InfoLangsa.Com – JAKARTA
Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons langkah Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri yang menggeledah 13 lokasi dalam penyidikan dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait kasus batu bara.
Dalam keterangannya pada Jumat (10/7/2026), Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah menghormati seluruh proses hukum yang sedang dijalankan aparat penegak hukum (APH), sekaligus mengajak semua pihak menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
“Kita semua menghormati setiap proses hukum yang sedang dilaksanakan oleh Aparat Penegak Hukum, dalam hal ini Kepolisian. Kita juga menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah sehingga terhindar dari spekulasi maupun penilaian yang tidak produktif,” ujar Prasetyo.
Prasetyo menegaskan, sejak awal masa pemerintahannya, Presiden RI Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi. Presiden, kata dia, berulang kali mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan, khususnya para aparatur negara, agar segera melakukan pembenahan dan menjaga integritas.
“Beliau berulang kali mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan, khususnya para aparatur negara, agar segera berbenah dan membersihkan diri sebelum tindakan penegakan hukum atau pembersihan itu dilakukan,” katanya.
Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo memandang korupsi sebagai salah satu persoalan terbesar bangsa yang harus diberantas secara serius. Karena itu, pemerintah terus berupaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
“Bapak Presiden terus menegaskan bahwa korupsi merupakan salah satu pekerjaan rumah terbesar bangsa ini. Apa pun tantangan yang dihadapi, kita tidak boleh menyerah. Kita harus terus memperbaiki tata kelola, memperkuat integritas, dan membangun pemerintahan yang bersih,” tegasnya.
Selain mendukung penegakan hukum, Prasetyo juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga situasi nasional tetap kondusif. Menurutnya, stabilitas dan persatuan menjadi modal penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa sekaligus mempercepat pelaksanaan program pembangunan.
“Hanya dengan suasana yang aman, bersatu, dan saling percaya, kita dapat menyelesaikan berbagai persoalan bangsa serta mempercepat pelaksanaan program-program pembangunan demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.
(Red)

















