Rahmad Sukendar Desak Pengusutan Tuntas Longsor Tambang Gunung Kuda: “Jangan Ada yang Kebal Hukum

- Penulis

Senin, 2 Juni 2025 - 06:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – JAKARTA,
Kasus longsor tambang galian di kawasan Gunung Kuda, Cirebon, yang menewaskan sejumlah pekerja dan memicu kecaman publik, kini memasuki babak baru. Setelah polisi menetapkan Ketua Koperasi Pesantren dan seorang pengurus koperasi sebagai tersangka, desakan agar pihak lain yang terlibat turut diproses hukum pun menguat.

Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Rahmad Sukendar, menyatakan bahwa kasus ini harus diusut hingga ke akar-akarnya.

“Kami mendesak agar pelaku lainnya juga diusut. Jangan hanya berhenti pada dua orang tersangka. Beredar informasi kuat bahwa ada oknum-oknum lain yang turut terlibat atau membekingi aktivitas tambang ilegal ini,” tegas Rahmad, Senin (2/6/2025).

Ia menilai bahwa proses hukum harus dilakukan secara transparan dan tanpa pandang bulu, apalagi jika menyangkut nyawa manusia dan kerusakan lingkungan.

“Jangan ada yang kebal hukum. Jika ada pejabat, aparat, atau tokoh lokal yang terlibat, harus diproses secara adil. Ini menyangkut tanggung jawab moral dan hukum,” sambungnya.

Rahmad juga menyinggung bahwa informasi yang diterima oleh pihaknya menunjukkan adanya dugaan keterlibatan sejumlah pihak yang selama ini dianggap “tak tersentuh”. Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum, khususnya Polres Cirebon dan Polda Jawa Barat, untuk mengembangkan kasus ini secara menyeluruh.

“Kami dari BPI KPNPA RI akan terus memantau dan mengawal kasus ini. Masyarakat juga berharap agar kasus ini menjadi momentum untuk penertiban tambang ilegal di Cirebon dan daerah lainnya,” ujar Rahmad.

Sebagai informasi, kegiatan tambang di Gunung Kuda telah lama menjadi sorotan karena dianggap merusak lingkungan dan beroperasi tanpa izin resmi. Tragedi longsor yang terjadi beberapa waktu lalu menewaskan sejumlah pekerja dan menjadi alarm keras bagi aparat dan pemerintah daerah.
(Red)

Berita Terkait

LSM KCBI Dorong Pemeriksaan Bawaslu Dairi Tanpa Tebang Pilih
Dinilai Tidak Objektif Dan Profesional, Para Penggugat Perkara Gugatan Kewarisan Akan Melaporkan Oknum Hakim Ke KY
Rutan Kelas I Tangerang Pastikan Semua Layanan Gratis, Warga Binaan Diberikan Sosialisasi
Lapas Bireuen Salurkan Bantuan Kerudung Dari Menteri Imipas Bagi Korban Banjir Kabupaten Bireuen
Asesmen Lapangan BKPI Berakhir, Warek I: “Titik Awal Mutu Berkelanjutan”.
Dukung Hak Pendidikan, Rutan Kelas I Tangerang Gelar PKBM Paket C bagi Warga Binaan
Workshop Kecantikan Hairdressing SMK Negri 3 Langsa Oleh Puspita Marta International Beauty School
Puncak hari jadi ke-24 Aceh Tamiang, Bupati Armia Sampaikan Progres Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 16:15

LSM KCBI Dorong Pemeriksaan Bawaslu Dairi Tanpa Tebang Pilih

Sabtu, 11 April 2026 - 14:51

Dinilai Tidak Objektif Dan Profesional, Para Penggugat Perkara Gugatan Kewarisan Akan Melaporkan Oknum Hakim Ke KY

Sabtu, 11 April 2026 - 13:05

Rutan Kelas I Tangerang Pastikan Semua Layanan Gratis, Warga Binaan Diberikan Sosialisasi

Sabtu, 11 April 2026 - 12:33

Lapas Bireuen Salurkan Bantuan Kerudung Dari Menteri Imipas Bagi Korban Banjir Kabupaten Bireuen

Sabtu, 11 April 2026 - 11:35

Asesmen Lapangan BKPI Berakhir, Warek I: “Titik Awal Mutu Berkelanjutan”.

Sabtu, 11 April 2026 - 07:14

Workshop Kecantikan Hairdressing SMK Negri 3 Langsa Oleh Puspita Marta International Beauty School

Sabtu, 11 April 2026 - 02:58

Puncak hari jadi ke-24 Aceh Tamiang, Bupati Armia Sampaikan Progres Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana

Jumat, 10 April 2026 - 15:48

TNI dan Pemko Turun Tangan, Bantuan Mengalir untuk Korban Angin Kencang di Hagu Selatan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x