Dirlantas Polda Sumbar Tekankan Keselamatan, Polantas Menyapa Masyarakat dengan Pendekatan Humanis

- Penulis

Kamis, 3 September 2026 - 15:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.COM – Padang
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis, komunikatif dan berorientasi pada pelayanan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program “Polantas Menyapa”, sebuah langkah pelayanan yang menempatkan personel lalu lintas tidak hanya sebagai petugas yang mengatur dan menegakkan aturan di jalan raya, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang hadir untuk mendengar, membantu, memberikan edukasi serta menciptakan rasa aman bagi pengguna jalan.

Program Polantas Menyapa menjadi salah satu bentuk implementasi pelayanan kepolisian yang mengedepankan komunikasi dua arah. Personel Ditlantas Polda Sumbar didorong untuk tidak menjaga jarak dengan masyarakat, melainkan hadir secara langsung di tengah aktivitas warga.

Kehadiran tersebut menjadi penting karena tugas kepolisian lalu lintas tidak semata-mata berkaitan dengan penindakan terhadap pelanggaran. Lebih dari itu, Polantas memiliki tanggung jawab besar dalam membangun kesadaran masyarakat agar tercipta budaya berlalu lintas yang aman, tertib dan berkeselamatan.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan, pertanyaan, maupun keluhan yang berkaitan dengan lalu lintas dan pelayanan kepolisian.

Personel juga memberikan penjelasan secara langsung mengenai berbagai ketentuan lalu lintas, pentingnya kelengkapan administrasi kendaraan, penggunaan perlengkapan keselamatan serta perilaku berkendara yang dapat mencegah terjadinya kecelakaan.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan humanis merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Melalui program Polantas Menyapa, kami ingin meruntuhkan sekat antara petugas dengan masyarakat. Polantas tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran, tetapi juga hadir untuk menyapa, mendengar, memberikan edukasi dan membantu masyarakat,” tegasnya, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, pelayanan kepolisian harus mampu memberikan rasa nyaman kepada masyarakat. Setiap personel dituntut untuk memberikan pelayanan dengan sikap ramah, sopan, komunikatif, namun tetap profesional dalam menjalankan tugas dan kewenangannya.

Ia menambahkan, terciptanya keamanan dan ketertiban lalu lintas tidak dapat hanya dibebankan kepada kepolisian. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat karena keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama.

“Keselamatan lalu lintas bukan hanya tanggung jawab Polantas. Dibutuhkan kesadaran seluruh pengguna jalan. Karena itu, kami terus mengajak masyarakat untuk menjadikan tertib berlalu lintas sebagai kebutuhan dan budaya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kombes Pol. Reza.

Polisi Hadir Bukan Sekedar Menindak

Program Polantas Menyapa sekaligus mempertegas perubahan paradigma pelayanan kepolisian lalu lintas. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran, kecelakaan atau kemacetan, tetapi juga hadir dalam situasi normal untuk membangun komunikasi dengan masyarakat.

Pendekatan seperti ini diharapkan dapat menciptakan hubungan yang lebih dekat antara masyarakat dan personel kepolisian.

Ketika komunikasi terbangun dengan baik, masyarakat akan lebih mudah menyampaikan informasi maupun persoalan yang mereka temui di lapangan. Sebaliknya, kepolisian juga lebih mudah menyampaikan pesan-pesan keselamatan dan aturan lalu lintas kepada masyarakat.

Kehadiran personel di tengah masyarakat juga menjadi kesempatan untuk memberikan edukasi secara langsung dengan bahasa yang mudah dipahami.

Pesan mengenai keselamatan berkendara, misalnya, tidak cukup hanya disampaikan melalui spanduk, media sosial maupun imbauan tertulis. Edukasi secara langsung dinilai mampu membangun interaksi sekaligus membuka ruang dialog antara petugas dan pengguna jalan.

Sejumlah pesan keselamatan yang terus ditekankan antara lain penggunaan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, penggunaan sabuk keselamatan bagi pengemudi dan penumpang mobil, mematuhi rambu serta batas kecepatan, tidak menggunakan telepon seluler ketika berkendara dan selalu mengutamakan keselamatan.

Prinsipnya sederhana: lebih baik mencegah daripada harus menangani akibat kecelakaan.

Bangun Kesadaran, Bukan Sekedar Takut Ditilang

Kombes Pol. Reza juga menekankan bahwa tujuan utama edukasi lalu lintas bukan semata-mata membuat masyarakat takut terhadap sanksi hukum.

Lebih jauh, kepolisian ingin membangun kesadaran bahwa aturan lalu lintas dibuat untuk melindungi keselamatan setiap orang.

Dengan demikian, kepatuhan terhadap aturan diharapkan muncul karena kesadaran pribadi, bukan semata-mata karena keberadaan petugas di jalan.

“Kami ingin masyarakat tertib bukan karena takut kepada polisi, tetapi karena memahami bahwa keselamatan dirinya, keluarganya dan pengguna jalan lainnya jauh lebih penting,” ungkapnya.

Menurutnya, satu tindakan sederhana seperti menggunakan helm dengan benar, memakai sabuk keselamatan, tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara dan mematuhi batas kecepatan dapat menjadi langkah besar dalam mencegah terjadinya kecelakaan.

Karena itu, jajaran Ditlantas Polda Sumbar terus didorong untuk menjadikan edukasi dan komunikasi sebagai bagian dari pelaksanaan tugas sehari-hari.

Perkuat Kepercayaan Publik

Program Polantas Menyapa juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.

Pelayanan yang ramah, terbuka dan responsif diharapkan mampu menghilangkan kesan bahwa masyarakat hanya berhadapan dengan polisi ketika berurusan dengan pelanggaran hukum.

