Dirlantas Polda Sumbar Imbau Pengendara Hindari Jalur Lembah Anai Usai Longsor Tutup Total Jalan Padang – Bukit Tinggi

- Penulis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 03:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com, Padang
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para pengguna kendaraan, untuk sementara waktu menghindari jalur Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, setelah ruas jalan utama yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Bukittinggi tersebut lumpuh total akibat tertutup material longsor, Rabu (29/7/2026) sore.

Longsor yang terjadi di kawasan Lembah Anai tersebut menutup seluruh badan jalan. Material longsoran berupa tanah, bebatuan berukuran besar, serta pepohonan tumbang memenuhi ruas jalan sehingga kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas.

Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di jalur Padang–Bukittinggi maupun sebaliknya mengalami gangguan total. Antrean kendaraan terlihat mengular cukup panjang dari kedua arah karena para pengguna jalan tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Kendaraan yang terdampak tidak hanya kendaraan pribadi. Sejumlah angkutan umum, bus antarkota, hingga truk pengangkut logistik juga terpaksa menghentikan perjalanan dan menunggu hingga akses jalan dapat kembali dibuka.

Situasi tersebut membuat para pengendara harus mengambil keputusan untuk tetap menunggu di lokasi atau mencari jalur alternatif. Sebagian pengendara memilih bertahan karena berharap proses pembersihan material dapat segera dilakukan, sementara sebagian lainnya memilih memutar arah meskipun harus menempuh perjalanan yang lebih jauh.

Longsor diduga dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur kawasan Lembah Anai sejak sore hari. Kondisi geografis kawasan tersebut yang berada di wilayah perbukitan dengan kontur tebing yang curam turut menyebabkan material tanah, batu, dan pepohonan longsor hingga menutup badan jalan.

Jalur Lembah Anai sendiri merupakan salah satu akses transportasi penting yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Bukittinggi. Karena itu, tertutupnya ruas jalan tersebut secara langsung berdampak terhadap mobilitas masyarakat dan arus kendaraan yang melintas dari kedua wilayah.

Salah seorang sopir truk, Rian, mengaku telah cukup lama terjebak dalam antrean setelah material longsor menutup seluruh badan jalan.

“Material longsor menutup seluruh badan jalan sehingga kendaraan tidak bisa melintas. Kami hanya bisa menunggu sampai jalur berhasil dibersihkan,” ujar Rian.

Menurut Rian, kondisi tersebut membuat perjalanan kendaraan terhenti dan para pengemudi harus menunggu kepastian pembukaan akses. Ia berharap proses pembersihan material longsor dapat dilakukan secepatnya sehingga kendaraan yang tertahan dapat kembali melanjutkan perjalanan.

“Kami memahami keselamatan adalah yang utama. Mudah-mudahan alat berat bisa segera membuka akses sehingga perjalanan kembali lancar,” katanya.

Tidak lama setelah kejadian, petugas gabungan bersama instansi terkait langsung bergerak menuju lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengamankan kawasan, mengatur arus lalu lintas, serta memastikan keselamatan masyarakat dan pengguna jalan yang berada di sekitar lokasi longsor.

Petugas juga melakukan pengaturan terhadap kendaraan yang terjebak di sekitar lokasi agar kondisi lalu lintas tetap terkendali. Pengamanan menjadi perhatian penting mengingat material longsor masih menutupi badan jalan dan kawasan tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Sejumlah alat berat kemudian diterjunkan untuk mempercepat proses pembersihan material longsor. Tanah, bebatuan, dan pepohonan yang menutup badan jalan harus dievakuasi agar akses transportasi dapat kembali dibuka.

Petugas bekerja maksimal dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan. Proses pembersihan tidak hanya bertujuan membuka kembali akses kendaraan, tetapi juga memastikan kondisi sekitar lokasi cukup aman bagi masyarakat sebelum arus lalu lintas kembali dinormalkan.

Dirlantas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan kondisi tersebut.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami mengimbau pengguna jalan untuk sementara tidak melintasi jalur Lembah Anai sampai proses pembersihan selesai dan kondisi dinyatakan aman oleh petugas,” ujar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq.

Imbauan tersebut disampaikan agar masyarakat tidak memaksakan diri melintasi kawasan yang masih tertutup material longsor. Selain menghambat proses pembersihan, memaksakan perjalanan dalam kondisi tersebut juga dapat membahayakan keselamatan pengendara.

Dirlantas Polda Sumbar juga meminta seluruh pengguna jalan untuk mematuhi arahan petugas yang berada di lapangan. Masyarakat diharapkan mengikuti rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama proses penanganan berlangsung.

“Kami meminta masyarakat mengikuti seluruh petunjuk petugas di lapangan. Jangan memaksakan diri melintas karena kondisi masih berpotensi membahayakan keselamatan,” tegasnya.

Menurutnya, kepatuhan masyarakat terhadap arahan petugas sangat diperlukan agar penanganan longsor dapat berlangsung dengan baik. Pengguna jalan juga diharapkan tidak mendekati area yang masih berpotensi membahayakan.

