Perkuat Resiliensi Pasca-Bencana, Kemenag RI, BI dan Konsorsium NUUR+ Resmikan PLTS Atap di Masjid Nurul Iman Aceh Tamiang

- Penulis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 03:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption:
Keren! Masjid di Pelosok Aceh Tamiang Kini Mandiri Energi Lewat Wakaf Panel Surya 7.320 Wp “Masjid Nurul Iman Bandar Pusaka Jadi Role Model Masjid Hijau, Terangi Kampung Babo dengan Energi Wakaf”, Selasa,(6/10)

InfoLangsa.Com – Aceh Tamiang
Kementerian Agama (Kemenag) RI bersama Bank Indonesia dan Konsorsium NUUR+ secara resmi menyerahkan bantuan Program Wakaf Panel Surya kepada penerima manfaat Masjid Nurul Iman di Kampung Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Senin, 6 Oktober 2026.

Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 7.320 Wp ini hadir sebagai solusi energi bersih sekaligus memperkuat akses keandalan listrik di kawasan yang tergolong rawan dan terdampak bencana alam.

Kabupaten Aceh Tamiang, khususnya wilayah pelosok seperti Kecamatan Bandar Pusaka, kerap dihadapkan pada ancaman bencana alam tahunan seperti banjir bandang dan tanah longsor yang berdampak pada terputusnya jaringan listrik utama. Ketika bencana melanda, masjid tidak sekadar berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat evakuasi, posko pengungsian, serta pusat penyaluran bantuan warga.

Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., menegaskan pentingnya inisiatif ini.

“Pemanfaatan energi surya melalui kolaborasi wakaf ini adalah bukti konkret bahwa ekoteologi adalah aksi nyata. Kementerian Agama terus berupaya mendorong lahirnya masjid-masjid ramah lingkungan yang mandiri energi, tangguh bencana, dan memberi kemaslahatan yang luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (SIMAS), terdapat 710.441 masjid dan mushola yang terdaftar secara nasional. Kementerian Agama menargetkan 44% masjid dan 28% mushola di antaranya dapat bertransformasi menjadi _eco-masjid_ yang menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan secara berkelanjutan. Masjid juga dapat dikelola sebagai simpul adaptasi mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

Hemat Rp 768 Ribu Per Bulan dan Tekan Emisi Karbon

Terputusnya pasokan listrik saat darurat bencana kerap mengisolasi warga dan menghambat aktivitas kemanusiaan. Selain memperkuat ketahanan bencana, sistem panel surya ini diprediksi mampu menghasilkan kemandirian energi hingga 532 kWh per bulan, memangkas beban biaya operasional listrik masjid hingga Rp.768.000 per bulan, serta berkontribusi mengurangi emisi karbon 478 kg.

Program ini terwujud atas sinergi Konsorsium NUUR+ yang terdiri dari berbagai lembaga dengan visi sama dalam mendorong kemandirian energi rumah ibadah, yaitu Wakaf Al Azhar, MOSAIC, Enter Nusantara, dan Wakaf Salman. Pendanaan program bersumber dari donasi yang dihimpun oleh karyawan Bank Indonesia, dengan Enter Nusantara bertindak sebagai mitra pelaksana yang mengawal proses instalasi hingga edukasi masyarakat.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yudo Herlambang, menyampaikan, “Bank Indonesia turut mengambil bagian dalam mendorong pengembangan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di daerah. Salah satu bagian yang kami dorong adalah penguatan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk melalui optimalisasi potensi wakaf. Wakaf panel surya yang dikelola secara produktif dapat mendukung kemandirian ekonomi umat, menciptakan efisiensi, memperluas manfaat sosial, serta pada akhirnya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.”

Dewan Pembina MOSAIC sekaligus Komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI), M. Ali Yusuf, turut menguraikan potensi besar di balik gerakan ini. Ia mengatakan, “Kolaborasi ini membuktikan bahwa potensi wakaf itu sangat luas. Lewat kerja sama dengan Bank Indonesia dan berbagai mitra, wakaf kini tidak hanya berdampak pada kemaslahatan umat dan kemakmuran masjid, tapi juga punya peran besar dalam menjaga kelestarian bumi (_hablum minal ‘alam_). Semoga sinergi ini menginspirasi lebih banyak pihak bahwa menjaga lingkungan dan memperkuat ekonomi umat bisa kita lakukan secara bersamaan melalui wakaf.”

