Pemerintah Aceh Kirim 3 Ton Ikan dan Bantuan Pangan ke Wilayah Terisolir Lewat Jalur Laut

- Penulis

Kamis, 4 Desember 2025 - 05:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – Banda Aceh
Pemerintah Aceh mengirim tiga ton ikan segar dan bantuan sandang-pangan ke sejumlah wilayah yang masih terisolir akibat banjir di Aceh Utara. Bantuan itu diberangkatkan melalui jalur laut dari Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Rabu (3/12/2025).

Pengiriman dilakukan oleh Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Aceh, Marlina Muzakir, didampingi Dinas Sosial Aceh, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Pengurus Adhyaksa Dharmakarini, selebgram Aceh Cut Bul, serta pengusaha Aceh Jack Informa.

“Alhamdulillah, hari ini Forikan mengirim tiga ton ikan segar serta bantuan sandang dan pangan untuk masyarakat terdampak banjir, khususnya di lokasi yang masih terisolir di Aceh Utara,” ujar Marlina Muzakir atau Kak Na.

Ia menyampaikan, dukungan bantuan juga datang dari berbagai pihak. Ketua Adhyaksa Dharmakarini Kejati Aceh Juraida Yudi Triadi menyalurkan sejumlah kebutuhan pangan, sedangkan pengusaha Jack Informa menyumbangkan mie instan, beras, roti, dan makanan siap konsumsi. Selebgram Cut Bul juga menyerahkan 3.000 set pakaian untuk para korban.

Seluruh bantuan diangkut menggunakan boat milik Cek Baka Lampulo, yang menggratiskan biaya pengiriman ke Aceh Utara.

Pengiriman ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang digelar dini hari bersama Plt. Kadinsos Aceh Chaidir, Kadisperindag Aceh T. Adi Darma, Kepala Bulog Divre Aceh Ihsan, serta berbagai unsur terkait.

Dalam rapat tersebut, Kak Na menekankan pentingnya percepatan distribusi bantuan ke wilayah yang hingga hampir sepekan belum tersentuh pasokan pangan.

“Masih banyak masyarakat kita di wilayah terisolir belum mendapatkan bantuan. Ini sudah hampir seminggu. Kita harus menjangkau mereka sesegera mungkin, apa pun keterbatasannya,” ujarnya.

Menurutnya, perbaikan jaringan internet membuat masyarakat dapat mengikuti perkembangan bantuan dari berbagai daerah. Karena itu, kekecewaan sangat mungkin muncul bila warga di wilayah terisolir tidak merasakan hal yang sama.

“Putusnya akses jalan tidak boleh menjadi alasan. Meski sarana terbatas, seluruh masyarakat terdampak wajib mendapatkan bantuan,” ujar Ketua TP PKK Aceh itu.

Kak Na juga menceritakan, dirinya sempat terisolir dua hari di SPBU Panton Labu saat puncak banjir melanda Aceh Utara. Selama itu, komunikasi terputus, listrik padam, dan akses jalan tertutup banjir.

“Kondisi masyarakat sangat memprihatinkan. Mereka kekurangan makanan, pakaian, obat-obatan, bahkan tempat mengungsi yang layak,” ungkapnya.

Setibanya di Banda Aceh, ia langsung mengoordinasikan percepatan penyaluran bantuan ke titik-titik yang belum tersentuh.

Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh Chaidir, S.E., M.M. menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam memastikan bantuan menjangkau wilayah terisolir.

“Dinas Sosial Aceh mendukung penuh percepatan distribusi bantuan, termasuk melalui jalur laut. Setiap upaya kolaboratif sangat berarti untuk keselamatan warga,” ujar Chaidir.

Ia menegaskan, Dinsos Aceh akan terus memaksimalkan seluruh jalur distribusi, baik udara, darat, maupun laut, agar bantuan tiba tepat waktu.

Menurut Data Posko Terpadu Pemerintah Aceh hingga Senin (2/12) mencatat 3.310 gampong di 229 kecamatan pada 18 kabupaten/kota terdampak banjir. Total 229.767 kepala keluarga atau 1.452.185 jiwa terpengaruh bencana ini.

Selain itu, 1.435 jiwa mengalami luka ringan, 403 luka berat, 249 meninggal dunia, dan 227 orang masih dinyatakan hilang.

HENDRI

Berita Terkait

Polres Aceh Timur Saweu Sikulah
Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Perhatikan Kasus Anak di NTT
Walikota Langsa Lantik dan Serahkan SK Pengangkatan 1.352 PPPK Paruh Waktu
Sinergi TNI dan Masyarakat Desa Setie dalam Pembangunan Jembatan Darurat
Pemko Langsa dan DPRK Langsa Berjuang untuk Tenaga Honorer yang Belum Lolos PPPK
Babinsa Koramil 06/Manyak Payed Bersama Taruna, Taruni Akmil Bantu Bersihkan Parit Dan pengecatan SDN 1 Mayak Payed
Babinsa Koramil 05/Tamiang Hulu Bantu Bersihkan Rumah Warga Pasca Banjir
PT Radio Sonya Manis Februari Mendatang Mengelar ”Jalan Santai Ceria “Peduli Bencana Banjir Dan Longsor Aceh – Sumut.
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:58

Sat Reskrim Polres Aceh Tamiang Berhasil Mengamankan Empat Pelaku Pencurian di Kantor Inspektorat

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:05

Operasi Keselamatan Toba 2026 Polres Sergai Resmi Dimulai dengan Perhatian Utama pada Titik Rawan Laka

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:52

Ratusan Warga Gampong Keumuning Demo Kantor Geuchik, Tuntut Keadilan dalam Verifikasi Data Rumah Rusak Akibat Banjir

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:48

Bupati Armia Pertegas Eksekusi Lahan Huntap Korban Banjir Aceh Tamiang

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:44

Coffe Morning HRD Bersama Insan Pers. HRD SIAP BANTU HUNTARA UNTUK KORBAN BANJIR DI BIREUEN.

Selasa, 10 Februari 2026 - 03:49

Tumpukan Kayu Pasca Banjir Bandang Di Minang Gini Aceh Tamiang Terbakar, Api Belum Padam

Senin, 9 Februari 2026 - 14:24

Dari Bekasi untuk Aceh Tamiang, PMI Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp100 Juta dan logistik

Senin, 9 Februari 2026 - 14:02

Kasat lantas Polres Aceh Timur Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2026

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x