InfoLangsa.Com – Karang Baru
Sebagai bagian dari tugas kuliah dan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Psikologi Islam*IAIN Langsa* melaksanakan kegiatan psikoedukasi tentang kecanduan game online di SMA Negeri 1 Karang Baru, Aceh Tamiang.
Kegiatan ini menggabungkan pendekatan *psikologi kognitif* dan *nilai-nilai Islam* untuk membantu siswa memahami cara bijak dalam menggunakan teknologi.
Perkembangan teknologi digital telah mengubah gaya hidup remaja. Game online kini bukan lagi sekadar hiburan, tetapi sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Di balik manfaatnya seperti melatih berpikir strategis dan kerja sama tim, penggunaan game online yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif jika tidak diimbangi dengan pengendalian diri.
*Hampir Semua Siswa Sudah Mengenal Game Online*
Tim pelaksana dari Program Studi Psikologi Islam IAIN Langsa yang terdiri dari Syifaa Syauqi Andini, Wan Salsabilla, Ratu Bulqis, Friska Aprilia Yolanda, dan Muhammad Habiby menemukan bahwa hampir seluruh siswa sudah mengenal game online. Bahkan sebagian menjadikannya aktivitas rutin di waktu luang.
“Kondisi ini wajar di era digital. Namun yang perlu diwaspadai adalah ketika waktu bermain mulai mengganggu belajar, mengurangi interaksi dengan keluarga, mengganggu waktu istirahat, hingga membuat seseorang sulit mengendalikan keinginan untuk terus bermain,” jelas tim.
Banyak remaja sudah mengetahui dampak negatif game online. Namun mereka belum memahami bagaimana kebiasaan bermain berlebihan bisa berkembang menjadi kecanduan. Jika tidak disadari sejak dini, kebiasaan itu dapat memengaruhi akademik, sosial, bahkan kesehatan mental.
*Edukasi Dua Pendekatan: Kognitif dan Islam*
Dalam psikoedukasi ini, mahasiswa Psikologi Islam IAIN Langsa tidak hanya menjelaskan dampak negatif, tetapi juga membantu siswa memahami bagaimana cara berpikir dapat memengaruhi perilaku.
Nilai-nilai Islam juga ditekankan untuk menjaga keseimbangan, mengendalikan diri, dan menghindari sikap berlebihan sesuai ajaran agama.
“Perpaduan kedua pendekatan ini membuat materi lebih mudah dipahami dan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa,” ujar tim.
*Siswa Antusias, Perlu Peran Keluarga dan Sekolah*
Selama kegiatan, para siswa menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman tentang kebiasaan bermain game online.
Tim menyadari bahwa remaja terbuka menerima edukasi jika disampaikan menarik dan tidak menghakimi. Mereka ingin memahami alasan dan cara mengatur waktu bermain, bukan hanya diberi larangan.
Menurut tim, pencegahan kecanduan game online perlu kerja sama. Orang tua harus membangun komunikasi yang baik terkait penggunaan gawai. Guru dapat memberikan edukasi berkala tentang literasi digital dan pengendalian diri.
*Gunakan Game Online Secara Bijak*
“Game online bukanlah sesuatu yang harus dilarang sepenuhnya. Yang penting adalah bagaimana remaja menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab. Edukasi sejak dini adalah langkah preventif yang efektif,” tutup tim.
Melalui kegiatan tugas kuliah ini, mahasiswa IAIN Langsa berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membentuk generasi muda yang cerdas dalam memanfaatkan teknologi.
Oleh: Syifaa Syauqi Andini, Wan Salsabilla, Ratu Bulqis, Friska Aprilia Yolanda, Muhammad Habiby
#Mahasiswa Program Studi Psikologi IAIN Langsa
#IAINLangsa
#Psikoedukasi #PengabdianMasyarakat #SMAN1KarangBaru
#Redaksi InfoLangsa.Com*

















