Mualem Minta Pemerintah Pusat Tambah Pembangunan Hunian Untuk Korban Bencana

- Penulis

Minggu, 21 Desember 2025 - 12:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – Banda Aceh
Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem menyebut saat ini jumlah hunian warga yang rusak akibat banjir dan tanah longsor terus bertambah hingga diperkirakan mencapai 200 ribu rumah.

Mualem berharap pemerintah pusat menambah pembangunan hunian bagi para korban, yang saat ini ditargetkan membangun 36.328 rumah.

“Aceh saja mungkin sudah 200 ribu semuanya belum lagi Padang dan Sumut, Aceh kan tiap hari laporannya tambah,” kata Mualem saat berkunjung ke Gayo Lues untuk mengantar bantuan Sabtu (20/12).

Menurut Mualem saat ini sudah ada beberapa donatur, baik swasta maupun pemerintah, yang akan membangun hunian sementara bagi penyintas bencana.

Misalnya seperti bantuan dari pemerintah pusat, Yayasan Budha Tzu Chi dan Danantara. Meski jumlahnya belum mencapai setengahnya dari rumah warga yang rusak, Mualem tetap bersyukur dan berharap hunian-hunian ini dibangun segera.

“Saya rasa buat sementara cukup, tapi untuk keseluruhannya tidak cukup,” katanya.

Saat ini pihaknya dengan kementerian terkait akan fokus untuk melakukan normalisasi dan mengecek lahan untuk pembangunan hunian sementara (huntara) dengan menurunkan alat berat.

“Supaya cepat lah. Memang ini harus kita benahi semua. Semua beko-beko kita kerahkan untuk normalisasi,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah menyiapkan 44.045 unit hunian sementara (huntara) bagi korban banjir bandang dan longsor di Pulau Sumatra. Huntara itu akan disiapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Keseluruhan unit hunian sementara itu tersebar di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Dengan rincian, di Sumatra Barat sebanyak 2.559 unit, Sumatra Utara 5.158 unit, dan paling banyak di Aceh mencapai 36.328 unit.

Dari data posko tanggap darurat bencana Aceh update Minggu (21/12), jumlah rumah rusak akibat banjir longsor sebanyak 119.219 unit, 260 unit kantor, 631 tempat ibadah, 452 sekolah, 502 pondok pesantren dan 192 RS dan puskesmas.

Sementara 1.098 titik jalan rusak, 492 jembatan, 90.601 hektare sawah, 23 ribu hektare kebun dan 39 ribu hektare tambak warga.

Redaksi

Berita Terkait

Penurunan Material MCK di Jeumpa Sikureung, Satgas TMMD Percepat Pembangunan Fasilitas Sanitasi.
Komsos Humanis, TMMD Hadir Sebagai Sahabat Warga.
Menembus Debu Demi Asa: Satgas TMMD Ke-127 TA. 2026 Hadir Menghidupkan Akses dan Harapan di Jeumpa Sikureng.
Viral di TikTok, Tuduhan Nikah Siri dan Foto Tak Pantas Seret Nama Dirut RSUD Depati Hamzah
H. Razuardi, MT Resmikan Dapur Makanan Bergizi Gratis SPPG Cot Gapu Satu
Polres Aceh Timur Saweu Sikulah
Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Perhatikan Kasus Anak di NTT
Walikota Langsa Lantik dan Serahkan SK Pengangkatan 1.352 PPPK Paruh Waktu
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 03:05

Audiensi bersama IDH, Bupati Armia sarankan beberapa poin pemulihan ekonomi masyarakat

Kamis, 2 April 2026 - 02:59

Halal Bihalal ASN bersama Wakil Bupati Pemkab Aceh Tamiang Momentum Mempererat Silaturrahmi

Rabu, 1 April 2026 - 23:23

Demi Percepatan Pembangunan Lapangan Volly Desa Babah Rot PT Fajar Baijuri Turun kan Alat Berat

Rabu, 1 April 2026 - 23:18

GS Korban Fitnah , Tuduhan Sebagai Bandar Narkoba di Jermal XV Sesat dan Tidak Berdasar

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:12

KEJARI BIREUEN TERIMA PENGEMBALIAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA DALAM PENYELIDIKAN DUGAAN TINDAK PIDANA KORUPSI BAITUL MAL

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:33

Dedi Minta DPRK Aceh Timur Gelar Rapat Dengan Masyarakat Korban Banjir, Perjuangkan Hak Korban.

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:41

Semangat Kebersamaan Warnai Pelantikan Pengurus sekaligus HUT ke 3 Ralinsa Brotherhood International Sumut

Selasa, 31 Maret 2026 - 05:10

Tonggak Penting Perlindungan Anak di Era Digital: PP Tunas sebagai Arah Baru Pendidikan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x