Rapidin Simbolon Serukan Kader PDI Perjuangan Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur pada HUT ke 81 RI

- Penulis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.COM, Medan – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Utara menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor DPD PDI Perjuangan Sumut, Jalan Letjen Jamin Ginting, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Senin (17/8/2026).

Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, upacara tersebut diikuti jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan dari berbagai tingkatan. Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Rapidin Simbolon, bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam amanatnya, Rapidin menegaskan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan. Momentum 17 Agustus, menurutnya, harus menjadi ruang refleksi sekaligus pengingat bagi seluruh kader tentang tanggung jawab untuk melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa.

Ia mengatakan, 81 tahun Indonesia merdeka merupakan perjalanan panjang yang diwarnai berbagai tantangan. Karena itu, kemerdekaan harus terus diisi dengan kerja nyata, pengabdian dan keberpihakan kepada rakyat.

“Kita masih jauh tertinggal dari perwujudan keadilan sosial. Bagaimana kita mengambil peran untuk mewujudkan Indonesia adil dan makmur,” ujar Rapidin.

Menurut Rapidin, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan harus memiliki makna nyata dalam kehidupan masyarakat. Kemerdekaan tidak cukup hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi harus diwujudkan melalui hadirnya negara dan seluruh elemen bangsa dalam menjawab persoalan rakyat.

Ia menekankan, perjuangan mewujudkan keadilan sosial sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945 masih menjadi pekerjaan besar. Oleh sebab itu, setiap kader PDI Perjuangan harus mampu mengambil peran sesuai dengan posisi dan tanggung jawab masing-masing.

“Kemerdekaan harus kita isi dengan keberanian untuk bekerja dan hadir di tengah rakyat. Kader tidak boleh hanya berbicara mengenai perjuangan, tetapi harus menunjukkan perjuangan itu melalui tindakan yang memberikan manfaat bagi rakyat,” sebut Rapidin.

Rapidin menyebut tanggung jawab tersebut bukan hanya berada di pundak pengurus di tingkat pusat. Seluruh struktur partai, mulai dari DPP, DPD, DPC hingga Pengurus Anak Cabang (PAC), memiliki tanggung jawab sama untuk menerjemahkan semangat perjuangan partai dalam kehidupan nyata.

Menurutnya, kader harus mampu memahami kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing. Persoalan yang dihadapi rakyat harus menjadi perhatian bersama, sehingga kehadiran partai benar-benar dirasakan dan tidak hanya terlihat ketika momentum politik berlangsung.

“Kita harus hadir, mendengar dan memahami persoalan rakyat. Dari sana kita menentukan apa yang bisa kita kerjakan. Politik bagi PDI Perjuangan harus berangkat dari kepedulian dan keberpihakan kepada rakyat,” ujarnya.

Jangan Kehilangan Akar Rumput

Rapidin juga mengingatkan seluruh kader agar tidak kehilangan jati diri PDI Perjuangan sebagai partai yang tumbuh dari akar rumput.

Menurutnya, hubungan dengan rakyat harus terus dirawat. Rakyat bukan hanya menjadi bagian dari perjalanan politik, tetapi merupakan sumber kekuatan dan akar perjuangan partai.

“Jangan pernah menjauh dari rakyat. Datang kepada rakyat bukan hanya ketika membutuhkan dukungan, tetapi setiap saat ketika rakyat membutuhkan perhatian dan perjuangan kita,” tegas Rapidin.

Ia menambahkan, kader yang berada di berbagai tingkatan harus mampu membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat. Dengan demikian, berbagai persoalan sosial dapat diketahui secara langsung dan dicarikan jalan keluar melalui kerja bersama.

Semangat kemerdekaan, lanjut Rapidin, harus diterjemahkan dalam bentuk pengabdian, kepedulian dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut merupakan kekuatan penting bangsa Indonesia sekaligus menjadi bagian dari karakter perjuangan PDI Perjuangan.

Kedaulatan Harus Dirasakan Rakyat

Mengulas tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, Rapidin mengatakan bahwa tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan cita-cita yang harus terus diperjuangkan.