Selain persoalan material longsor yang menutup badan jalan, kondisi cuaca di wilayah Sumatera Barat juga menjadi perhatian. Dirlantas Polda Sumbar mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan karena kondisi cuaca masih berpotensi memicu longsor susulan maupun pohon tumbang.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu memantau informasi resmi dari kepolisian maupun instansi terkait sebelum melakukan perjalanan sehingga dapat menentukan jalur yang paling aman,” tambahnya.

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada masyarakat yang hendak melakukan perjalanan melalui jalur Padang–Bukittinggi. Pengguna jalan diminta tidak hanya mempertimbangkan kelancaran perjalanan, tetapi juga faktor keamanan dan kondisi jalur yang akan dilalui.

Dalam situasi seperti ini, informasi mengenai perkembangan kondisi jalan menjadi penting bagi masyarakat. Karena itu, pengguna jalan diharapkan terus memantau informasi resmi dari kepolisian maupun instansi terkait sebelum menentukan perjalanan.

Sementara itu, proses pembersihan material longsor terus dilakukan oleh petugas gabungan bersama instansi terkait. Alat berat tetap dikerahkan untuk mengangkat material yang menutup badan jalan.

Pengamanan di sekitar lokasi juga diperketat. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah masyarakat mendekati area longsor yang masih berpotensi membahayakan, sekaligus memberikan ruang bagi petugas dan alat berat untuk melakukan proses pembersihan.

Para pengendara yang masih tertahan di sekitar lokasi diharapkan tetap bersabar dan mengikuti arahan petugas. Kondisi jalan yang tertutup total membuat kendaraan belum dapat melintas dari kedua arah.

Rian, salah seorang sopir truk yang terdampak langsung oleh kejadian tersebut, kembali berharap agar proses pembersihan dapat segera diselesaikan.

“Kami memahami keselamatan adalah yang utama. Mudah-mudahan alat berat bisa segera membuka akses sehingga perjalanan kembali lancar,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, akses jalan Padang–Bukittinggi melalui kawasan Lembah Anai masih belum dapat dilalui kendaraan dari kedua arah. Proses pembersihan material longsor masih berlangsung dan pengamanan di sekitar lokasi terus dilakukan.

Dirlantas Polda Sumbar kembali mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri melintasi jalur tersebut sebelum mendapatkan kepastian bahwa kondisi telah aman.

Masyarakat yang akan melakukan perjalanan juga diimbau untuk terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari kepolisian dan instansi terkait. Dengan demikian, pengguna jalan dapat menentukan pilihan perjalanan berdasarkan kondisi terkini dan menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Keselamatan pengguna jalan tetap menjadi perhatian utama selama proses penanganan longsor berlangsung. Seluruh masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan, mematuhi arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

(Rosdiana Br Purba)

Berita Terkait

Gajah Liar Ditemukan Mati di Areal HGU PT MPLI, Polsek Tamiang Hulu Amankan Lokasi
CFD Langsa Makin Ramai, Wali Kota dan Wawako Hadir di Tengah Ribuan Warga
Ratusan Guru Madrasah Mengikuti Seminar Nasional PGM Indonesia Provinsi Aceh.
Haji Uma Minta Pelaku Pencabulan Anak di Aceh Tamiang Diproses Secara Hukum, Sesuai UU Nomor 12 Tahun 2022 Tentang TPKS
RAPAT KE-2 SEKBER FAHMI: PERKUAT SINERGI ADVOKAT DAN MEDIA, SIAP BENTUK TIM AHLI HINGGA PENGEMBANGAN APLIKASI
Disnaker Sudah Anjurkan Sekali Bayar! LSM KCBI Deli Serdang: Direktur PT ES Hupindo Bandel, Siap-Siap Ditutup
Ketua DPW Fast Respon Counter Polri Nusantara Aceh Apresiasi Kepedulian Sosial Medco kepada Masyarakat Aceh Timur
H. Mukhlis ST Lepas Kontingen Pramuka Menuju Cibubur, Jakarta Timur.
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:06

Gajah Liar Ditemukan Mati di Areal HGU PT MPLI, Polsek Tamiang Hulu Amankan Lokasi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:40

CFD Langsa Makin Ramai, Wali Kota dan Wawako Hadir di Tengah Ribuan Warga

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:10

Ratusan Guru Madrasah Mengikuti Seminar Nasional PGM Indonesia Provinsi Aceh.

Minggu, 9 Agustus 2026 - 05:19

Haji Uma Minta Pelaku Pencabulan Anak di Aceh Tamiang Diproses Secara Hukum, Sesuai UU Nomor 12 Tahun 2022 Tentang TPKS

Minggu, 9 Agustus 2026 - 05:05

RAPAT KE-2 SEKBER FAHMI: PERKUAT SINERGI ADVOKAT DAN MEDIA, SIAP BENTUK TIM AHLI HINGGA PENGEMBANGAN APLIKASI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:11

Ketua DPW Fast Respon Counter Polri Nusantara Aceh Apresiasi Kepedulian Sosial Medco kepada Masyarakat Aceh Timur

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:06

H. Mukhlis ST Lepas Kontingen Pramuka Menuju Cibubur, Jakarta Timur.

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:58

Tim Asesor Lakukan Visitasi Akreditasi di SDN 11 Jeunieb.

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x