InfoLangsa.Com – Aceh Tamiang
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menegaskan larangan segala bentuk pungutan liar dan praktik transaksional dalam tata kelola pendidikan daerah. Kepala sekolah yang baru dilantik juga diinstruksikan untuk segera mengakselerasi perbaikan fasilitas pendidikan akibat banjir melalui program revitalisasi sekolah, agar proses belajar-mengajar tidak terganggu.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, saat melantik 55 kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (14/10/26). Para pejabat yang dilantik terdiri dari 3 kepala TK, 43 kepala SD, dan 9 kepala SMP negeri.
Bupati Armia dalam amanatnya menekankan, pembenahan tata kelola satuan pendidikan di Aceh Tamiang harus dimulai dari transparansi anggaran, khususnya pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Penggunaan dana BOS wajib dipertanggungjawabkan secara akuntabel dan berlandaskan aturan hukum untuk mencegah potensi penyalahgunaan wewenang.
“Saya tegaskan, proses mutasi dan promosi ini bersih dari segala bentuk transaksional. Saya tidak ingin mendengar adanya kutipan atau pungutan liar di lingkungan sekolah. Kelola dana BOS secara transparan, akuntabel, dan sesuai aturan hukum,” kata Armia.
Selain tata kelola anggaran, Pemkab Aceh Tamiang menaruh perhatian serius pada penanganan fasilitas sekolah yang rusak terdampak bencana banjir. Bupati meminta seluruh kepala sekolah bergerak cepat mengakselerasi prasarana dan sarana fisik satuan pendidikan masing-masing melalui program revitalisasi yang dibiayai Kemendikdasmen.
Kepala sekolah diinstruksikan membangun koordinasi intensif dengan komite sekolah dan orang tua murid agar penanganan dampak bencana tepat sasaran. Langkah mitigasi ini dinilai krusial guna mencegah lonjakan angka putus sekolah akibat kendala ekonomi dan kerusakan sarana pascabencana.
Di samping pemulihan fisik, para pimpinan sekolah dituntut menciptakan iklim belajar yang adaptif dan inovatif. Sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, satuan pendidikan diminta menyeimbangkan pencapaian akademik dengan penguatan pendidikan karakter, kedisiplinan, serta penanaman moral bagi para siswa.
Pelantikan Kepala Sekolah sore tadi turut dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Aceh Tamiang, Ketua MPD, Ketua dan Anggota Komisi V DPRK, sejumlah Kepala SKPK serta tamu undangan lainnya. (*)


















