Caption:
Meriahkan CFD, 186 Pesilat 6 Kabupaten Bertanding di Kejuaraan Silat Budaya Putroe Aceh “Silat Budaya Putroe Aceh Karya Anak Langsa Siap Tembus Korminas 2027 di Palu”
InfoLangsa.com
Minggu, 6 September 2026
Suasana Car Free Day (CFD) di Lapangan Merdeka Kota Langsa pagi ini berlangsung semarak. Di bawah binaan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Langsa dan Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra, SE, Pencak Silat Budaya menampilkan
Kejuaraan Silat Budaya Tingkat Provinsi yang diikuti 186 pesilat dari 6 kabupaten/kota se-Aceh.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian 3 hari kejuaraan yang sebelumnya digelar di Gedung Olahraga (GOR) Kota Langsa. Puncak acara dipusatkan di ruang terbuka Lapangan Merdeka agar dapat langsung disaksikan dan dinikmati masyarakat luas.
Perkenalkan Jurus Khas Putroe Aceh dan Drop Taloe
Pendiri Perguruan Pencak Silat Putroe Aceh, Herwandi, S.Pd.I.,M.Pd mengatakan, kejuaraan ini sengaja digelar bertepatan dengan CFD sebagai upaya memperkenalkan kekayaan budaya pencak silat khas Aceh kepada publik.
“Dalam rangka memeriahkan CFD, kami menampilkan kejuaraan Putroe Aceh yang diikuti 6 kabupaten/kota tingkat provinsi. Tujuannya untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang olahraga pencak silat khas jurus Putroe Aceh dan Drop Taloe, karya Perguruan Silat Putroe Aceh yang berpusat di Kota Langsa,” ujarnya.
Kejuaraan ini mempertandingkan dua nomor khas: Jurus Putroe Aceh dan Jurus Drop Taloe. Peserta berasal dari Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Bireuen, Pidie, dan Banda Aceh dengan jenjang SD, SMP, dan SMA.
Siap Tembus Korminas 2027 di Palu
Ketua Induk Organisasi (Inorga) APPSBI Kota Langsa, Banta Ahmad, S.ST.Pi menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ajang pelestarian dan pemersatu budaya.
“Kegiatan ini adalah bentuk nyata kami memperkenalkan budaya pencak silat khas jurus Putroe Aceh dan Drop Taloe kepada masyarakat. Kami ingin anak-anak Aceh bangga dengan warisan budayanya sendiri. Silat ini bukan hanya olahraga, tapi juga pendidikan karakter, disiplin, dan cinta tanah air,” ungkap Banta.
Lebih lanjut, ia menyebut jurus khas karya anak Langsa ini akan menjadi duta Aceh di tingkat nasional.
“Insya Allah dalam waktu dekat, jurus Putroe Aceh dan Drop Taloe akan kami perkenalkan dan pertandingkan dalam kegiatan Korminas di Palu, Sulawesi Tengah tahun 2027. Ini adalah kebanggaan kita bersama. Dari Langsa untuk Indonesia,” tambahnya.
Banta juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra yang telah memberikan dukungan, ruang, dan fasilitas bagi perkembangan silat budaya di Kota Langsa.
Apresiasi juga disampaikan kepada Asosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia (APPSBI) Provinsi Aceh yang diketuai oleh Mayor (Pur) Erman, serta KORMI Kota Langsa yang terus membina dan memfasilitasi kegiatan masyarakat.
CFD Jadi Ruang Pemersatu dan Promosi Olahraga Masyarakat
Kehadiran kejuaraan di tengah kegiatan CFD mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Selain sebagai hiburan, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi olahraga masyarakat yang menyehatkan, mendidik, dan mempererat persaudaraan.
Dengan semangat “Dari Langsa, Untuk Aceh, Mendunia”, diharapkan jurus Putroe Aceh dan Drop Taloe dapat terus berkembang, dilestarikan, dan menjadi identitas budaya olahraga Aceh di kancah nasional.
Redaksi: InfoLangsa.Com_


















