InfoLangsa.com – Lhokseumawe, Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri 1 (IKA SMANSA) Lhokseumawe kembali menunjukkan kepedulian sosialnya melalui kegiatan penyaluran bantuan beras kepada warga miskin di sejumlah titik di Kota Lhokseumawe. Program yang biasanya digelar setiap Jumat (Jumat Barokah) ini sempat tertunda akibat hujan deras tanpa henti yang menyebabkan banjir di berbagai kawasan. Penyaluran akhirnya dilakukan pada Sabtu siang hingga sore, 22 November 2025.
Kabid Sosial dan Masyarakat (Sosmas) IKA SMANSA, Achmad Nauval (alumni 86), memimpin langsung pendistribusian bantuan tersebut. Total dana yang terkumpul untuk kegiatan kali ini mencapai Rp 2.175.000, yang digunakan untuk membeli 30 sak beras seharga Rp 70.000 per sak, dengan total belanja Rp 2.100.000. Sisa uang Rp 75.000 dipakai untuk biaya transportasi becak.
Rizal (alumni 96) turut membantu membawa beras dari grosir ke rumah Achmad Nauval sebagai persiapan sebelum pendistribusian.
Di lapangan, kondisi banjir tidak menyurutkan langkah. Nauval beberapa kali harus melintasi gang-gang tergenang. Sepeda motornya bahkan sempat terperosok ke lubang yang tak terlihat.
“Motor sempat mogok, barusan jatuh di tempat banjir, lubangnya tidak kelihatan,” ujar Fauzan (alumni 94), personel Podcast & Talk Show bisaAja yang turut meliput kegiatan di lokasi.
Dalam keterangannya, Achmad Nauval mengatakan bahwa perjalanan distribusi kali ini sangat menantang.
“Tadi motor sempat masuk bengkel karena kemasukan air. Alhamdulillah semua bisa diselesaikan hari ini. Sisa beras saya ambil 1 sak untuk hak amil, selebihnya akan saya bagikan untuk alumni yang membutuhkan. Terima kasih buat semua yang telah mensupport program ini.”
Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Aling (alumni 87) yang ikut membantu distribusi di wilayah berbeda.
Melalui pesan di WAG Lintas Alumni IKA SMANSA, Nauval menyampaikan bahwa program kecil ini sudah sangat berdampak bagi masyarakat kecil di Lhokseumawe.
“Alhamdulillah program IKA SMANSA ini tadinya cuma kecil, tapi sudah sangat terkenal di masyarakat kecil dan sangat membantu mereka. Kalau di jalan atau di Pasar Inpres, ketika ketemu saya jadi idola bagi mereka yang membutuhkan bantuan. Semoga berkah untuk semua anggota IKA SMANSA dan Allah membalas kebaikan sahabat-sahabat dengan rezeki, kesehatan, dan kebahagiaan.”
Ia menambahkan, program ini bukan hanya membantu warga miskin umum, tetapi juga para alumni yang kondisi ekonominya sedang sulit.
“Program ini juga banyak membantu sahabat kita dari alumni IKA SMANSA yang membutuhkan. Kita sisihkan beberapa sak beras untuk teman-teman kita.” ujarnya.
Penyaluran ini diliput oleh Iskandar M. Tjut (alumni 88) berdasarkan laporan dan dokumentasi dari WAG Lintas Alumni IKA SMANSA.
( Iskandar M. Tjut )




