Sebaliknya, Polantas diharapkan benar-benar menjadi sahabat masyarakat di jalan raya.

Pendekatan tersebut sejalan dengan berbagai kegiatan Ditlantas Polda Sumbar yang mengedepankan interaksi langsung dengan warga, termasuk kegiatan edukasi keselamatan, pelayanan administrasi kendaraan serta komunikasi informal dengan pengguna jalan.

Dalam sejumlah kegiatan sebelumnya, personel Ditlantas juga aktif memberikan pendampingan dan penjelasan kepada masyarakat mengenai berbagai kebutuhan pelayanan lalu lintas. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak harus selalu berlangsung dalam suasana formal dan kaku.

Bahkan dalam kegiatan di lapangan, personel juga mengedepankan prinsip bahwa kehadiran polisi harus mampu memberikan solusi.

Hal tersebut menjadi penting karena masyarakat membutuhkan kepastian, informasi yang jelas serta pelayanan yang mudah dipahami.

“Polantas Menyapa, Masyarakat Berbudaya”

Semangat yang dibangun melalui program ini pada akhirnya diarahkan untuk menciptakan budaya berlalu lintas yang lebih baik di Sumatera Barat.

Polantas Menyapa bukan sekedar slogan, tetapi menjadi bagian dari pendekatan pelayanan yang mengutamakan kedekatan antara polisi dan masyarakat.

Melalui komunikasi yang intensif, edukasi yang berkelanjutan serta pelayanan yang humanis, Ditlantas Polda Sumbar berharap masyarakat semakin sadar bahwa keselamatan di jalan raya merupakan kepentingan bersama.

Polisi membutuhkan masyarakat, dan masyarakat membutuhkan polisi

Hubungan tersebut harus dibangun melalui komunikasi, kepercayaan dan kepedulian.

Kombes Pol. Reza menegaskan bahwa jajaran Ditlantas Polda Sumbar akan terus mendorong personelnya agar hadir secara aktif di tengah masyarakat.

“Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. Polantas harus hadir dekat dengan masyarakat, mendengar keluhan mereka, memberikan edukasi dan memastikan masyarakat mendapatkan rasa aman serta nyaman dalam berlalu lintas,” pungkasnya.

Dengan semangat tersebut, Polantas Menyapa diharapkan semakin memperkuat citra Polri yang humanis, profesional dan responsif.

Kehadiran personel di jalan raya bukan hanya untuk mengatur kendaraan maupun melakukan penegakan hukum, tetapi juga untuk menyampaikan pesan kemanusiaan yang paling mendasar: selamat sampai tujuan adalah hal yang utama.

Melalui kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat, budaya tertib berlalu lintas diharapkan semakin tumbuh dan menjadi kebiasaan bersama.

Sebab, jalan raya adalah ruang publik yang digunakan oleh semua orang. Ketika setiap pengguna jalan memiliki kesadaran untuk saling menghormati dan mengutamakan keselamatan, maka terciptalah lalu lintas yang aman, tertib, lancar dan berbudaya.

(Rosdiana Br Purba)

Berita Terkait

Dihadiri BNN, Polres hingga Kejari, Wabup Asahan Rianto Perkuat Strategi Perangi Narkoba di Asahan
Massa AM2S Sampaikan 8 Tuntutan ke Pemkab Aceh Tamiang Terkait HGU PT Semadam
PERMIT BGN: Jangan Tunggu Keracunan, “Perkuat 6 Sistem Pencegahan MBG Sekarang!”
Turut Berbelasungkawa, Panit 1 Binmas Polsek Tamalate Luangkan Waktu Melayat ke Rumah Warga.
AKPN Nusantara Aceh Timur Apresiasi Kinerja Dosen Melalui Penilaian SPMI
Muhammad Renza, Korban TPPO Asal Aceh Tamiang Pulang dari Madagaskar, Pemerintah Ingatkan Warga Waspada Iming-iming Gaji Besar
Kejari Bireuen Peringati Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81, Gelar Upacara hingga Santunan Anak Yatim.
Dandim 0107/Asel Turun Langsung Pimpin Pemadaman Bara di Ujung Mangki Aceh Selatan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 22:44

Dihadiri BNN, Polres hingga Kejari, Wabup Asahan Rianto Perkuat Strategi Perangi Narkoba di Asahan

Kamis, 3 September 2026 - 15:11

Dirlantas Polda Sumbar Tekankan Keselamatan, Polantas Menyapa Masyarakat dengan Pendekatan Humanis

Kamis, 3 September 2026 - 15:04

Massa AM2S Sampaikan 8 Tuntutan ke Pemkab Aceh Tamiang Terkait HGU PT Semadam

Kamis, 3 September 2026 - 13:54

PERMIT BGN: Jangan Tunggu Keracunan, “Perkuat 6 Sistem Pencegahan MBG Sekarang!”

Kamis, 3 September 2026 - 07:36

Turut Berbelasungkawa, Panit 1 Binmas Polsek Tamalate Luangkan Waktu Melayat ke Rumah Warga.

Rabu, 2 September 2026 - 23:53

Muhammad Renza, Korban TPPO Asal Aceh Tamiang Pulang dari Madagaskar, Pemerintah Ingatkan Warga Waspada Iming-iming Gaji Besar

Rabu, 2 September 2026 - 23:34

Kejari Bireuen Peringati Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81, Gelar Upacara hingga Santunan Anak Yatim.

Rabu, 2 September 2026 - 23:19

Dandim 0107/Asel Turun Langsung Pimpin Pemadaman Bara di Ujung Mangki Aceh Selatan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x