InfoLangsa.Com – Aceh Tamiang
Mewakil Bupati, Plt. Sekda Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar membuka Focus Group Discussion (FGD) terkait Sinergi Kebijakan Tata Kelola Jasa Lingkungan Hidup berbasis GEO-AI di Kawasan DAS Aceh Tamiang, di Ruang Rapat Wakil Bupati, Senin (06/07/26).
Plt. Sekda Aceh Tamiang mengapresiasi inisiatif dari Tim Peneliti Program Studi Geografi Universitas Samudra Langsa atas pelaksanaan penelitian yang didukung oleh Purnomo Yusgiantoro Center dan University of Waterloo, Kanada.
Penggunaan teknologi Geo-AI (Geospatial Artificial Intelligence) dilakukan guna memetakan valuasi ekonomi jasa lingkungan yang merupakan langkahstrategis. Ini adalah jembatan penting untuk membuka peluang Pembiayaan Iklim (Climate Finance), sehingga dapat mengelola dan memitigasi risiko banjir di Aceh Tamiang secara lebih terukur, modern, dan berbasis data yang akurat.
“Kepada seluruh elemen masyarakat, mari kita gali kembali kearifan lokal dalam menjaga lingkungan dan dukung pemetaan partisipatif ini agar implementasi di lapangan dapat berjalan dengan sukses,” ujar Syuibun.
Secara geografis, Kabupaten Aceh Tamiang memiliki tantangan besar terkait kebencanaan, khususnya bencana banjir yang kerap melanda wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang. Oleh karena itu, upaya mitigasi tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara biasa.
“Kita membutuhkan inovasi ilmiah, kolaborasi yang kuat, serta skema pembiayaan yang berkelanjutan. Melalui FGD ini, para peserta memberikan berbagai masukan yang diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan maupun program yang lebih efektif, tepat sasaran dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Semangat kolaborasi dan keterbukaan yang terbangun selama diskusi diharapakan mampu memperkuat sinergi antar pihak dalam mewujudkan tujuan bersama.
Turut hadir perwakilan Kepala OPD, perwakilan komunitas/LSM, aktivis lingkungan, kelompok tani, dan seluruh peserta FGD.
Jon

















