Pendapatan Negara Anjlok, Rahmad Sukendar: Sumber Pajak Harus Digenjot!

- Penulis

Selasa, 25 Maret 2025 - 15:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Infolangsa.com
Realisasi pendapatan negara hingga akhir Februari 2025 mengalami penurunan drastis. Dari Rp 400,4 triliun pada Januari–Februari 2024, kini hanya tersisa Rp 316,9 triliun. Kemerosotan sebesar 20,85% ini menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk Ketua Umum Independent BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar.

Dalam keterangannya pada Selasa (25/3/2025), Rahmad menegaskan bahwa kondisi ini harus segera diperbaiki agar tidak semakin memburuk. Menurutnya, pemerintah harus menggenjot sumber-sumber pendapatan negara untuk mencegah kemerosotan lebih lanjut.

“Realisasi pendapatan negara mengalami kemerosotan tajam, dan ini harus segera diperbaiki agar tidak terus menurun. Sumber-sumber pendapatan dari sektor pajak harus terus digenjot agar tidak terjadi shortfall yang lebih dalam,” ujar Rahmad.

Salah satu faktor utama di balik anjloknya pendapatan negara adalah penurunan drastis penerimaan pajak. Hingga Februari 2025, penerimaan pajak hanya mencapai Rp 187,8 triliun, turun 30,19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 269 triliun. Situasi ini menandakan bahwa aktivitas ekonomi melemah, dunia usaha tertekan, dan efektivitas instrumen fiskal pemerintah mulai dipertanyakan.

Rahmad menyoroti bahwa pemerintah harus mengambil langkah strategis untuk memperbaiki kondisi ini. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain memperluas basis pajak, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta memberikan insentif bagi dunia usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, realisasi APBN hingga Februari 2025 juga mengalami defisit sebesar Rp 32,1 triliun. Meski dalam batas wajar dibandingkan rencana defisit tahunan Rp 612 triliun, pola ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana APBN masih mencatat surplus dalam dua bulan pertama.

“Jika tidak ada upaya serius untuk memperbaiki kondisi ini, maka tekanan terhadap keuangan negara akan semakin berat. Pemerintah harus segera bertindak agar pendapatan negara kembali stabil dan postur fiskal tetap terjaga,” tutup Rahmad Sukendar.

Redaksi

Berita Terkait

Muscab Cabang IDI Bireuen 2026 Berjalan Lancar Dan Sukses.
DARI PASAR KE SAWAH: BABINSA ACEH TAMIANG JAGA STABILITAS PANGAN
Rekam Jejak Hitam Martogi br Sinaga, Sosok yang Sering Mengklaim Hak Orang Lain dan Membuat Kegaduhan
Muscab IDI 2026: dr Zumirda Sp. B. FINACS, FICS Kembali Terpilih Kedua Kali Pimpin IDI Cabang Bireuen.
16 Tersangka Terkatung-katung, Kapan KPK Berani Menangkap Kader Gerindra, AS?
Dokter IGD di NTT Meninggal Dunia, Dugaan Intimidasi Jadi Sorotan Publik
Klarifikasi Tegas Jefrey Agutono Ariska: Video Viral “TNI Curi Lembu Janda” di Labuhanbatu Adalah Fitnah dan Hoaks Terstruktur!
Tingkatkan Kesejahteraan Petani Di Wilayah, Babinsa Bantu Petani di desa binaan Lakukan Perawatan Ubi Jalar
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 05:33

Babinsa dampingi Perawatan Dan Pembersihan Gulma Tanaman Kacang Tanah Dilakukan Babinsa Koramil Rantau

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:28

PTN Dukung Tuntutan Aksi Massa, Desak Audit dan Evaluasi Pimpinan PLN

Minggu, 31 Mei 2026 - 05:32

Sebanyak 1.052 Narapidana dan Anak Binaan Terima RK dan PMP Khusus Waisak Tahun 2026

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:25

Warga Lahat Laporkan Dugaan Penyerobotan dan Perusakan Lahan ke Polda Sumsel

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:52

Peluh, Pohon, dan Peluk Hangat: Potret Lengkap Kemanunggalan TNI-Rakyat di TMMD Reg-128 Alue Canang

Jumat, 17 April 2026 - 04:14

Menimbang “Pertumbuhan Memiskinkan” di Morowali Utara: Antara Realitas Empiris dan Agenda Perbaikan Tata Kelola

Kamis, 5 Maret 2026 - 05:52

Penurunan Material MCK di Jeumpa Sikureung, Satgas TMMD Percepat Pembangunan Fasilitas Sanitasi.

Minggu, 1 Maret 2026 - 05:35

Komsos Humanis, TMMD Hadir Sebagai Sahabat Warga.

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x