Redenominasi Rupiah 2027, Dr. Muhammad Nasir: “Kesiapan Publik Menjadi Faktor Penentu”

- Penulis

Rabu, 19 November 2025 - 09:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infolangsa.com – Lhokseumawe, Pemerintah menargetkan kebijakan redenominasi rupiah tuntas pada 2027. Agenda penyederhanaan nominal tanpa mengubah nilai mata uang ini mendapat perhatian berbagai pihak, termasuk akademisi dan pelaku usaha daerah.

Dalam wawancara melalui pesan WhatsApp beberapa waktu lalu, Dr. Muhammad Nasir, Dosen Magister Keuangan Islam Terapan Politeknik Negeri Lhokseumawe, Peneliti Sosial Kemasyarakatan, sekaligus Pembina Yayasan Generasi Cahaya Peradaban, memberikan pandangannya mengenai tingkat kesiapan masyarakat Aceh dan potensi dampak kebijakan tersebut terhadap sektor usaha.

1. Kesiapan Masyarakat dan Pelaku Usaha di Aceh

Menjawab pertanyaan mengenai kesiapan daerah seperti Aceh, Dr. Nasir menilai masyarakat dan pelaku usaha masih berada pada tahap awal dalam memahami apa itu redenominasi.

“Banyak masyarakat yang masih rancu antara redenominasi dengan sanering. Ini masalah pertama yang harus dibereskan. Tanpa literasi yang baik, masyarakat mudah salah paham dan akhirnya ragu menerima kebijakan ini,” jelasnya.

Namun ia menambahkan bahwa sebagian pelaku UMKM di Aceh sebenarnya melihat peluang positif. Penyederhanaan nominal dinilai dapat mempermudah transaksi, memperjelas pencatatan keuangan, dan membuat proses pembukuan lebih efisien.

“Jika pemerintah mampu melakukan edukasi dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan konteks lokal, saya yakin penerimaan publik di Aceh akan lebih baik,” katanya.

2. Dampak Jangka Pendek dan Panjang bagi UMKM dan Sektor Informal

Menanggapi pertanyaan kedua, Dr. Nasir menyebut ada dua skenario dampak: jangka pendek yang penuh tantangan, dan jangka panjang yang berpotensi membawa manfaat besar.

Dampak jangka pendek, menurutnya, mencakup biaya transisi seperti:

penyesuaian label harga,

pembaruan sistem kasir atau aplikasi digital,

pelatihan karyawan,

risiko salah hitung dan kekeliruan pencatatan.

Ia juga mengingatkan tentang fenomena money illusion atau salah persepsi harga yang pernah terjadi di Turki dan Rusia. “Risiko inflasi psikologis selalu ada jika masyarakat belum memahami nilai sebenarnya dari nominal baru,” ujarnya.

Sementara dampak jangka panjang dinilai jauh lebih konstruktif.

“Redenominasi dapat meningkatkan efisiensi administrasi, mempermudah pencatatan bagi UMKM, dan memperkuat integrasi mereka ke sistem ekonomi digital. Nominal yang ringkas membuat transaksi lebih cepat dan akuntansi lebih transparan,” jelas Dr. Nasir.

Ia menilai Indonesia saat ini memiliki fondasi ekonomi yang relatif kuat, pertumbuhan stabil, inflasi rendah, dan digitalisasi UMKM yang terus meningkat sehingga momentum ini layak dimanfaatkan.

Edukasi Jadi Penentu Keberhasilan

Dr. Nasir menegaskan bahwa edukasi publik, kejelasan komunikasi pemerintah, dan kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci utama keberhasilan redenominasi.

“Redenominasi bukan hanya perubahan angka. Ini soal kepercayaan publik. Jika komunikasi pemerintah kuat dan konsisten, masyarakat Aceh termasuk UMKM dan sektor informal dapat beradaptasi tanpa kegaduhan,” tutupnya.
(Iskandar M. Tjut)

 

Berita Terkait

BUMDes Permata Majapahit Tak Transparan, Warga Tanjangrono Tuntut Kejelasan
DPC PKB Kota Langsa Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi, Fokus Rekrutmen Kader dan Pemenangan 2029
Mahasiswa KKN-PPM Unimal Kelompok 30 Gotong Royong Bersihkan Halaman Kantor Geuchik Seuneubok Drien
POLRES ACEH TAMIANG RAIH PENGHARGAAN KAPOLRI ATAS CAPAIAN IKPA SEMPURNA TAHUN ANGGARAN 2025
Camat Sekerak Gelar Temu Ramah Bersama Kapolsek Karang Baru yang Baru
7 Gugus Jenjang MI Tampil Liga Sepak Bola Mini Soccer ke-3.
Wakil Ketua DPRD Kota Medan H. Zulkarnain, S.K.M. Tampung Keluhan Konstituennya, Infra Struktur hingga Bantuan Sosial Jadi Sorotan
DPP KAMPUD: Penetapan Tersangka Eks Jampidsus FA Tanpa Rompi Tahanan dan Borgol, Ada Perlakuan Khusus
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:29

Polres Bireuen Tangkap Spesialis Pembobol Rumah Sekolah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:23

LSM KCBI: Jangan Main-Main dengan Perut Anak! MBG SMAN 1 Berastagi Makan Korban

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:16

Kemenag RI Dorong Percepatan Rehabilitasi Madrasah dan Rumah Ibadah di Aceh Tamiang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:14

Digitalisasi Pajak Daerah, Bupati Aceh Tamiang Dorong Pemanfaatan SILAPANG Versi 2

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:33

Dandim 0117/Aceh Tamiang Tinjau Latihan Paskibra Kabupaten Atam

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:13

Camat Langsa Baro Ajak 12 Gampong Kobarkan Semangat “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:03

Kapolres Aceh Tamiang: “Media Mitra Strategis Sampaikan Informasi Akurat ke Masyarakat”.

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:37

Polsek Tamiang Hulu Berikan Himbauan Larangan Karhutla cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x