BPBD Mengelar Sosialisasi, Komunikasi, Informasi Dan Edukasi (KIE) Daerah Rawan Bencana.

- Penulis

Minggu, 10 Agustus 2025 - 06:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa – BIREUEN
Pemerintah Kabupaten Bireuen menunjukkan komitmennya dalam pengurangan risiko bencana dengan menggelar kegiatan Sosialisasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Daerah Rawan Bencana Tahun 2025, Kamis (7/8/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Bireuen Jaya, secara resmi dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bireuen, Hanafiah, S.P., CGCAE.

Dalam sambutannya, Pj. Sekda menyampaikan bahwa Kabupaten Bireuen merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi di Provinsi Aceh. Mulai dari banjir, tanah longsor, puting beliung, abrasi pantai, gempa bumi, hingga kebakaran lahan dan pemukiman yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Tercatat pada tahun 2024 terjadi 124 kejadian kebakaran, dan hingga 4 Agustus 2025, jumlah tersebut meningkat menjadi 128 kejadian. Ini tentu menjadi peringatan serius bagi kita semua,” tegas Hanafiah.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah narasumber berkompeten, termasuk perwakilan dari BMKG, yakni Ramos Lumbang Tobing, M.Si, yang turut memberikan materi tentang potensi dan karakteristik bencana berdasarkan data klimatologi dan geofisika terkini.

Pj. Sekda menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pemenuhan amanat Permendagri Nomor 101 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar Sub Urusan Bencana, khususnya terkait pelayanan informasi rawan bencana melalui sosialisasi dan edukasi.

“Penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi juga melibatkan semua unsur, mulai dari pemerintah desa, masyarakat, hingga pihak swasta. Ini adalah tugas bersama yang harus dilaksanakan secara terpadu dan sistematis,” ujar Hanafiah.

Selain itu, ia juga memaparkan bahwa Pemkab Bireuen telah mengambil langkah konkret dengan menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 34 Tahun 2024 tentang Kajian Risiko Bencana Kabupaten Bireuen 2024–2028, serta telah menyusun Rencana Penanggulangan Bencana 2025–2029 yang dalam waktu dekat akan ditetapkan.

Kegiatan sosialisasi ini mendapat perhatian serius, mengingat saat ini Bireuen sedang menghadapi musim kemarau yang panjang. Dampaknya tidak hanya pada kekeringan lahan pertanian dan kesulitan air bersih, tapi juga tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan.

Di akhir sambutannya, Pj. Sekda mengajak seluruh peserta sosialisasi, terdiri dari para keuchik, camat, perangkat desa, dan tokoh masyarakat untuk mengikuti kegiatan ini secara serius agar mampu menjadi ujung tombak edukasi kebencanaan di gampong masing-masing.

⁸Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Sosialisasi KIE Daerah Rawan Bencana Tahun 2025, dengan resmi saya nyatakan dibuka,” ucapnya disambut tepuk tangan hadirin.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat Kabupaten Bireuen, serta memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana ke depan.

Pantauan Wartawan, Kegiatan Sosialisasi, Komunikasi, Infomasi dan Edukasi (KIE) Daerah Rawan Bencana 2025 Berjalan Lancar Dan Sukses.

HENDRI

Berita Terkait

BUMDes Permata Majapahit Tak Transparan, Warga Tanjangrono Tuntut Kejelasan
DPC PKB Kota Langsa Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi, Fokus Rekrutmen Kader dan Pemenangan 2029
Mahasiswa KKN-PPM Unimal Kelompok 30 Gotong Royong Bersihkan Halaman Kantor Geuchik Seuneubok Drien
POLRES ACEH TAMIANG RAIH PENGHARGAAN KAPOLRI ATAS CAPAIAN IKPA SEMPURNA TAHUN ANGGARAN 2025
Camat Sekerak Gelar Temu Ramah Bersama Kapolsek Karang Baru yang Baru
7 Gugus Jenjang MI Tampil Liga Sepak Bola Mini Soccer ke-3.
Wakil Ketua DPRD Kota Medan H. Zulkarnain, S.K.M. Tampung Keluhan Konstituennya, Infra Struktur hingga Bantuan Sosial Jadi Sorotan
DPP KAMPUD: Penetapan Tersangka Eks Jampidsus FA Tanpa Rompi Tahanan dan Borgol, Ada Perlakuan Khusus
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:32

Hadiri RDP Dugaan Penyerobotan Lahan di DPRD Madina, Ketua DPW Formabes Sumut : Hak Masyarakat Akan Tetap Kami Perjuangkan

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:57

Kredibilitas CV Nurdin Bersaudara Diragukan, PT Konindo Panorama Konsultan Gagal Pengawasan Proyek SPAM

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:06

REUNCONG ACEH, MENDUKUNG NAMA KOMJEN WAHYU WIDADA MENGUAT, SOSOK PROFESIONAL LAYAK PIMPIN POLRI

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:46

Wali Kota Langsa Serahkan Baitul Mal Award 2026, Tegaskan Komitmen Pengelolaan Zakat yang Amanah dan Transparan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:06

Gajah Liar Ditemukan Mati di Areal HGU PT MPLI, Polsek Tamiang Hulu Amankan Lokasi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:10

Ratusan Guru Madrasah Mengikuti Seminar Nasional PGM Indonesia Provinsi Aceh.

Minggu, 9 Agustus 2026 - 05:19

Haji Uma Minta Pelaku Pencabulan Anak di Aceh Tamiang Diproses Secara Hukum, Sesuai UU Nomor 12 Tahun 2022 Tentang TPKS

Minggu, 9 Agustus 2026 - 05:05

RAPAT KE-2 SEKBER FAHMI: PERKUAT SINERGI ADVOKAT DAN MEDIA, SIAP BENTUK TIM AHLI HINGGA PENGEMBANGAN APLIKASI

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x