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya Bank Aceh Syariah, yang menyalurkan bantuan tenda bagi pedagang sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan UMKM. Pemerintah kota melalui Disperindagkop dan UKM Lhokseumawe menyebut bahwa festival ini menjadi salah satu upaya penting dalam menggerakkan ekonomi lokal dan menjaga stabilitas harga melalui produk-produk lokal.
Selain tempat berbelanja, Ahad Festival kini menjadi ruang sosial warga Lhokseumawe. Banyak keluarga datang menikmati suasana pagi sambil mencicipi kuliner UMKM lokal.
Untuk saat ini, Ahad Festival tetap menjadi primadona baru di Kota Lhokseumawe lebih dari sekadar bazar, ia menjadi simbol bangkitnya ekonomi masyarakat dan semangat baru bagi UMKM lokal.
( Iskandar M. Tjut )

















