Dokter IGD di NTT Meninggal Dunia, Dugaan Intimidasi Jadi Sorotan Publik

- Penulis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – Kupang
Dunia kesehatan Indonesia berduka atas meninggalnya Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang akrab disapa dr. Icha, dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona Kefamenanu. dr. Icha ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Perumahan RSS Baumata, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (26/6/2026).

Kepergian dr. Icha menjadi perhatian luas setelah muncul dugaan bahwa semasa bertugas ia mengalami intimidasi dari keluarga seorang pasien. Dugaan tersebut memicu gelombang simpati dan keprihatinan dari kalangan tenaga kesehatan di berbagai daerah.

Peristiwa yang disebut menjadi awal tekanan terhadap dr. Icha terjadi pada 13 Juni 2026 saat ia menangani pasien rujukan kasus gigitan ular di IGD RS Leona Kefamenanu. Pasien tersebut diketahui merupakan anggota keluarga seorang anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Menurut informasi yang beredar, dr. Icha telah memberikan penanganan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan berkonsultasi dengan dokter spesialis. Berdasarkan pertimbangan medis, pasien saat itu belum direkomendasikan menerima serum antibisa ular. Selain itu, rumah sakit juga disebut tidak memiliki stok serum antibisa yang diminta keluarga pasien.

Paman almarhumah, Victor Manbait, menyebut keponakannya diduga mendapat tekanan verbal dari dua pria yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU. Ia mengatakan kejadian tersebut membuat dr. Icha mengalami ketakutan dan tekanan psikologis sehingga kondisi kesehatannya menurun dan sempat menjalani perawatan.

Kabar meninggalnya dr. Icha kemudian memicu banyak ungkapan belasungkawa dari tenaga kesehatan melalui media sosial. Sejumlah dokter menilai peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan bagi tenaga medis yang bertugas di ruang gawat darurat agar dapat bekerja secara profesional tanpa tekanan maupun intimidasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait yang menyatakan adanya hubungan antara dugaan intimidasi tersebut dengan meninggalnya dr. Icha. Dugaan tersebut masih memerlukan penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut oleh pihak berwenang. Sementara itu, pihak yang disebut dalam dugaan tersebut juga belum memberikan keterangan resmi.

(Red)

Berita Terkait

Klarifikasi Tegas Jefrey Agutono Ariska: Video Viral “TNI Curi Lembu Janda” di Labuhanbatu Adalah Fitnah dan Hoaks Terstruktur!
Tingkatkan Kesejahteraan Petani Di Wilayah, Babinsa Bantu Petani di desa binaan Lakukan Perawatan Ubi Jalar
WALI KOTA LANGSA BUKA FESTIVAL SANTRI MEUSEURAYA II: PERKUAT SINERGI ULAMA-UMARA
127 Pejabat Pemkot Palembang Dirotasi, Ratu Dewa: Bukan Sekadar Rutinitas
Lintas 98 Sumut: Kepemimpinan Presiden Prabowo Dinilai Mulai Mengarahkan Demokrasi Menuju Pemerataan Kesejahteraan
Ibu Lurah Nani Yuslina Hadiri Hari Ketiga Turnamen Futsal Piala RT 10 RW 003, Apresiasi Semangat Sportivitas Warga Pinang Ranti
Mandat DPP Turun ke Hadianto Rasyid, ABPEDNAS Sulteng Siap Perkuat BPD dengan Dukungan Kejagung
Wabup Ismail Buka Program Tahsin Alqur’an BKMT Aceh Tamiang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:20

Polsek Karang Baru Fasilitasi Restorative Justice (RJ) terhadap kasus pencurian besi

Senin, 13 Desember 2021 - 11:55

Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat

Senin, 13 Desember 2021 - 11:51

Dua Oknum Polisi di Riau Dicopot usai Marahi Korban Pemerkosaan

Senin, 13 Desember 2021 - 11:50

Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah

Senin, 13 Desember 2021 - 11:32

Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x