InfoLangsa.Com – Aceh Tamiang
Penggunaan gawai (smartphone) tanpa pengawasan yang ketat dinilai menjadi salah satu pemicu utama menurunnya semangat belajar serta terganggunya tumbuh kembang anak secara psikologis. Menyadari ancaman digital tersebut, Bupati Aceh Tamiang bersama Bunda PAUD mengimbau para orang tua untuk membatasi durasi penggunaan ponsel pada anak secara tegas di rumah.
Hal ini menjadi pesan utama yang disuarakan di sela-sela kunjungan kolaboratif jajaran pemerintah daerah memantau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di TK Negeri 2 Pembina Karang Baru dan SD Negeri 1 Tualang Cut, Manyak Payed, Kamis (16/7/26). Kunjungan bersama ini menjadi bagian dari komitmen daerah menyelaraskan Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan.
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, menegaskan bahwa perlindungan karakter anak di era teknologi harus dimulai dari lingkungan keluarga. Hal tersebut juga sejalan dengan komitmen Gerakan Ayah Mengantar Anak Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang tengah dikampanyekan secara masif di kabupaten tersebut.
“Kita tidak bisa membiarkan anak tumbuh sendirian di balik layar gawai. Peran orang tua, khususnya kehadiran ayah dan ibu secara nyata di rumah, sangat krusial untuk menjaga kesehatan mental serta membina hubungan sosial mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri,” kata Bupati Armia.
Senada dengan itu, Bunda PAUD Kabupaten Aceh Tamiang, Yuyun Armia mengingatkan pentingnya peran aktif orang tua dalam mendampingi masa transisi anak-anak dari jenjang PAUD ke sekolah dasar. Masa penyesuaian ini menuntut anak untuk lebih banyak berinteraksi secara fisik dan berkonsentrasi pada lingkungan belajar yang baru, bukan beralih ke dunia virtual.
“Penggunaan gawai tanpa kontrol yang ketat dapat mengikis semangat belajar anak sejak dini. Kami mengetuk hati para orang tua untuk lebih aktif mengawasi dan memberikan batasan yang jelas dalam penggunaan ponsel di rumah. Mari kita kembalikan ruang bermain dan ruang belajar yang sehat bagi mereka,” ujar Bunda PAUD Aceh Tamiang tersebut.
Kunjungan bersama di TK Negeri 2 Pembina Karang Baru dan SD Negeri 1 Tualang Cut, Manyak Payed, ini dilakukan untuk memastikan masa transisi belajar anak-anak berjalan ramah, menyenangkan, dan bebas dari tekanan belajar yang berlebihan.
Dalam pada itu Bupati Armia dan Bunda PAUD, Yuyun Armia, berharap kolaborasi erat antara pihak sekolah dan para orang tua dapat terjalin dengan baik, tidak hanya dalam proses akademik di kelas melainkan juga pembiasaan pola asuh yang bijak teknologi di rumah.
Keduanya berkomitmen, bahwa langkah pendampingan akan dilakukan secara berkesinambungan oleh jajaran Forkopimda, SKPK, serta para pemangku kepentingan terkait di Aceh Tamiang demi mewujudkan ekosistem pendidikan yang adaptif sekaligus tetap melindungi kualitas mental generasi penerus bangsa. ( Jon )

















