Disfungsi Birokrasi Pendidikan Aceh Selatan: Aktivis Tuding Kadisdik dan Kacabdin Gagal Total, Krisis Ini Tak Lagi Bisa Ditoleransi

- Penulis

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – Aceh Selatan

Polemik berkepanjangan yang melibatkan Kepala SMA Negeri 1 Trumon, Sri Wahyuni, kini memasuki fase yang oleh kalangan aktivis disebut sebagai “kegagalan total birokrasi pendidikan”. Ketidakmampuan Dinas Pendidikan Aceh bersama Cabang Dinas (Kacabdin) Aceh Selatan dalam menyelesaikan persoalan ini tidak lagi dipandang sebagai kelambanan biasa, melainkan bentuk nyata dari disfungsi kepemimpinan yang akut.

Asaduddin, pemuda Trumon sekaligus Wakil Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Trumon (HMP2T) periode 2022–2024, melontarkan kritik yang jauh lebih tajam. Ia menyebut bahwa situasi ini mencerminkan kegagalan struktural yang memperlihatkan rapuhnya kapasitas pengambilan keputusan di tubuh birokrasi pendidikan Aceh.

“Ini bukan sekadar lamban ini adalah kegagalan total. Kadisdik dan Kacabdin Aceh Selatan tidak hanya tidak mampu menyelesaikan masalah, tetapi juga menunjukkan ketidakberanian dalam mengambil keputusan. Ini mencerminkan kepemimpinan yang kehilangan arah dan otoritas,” tegas Asaduddin.

Menurutnya, pembiaran terhadap konflik yang terus berlarut ini adalah bentuk pengabaian terhadap tanggung jawab publik. Dalam kerangka akademis tata kelola pemerintahan, kondisi tersebut telah melampaui batas toleransi karena mencederai prinsip dasar akuntabilitas dan kepastian hukum.

“Jika sebuah konflik di institusi pendidikan tidak mampu diselesaikan oleh otoritas yang berwenang, maka kita patut mempertanyakan: apakah mereka masih layak memegang kendali? Ketika negara melalui perangkatnya gagal hadir sebagai problem solver, maka yang terjadi adalah delegitimasi institusi secara terbuka,” lanjutnya dengan nada keras.

Asaduddin juga menyoroti bahwa tidak adanya kejelasan sikap dari Kadisdik dan Kacabdin menunjukkan adanya kecenderungan menghindari tanggung jawab. Ia menyebut hal ini sebagai bentuk “administrative avoidance” yang berbahaya karena membuka ruang ketidakpastian berkepanjangan.

“Diamnya mereka bukan netralitas, tapi indikasi kegagalan. Ketika pejabat publik memilih untuk tidak bertindak dalam situasi krisis, itu sama saja dengan membiarkan kerusakan sistem terus berlangsung,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa langkah konkret, maka bukan hanya kredibilitas individu pejabat yang runtuh, tetapi juga kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan Aceh secara keseluruhan.

“Ini sudah menjadi preseden buruk. Jika tidak ada evaluasi serius, maka publik berhak menyimpulkan bahwa birokrasi pendidikan kita sedang dipenuhi oleh ketidakmampuan yang dilegitimasi,” tutup Asaduddin. (Zainal)

Berita Terkait

“Bukan Keluhan Karyawan, Isu Gaji RSU Cut Meutia Dipertanyakan: Siapa yang Bicara?”
PERTAMAX NAIK MULAI 10 JUNI 2026, TEMBUS RP16.250 PER LITER
Warga Marlempang Tenggelam di Sungai Tamiang, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Terobosan Pendidikan: “SMA Unggul Cut Nyak Dhien Langsa Gandeng Kodim 0104/Atim Lahirkan Lulusan Sipil Berkarakter Taruna”.
Sinergi Pusat dan Daerah, Ketua PW IWO Aceh Temui Sekjen PP IWO di Jakarta
SIARAN PERS RESMI PERUMDA TIRTA PEUSADA
BPJS Ketenagakerjaan dan Kepala Sekolah SMK se Kota Langsa Teken Kerja Sama Lindungi Siswa Magang SMK Tahun 2026
Berhenti Belajar Bagi Guru Bukan “Mekanisme Pertahanan”, Tapi Kemunduran
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 13:55

Ka Unit Serka Budi Gunawan Aktif Pantau Pembangunan KDKMP Desa Ujung Tanjung

Minggu, 8 November 2026 - 13:39

Kasdam Iskandar Muda Bersama Tokoh Agama dan Masyarakat Hadiri Maulid Nabi di Lhokseumawe

Minggu, 8 November 2026 - 13:28

Polisi Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Kudus, Delapan Orang Diamankan

Minggu, 8 November 2026 - 08:41

Momentum Cinta Rasul: 300 Warga Kampung Pahlawan Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

Minggu, 8 November 2026 - 07:20

Dalam Sepekan, Satresnarkoba Polres Langsa Sikat Bandar, DPO dan Pengedar, 5 Tersangka Ditangkap, 167,72 Gram Sabu Disita

Minggu, 8 November 2026 - 04:44

LANGSA JUARA! Walikota Hadirkan Gerakan Pangan Murah di CFD, Warga Berduyun-duyun Borong Sembako

Minggu, 8 November 2026 - 03:31

Srikandi WED Langsa Curi Perhatian di CFD, Stan Kuliner Diserbu Warga

Minggu, 8 November 2026 - 00:35

Eks Petani Ganja Kini Bertransformasi Menjadi Petani Kopi Berorientasi Pasar Internasional

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x