Guna memastikan keberlanjutan dan keandalan sistem dalam jangka panjang, telah diselenggarakan pelatihan teknis bagi pemuda dan warga lokal Kampung Babo. Pelatihan ini membekali warga dengan pengetahuan dasar pemeliharaan harian, pembersihan panel, hingga penanganan kendala teknis ringan agar masyarakat dapat merawat fasilitas solar panel secara mandiri.

Kepala Desa Babo, Khairi Ramadhan, menyampaikan apresiasi mendalam mewakili warga desa. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan solar panel ini. Wilayah kami seringkali terkendala listrik padam saat terjadi banjir. Adanya pasokan listrik mandiri di masjid ini tidak hanya membantu penerangan ibadah, tetapi juga memberikan ketenangan bagi warga. Terlebih dengan adanya pelatihan pemeliharaan untuk warga, kami optimistis fasilitas ini dapat kami jaga dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk jangka panjang,” ujarnya.

Efisiensi biaya listrik bulanan yang berhasil dihemat selanjutnya akan dialokasikan untuk kegiatan pemakmuran masjid serta pemberdayaan jamaah. Melalui inisiatif ini, Masjid Nurul Iman diharapkan menjadi _role model_ “Masjid Hijau” yang mandiri energi, tangguh bencana, dan menginspirasi perluasan gerakan wakaf energi terbarukan di berbagai wilayah lain di Indonesia.

Setelah Aceh Tamiang, Konsorsium NUUR+ menargetkan perluasan manfaat wakaf energi terbarukan ke sejumlah masjid di Sumatera Utara dan Jawa Barat. Langkah ini menjadi bukti bahwa sinergi komunitas dan lembaga keagamaan mampu menjadi tumpuan penting percepatan energi bersih di tanah air, sekaligus berkontribusi hingga 1 GW dari target nasional sebesar 100 GW.(*)

Berita Terkait

Kolaborasi Satgas PRR, KKP dan Pemko Langsa, Pulihkan 300 Hektare Tambak Masyarakat Pascabencana
Dari Pangadakkang hingga LP3 Atlantara: Badko HMI Sulsel Mencari Wajah Baru Pendidikan
Oknum Anggota TNI Inisial HM Resmi Dilaporkan Ke Pomdam Makassar Dengan Kasus Berupaya Melenyapkan Oknum Wartawan
Mualem-Dek Fadh Diajak Bangun Irigasi Rakyat Pascabanjir dan Longsor, Dinas Pengairan Perlu Proaktif
Pembangunan Jembatan Beton Desa Sulum kecamatan sekerak Mulai Dikerjakan, Kodim 0117/Aceh Tamiang Turunkan Alat Berat
Kendalikan Inflasi, Bupati Aceh Tamiang Lakukan Tanam Perdana Bawang Merah
Festival Literasi Daerah Berlangsung Sangat Meriah Dan Sukses.
Kabut Asap Kembali Ganggu Warga Pekanbaru, PC PMII Desak Penanganan Terpadu dan Berkelanjutan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:44

Kolaborasi Satgas PRR, KKP dan Pemko Langsa, Pulihkan 300 Hektare Tambak Masyarakat Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:40

Dari Pangadakkang hingga LP3 Atlantara: Badko HMI Sulsel Mencari Wajah Baru Pendidikan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:36

Oknum Anggota TNI Inisial HM Resmi Dilaporkan Ke Pomdam Makassar Dengan Kasus Berupaya Melenyapkan Oknum Wartawan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:10

Mualem-Dek Fadh Diajak Bangun Irigasi Rakyat Pascabanjir dan Longsor, Dinas Pengairan Perlu Proaktif

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:07

Pembangunan Jembatan Beton Desa Sulum kecamatan sekerak Mulai Dikerjakan, Kodim 0117/Aceh Tamiang Turunkan Alat Berat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 03:52

Festival Literasi Daerah Berlangsung Sangat Meriah Dan Sukses.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 03:45

Kabut Asap Kembali Ganggu Warga Pekanbaru, PC PMII Desak Penanganan Terpadu dan Berkelanjutan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 03:36

Perkuat Resiliensi Pasca-Bencana, Kemenag RI, BI dan Konsorsium NUUR+ Resmikan PLTS Atap di Masjid Nurul Iman Aceh Tamiang

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x