Caption:
Jaga Daya Beli Warga, Disperindag Langsa Koordinasi Atasi Lonjakan Harga Ayam Ras
‘Dampak MBG & Maulid: Kebutuhan Ayam 5 Ton/Hari Jadi Sorotan Rakor Disperindag Langsa”.
InfoLangsa.com
Rabu, 2 September 2026
Menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kenaikan harga daging ayam ras, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Langsa melalui Bidang Perdagangan terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.
Langkah konkret dilakukan dengan menggelar Rapat Koordinasi Kestabilan Harga di Ruang Rapat Disperindagkop dan UKM Kota Langsa. Rapat dipimpin langsung oleh Plt. Kadis Disperindagkop dan UKM, Harris Gushaly, S.E., M.H dan dimoderatori Kabid Perdagangan, Wirawati.
Harga Konsumen Rp40.000/kg, Distributor Rp27.000 – Rp30.000/kg
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga ayam ras di tingkat konsumen saat ini berada pada kisaran Rp40.000 per kilogram.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari distributor dalam rapat, harga di tingkat distributor berada pada kisaran Rp27.000 hingga Rp30.000 per kilogram.
“Perbedaan harga pada setiap tingkatan distribusi ini menjadi salah satu hal yang perlu kita cermati bersama. Kami terus melakukan koordinasi untuk mendapatkan gambaran perkembangan harga mulai dari distributor hingga ke konsumen,” ujar Wirawati mewakili Plt. Kadis.
Kebutuhan MBG dan Momentum Maulid Jadi Faktor Pendorong
Rapat juga menyoroti meningkatnya permintaan ayam ras. Berdasarkan data dari Koordinator SPPG/MBG Kota Langsa, kebutuhan ayam untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkirakan mencapai sekitar 5 ton per hari.
Salah satu distributor juga menyampaikan bahwa pasokan ayam ras saat ini di Kota Langsa juga berada di kisaran 5 ton per hari.
Selain itu, meningkatnya kebutuhan masyarakat pada momentum peringatan Maulid Nabi juga menjadi faktor yang diperhatikan dalam pemantauan.
“Meski demikian, perubahan harga tidak bisa disimpulkan hanya dari satu faktor. Karena itu Bidang Perdagangan akan terus memantau pasokan, permintaan, distribusi, dan harga di lapangan secara berkala,”tambah Wirawati.
9 Instansi Sepakat Lakukan Monitoring Mingguan
Rapat ini dihadiri 9 unsur terkait mulai dari DP3KP, BPKD, DPMPTSP, Bagian Perekonomian Setda, BPS, Distributor, Pedagang Pasar, Koordinator MBG, hingga Perwakilan Konsumen dan UPTD Pasar.
Dari 7 agenda yang dibahas, menghasilkan kesepakatan penting:
1. Melakukan monitoring harga dan pasokan secara mingguan
2. Memperkuat koordinasi rantai distribusi dari pemasok ke pedagang
3. Memastikan kelancaran pasokan agar tidak terjadi kelangkaan
Plt. Kadis Disperindagkop dan UKM, Harris Gushaly, S.E., M.H menegaskan komitmen Pemko Langsa dalam melindungi daya beli masyarakat.
“Kami tidak ingin masyarakat terbebani. Melalui rapat dan pemantauan ini, kita ingin memastikan harga wajar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Ini bentuk nyata kepedulian Pemko Langsa melalui program Langsa Juara,” tegas Harris Gushaly.
Pemerintah Kota Langsa akan terus berkoordinasi dengan distributor, pelaku usaha, dan pihak terkait lainnya guna memperoleh informasi yang akurat mengenai perkembangan harga dan ketersediaan ayam ras di Kota Langsa.
Dokumentasi: Bidang Perdagangan Disperindagkop & UKM Kota Langsa_
Redaksi: InfoLangsa.Com_


















