Masyarakat Sangat Berterima Kasih , Dengan Selesainya Jembatan Kuta Blang.

- Penulis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 10:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – Bireuen
Peresmian Jembatan Kuta Blang Diselingi Dengan Tepung Tawar, Santunan Anak Yatim Piatu Serta Doa Bersama,
Sabtu ( 27/12/05;) pagi, menandai berakhirnya masa sulit warga Bireuen yang selama sebulan terisolasi akibat terputusnya jembatan penghubung Aceh – Sumatera.

Deru kendaraan yang kembali melintas di atas Jembatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, seakan menjadi suara lega bagi ribuan warga Aceh.

Jembatan yang selama sebulan terakhir terputus akibat bencana banjir bandang dan longsor itu, akhirnya resmi kembali difungsikan sebagai penghubung utama jalur Medan–Banda Aceh.

Peresmian berlangsung khidmat dan penuh nuansa kearifan lokal. Prosesi diawali dengan tepung tawar (peusijuek) oleh pemuka agama setempat, dilanjutkan santunan kepada anak yatim, sebagai simbol doa dan syukur atas kembalinya urat nadi kehidupan masyarakat.

Pejabat pemerintah pusat, daerah, TNI, tokoh masyarakat, hingga warga pengguna jalan memadati lokasi.
Wajah-wajah lelah yang sempat dihantui krisis kini berubah menjadi senyum harap.

“Alhamdulillah, hari ini Jembatan Kuta Blang sudah selesai dan dapat digunakan,” ujar Direktur Pembangunan Jembatan Dirjen Bina Marga, Rakhman Taufik, ST, M.Sc pada media.

Ia menjelaskan, pihaknya telah mengirim 11 unit jembatan bailey ke Aceh, sementara TNI mengerahkan delapan unit tambahan dalam kolaborasi penanganan darurat.

“Jembatan ini akan terus digunakan sampai pembangunan jembatan permanen rampung.

Saat ini kami sedang melakukan survei awal kelayakan untuk pembuatan jembatan baru yang permanen di Kuta Blang.
Jika jembatan lama masih memungkinkan direhabilitasi, maka akan kami bangun kembali. Begitu juga jembatan-jembatan yang rusak di sepanjang DAS Peusangan, Insya Allah semuanya akan dibangun kembali,” tegasnya.

Di sisi lain, Wakazidam Iskandar Muda Letkol Czi Surya Adi tak mampu menyembunyikan rasa harunya.

“Kami sangat kasihan melihat kondisi warga selama ini akibat putusnya jembatan.
Harga-harga melonjak, aktivitas terganggu. Mudah-mudahan dengan aktifnya kembali jembatan ini, kondisi ekonomi segera normal. Kami akan terus berkarya demi negara dan warga Aceh,” ungkapnya.

Sementara itu, bagi Bupati Bireuen, H. Muklis, ST, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan denyut hidup masyarakat.

“Jembatan Kuta Blang adalah urat nadi perekonomian rakyat Bireuen.
Ketika jembatan ini putus, harga-harga langsung melambung.
Tanpa bantuan pemerintah pusat, kami tidak akan sanggup. Untuk itu kami sangat berterima kasih,” katanya.

Sekedar informasi bahwa proses pembangunan jembatan Kuta Blang ini melibatkan banyak pihak, dari PU, TNI/Polri, Adhi Karya dan Kontraktor Lokal PT. Krueng meuh.

Terputusnya Jembatan ini memicu instabilitas ekonomi, karena jalur tersebut menjadi sarana vital distribusi logistik dari Sumatera Utara – ke Aceh.

Selama masa darurat, warga terpaksa menyeberangi Sungai Peusangan menggunakan boat getek, sebuah perjalanan penuh risiko. Empat kali insiden terbaliknya perahu sempat terjadi, bahkan di Ulee Jalan, Peusangan Selatan, satu korban dilaporkan meninggal dunia.

Kini, dengan berdirinya kembali Jembatan Kuta Blang, denyut kehidupan Bireuen perlahan berangsur normal.
Roda ekonomi kembali berputar, arus logistik kembali mengalir, dan yang terpenting,
harapan masyarakat kembali menyatu.

Pantau Wartawan Di Lokasi, Uji Coba Kendaraan Roda Dua Dan Empat Dengan Sistem Buka Tutup Yang Di Bantu Oleh POM, Polres Bireuen Beserta Perhubungan Berjalan Lancar.

HENDRI

Berita Terkait

Polres Aceh Timur Saweu Sikulah
Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Perhatikan Kasus Anak di NTT
Walikota Langsa Lantik dan Serahkan SK Pengangkatan 1.352 PPPK Paruh Waktu
Sinergi TNI dan Masyarakat Desa Setie dalam Pembangunan Jembatan Darurat
Pemko Langsa dan DPRK Langsa Berjuang untuk Tenaga Honorer yang Belum Lolos PPPK
Babinsa Koramil 06/Manyak Payed Bersama Taruna, Taruni Akmil Bantu Bersihkan Parit Dan pengecatan SDN 1 Mayak Payed
Babinsa Koramil 05/Tamiang Hulu Bantu Bersihkan Rumah Warga Pasca Banjir
PT Radio Sonya Manis Februari Mendatang Mengelar ”Jalan Santai Ceria “Peduli Bencana Banjir Dan Longsor Aceh – Sumut.
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 05:12

Perbaikan Jalan Lintas Nasional Medan–Banda Aceh Jadi Langkah Pemulihan Pascabanjir Bandang

Selasa, 10 Februari 2026 - 03:49

Tumpukan Kayu Pasca Banjir Bandang Di Minang Gini Aceh Tamiang Terbakar, Api Belum Padam

Senin, 9 Februari 2026 - 14:24

Dari Bekasi untuk Aceh Tamiang, PMI Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp100 Juta dan logistik

Senin, 9 Februari 2026 - 14:02

Kasat lantas Polres Aceh Timur Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2026

Senin, 9 Februari 2026 - 13:58

740 Mahasiswa Umuslim Sukses Melaksanakan KKM Pascabencana, Bantu Pemulihan 26 Gampong di Bireuen.

Senin, 9 Februari 2026 - 12:59

Rapat Ditunda, Datok Penghulu se Kecamatan Sekerak Kecewa Terhadap Ketua DPRK Aceh Tamiang

Senin, 9 Februari 2026 - 12:43

Lumpur Pascabanjir Tak Surutkan Langkah PMI Pulihkan Sumur Warga Aceh Tamiang

Senin, 9 Februari 2026 - 12:40

Lumpur Pascabanjir Tak Surutkan Langkah PMI Pulihkan Sumur Warga Aceh Tamiang

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x