Kedaulatan, menurutnya, tidak hanya berarti Indonesia terbebas dari penjajahan. Kedaulatan juga menyangkut kemampuan bangsa untuk berdiri di atas kekuatan sendiri, menjaga kepentingan nasional dan memastikan pembangunan memberikan manfaat kepada seluruh rakyat.

Sementara keadilan dan kemakmuran harus menjadi sesuatu yang dapat dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Indonesia berdaulat, adil dan makmur harus menjadi cita-cita bersama. Ukurannya bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi bagaimana rakyat mendapatkan kesempatan, perlindungan dan kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh kader PDI Perjuangan Sumatera Utara untuk menjadikan momentum HUT ke 81 Kemerdekaan RI sebagai titik penguatan semangat perjuangan sekaligus konsolidasi internal.

Persatuan dan gotong royong, katanya, harus menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa dan daerah. Nilai tersebut tidak hanya diperlukan dalam aktivitas kepartaian, tetapi juga dalam kehidupan sosial.

“Kita boleh berbeda latar belakang, tetapi tujuan kita harus sama, yaitu bagaimana Indonesia semakin kuat dan rakyat semakin sejahtera. Karena itu, semangat persatuan dan gotong royong harus terus kita hidupkan,” tegasnya.

Rapidin kembali mengingatkan bahwa perjuangan kader tidak boleh berhenti setelah upacara selesai. Justru setelah momentum peringatan kemerdekaan tersebut, kader harus kembali bekerja dan menjalankan tugas pengabdian di tengah rakyat.

“Tantangan kita adalah bagaimana mengambil peran. Karena itu, jangan pernah berhenti berjuang dan mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata serta keberpihakan kepada rakyat,” ucapnya.

Dihadiri Jajaran Pengurus dan Kader

Wakil Ketua DPD Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan, menjelaskan bahwa upacara tersebut dihadiri seluruh jajaran pengurus DPD.

Di antaranya Meriahta Sitepu, Sorta Siahaan, Dameria Pangaribuan, Mawarni Tampubolon, Syarifah Alatas, Alamsyah Hamdani, Muhammad Afan, Tavip Ginting, Dumanter Tampubolon, Penyabar Nakhe, Darsen Song, Landen Marbun dan Wong Chun Sen.

Upacara juga dihadiri anggota Fraksi DPRD Sumut, Pantur Banjar Nahor dan Agustinus Zega. Kepala Sekretariat, Sartika Purba bersama seluruh staf sekretariat turut hadir.

Selain itu, Satgas Partai, Badan Partai, BBHR serta sayap partai Repdem juga mengikuti rangkaian kegiatan. Media Center DPD dan Nezar Salabuan turut menjadi peserta sekaligus mendukung pelaksanaan seluruh rangkaian upacara.

Melalui peringatan HUT ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut, DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara menegaskan kembali pentingnya menjaga semangat kebangsaan, memperkuat persatuan dan memastikan perjuangan politik tetap berorientasi pada kepentingan rakyat.

Bagi Rapidin, kemerdekaan bukanlah garis akhir perjuangan. Kemerdekaan merupakan amanah yang harus terus diisi dengan kerja, pengabdian dan keberpihakan kepada rakyat.

Karena itu, seluruh kader PDI Perjuangan Sumatera Utara diajak menjadikan semangat 17 Agustus sebagai energi untuk memperkuat perjuangan mewujudkan Indonesia benar-benar berdaulat, adil dan makmur.

(RP)

Berita Terkait

Satreskrim Polres Nagan Raya Pasang Spanduk Himbauan,Cegah Aktivitas Penambangan Tampa Izin.
Dorong Pemberdayaan Long-Term Penyintas Bencana, Bupati Aceh Tamiang Minta Yakesma Berkontribusi Tiga Tahun ke Depan
DPP LSM TKN Kompas Nusantara Tunjukkan Kepedulian, Pemred GeberNews.com, Dodi Rikardo Sembiring Brahmana, S.Sos: Persaudaraan Ini Sangat Berarti
Demi Piala Gubsu, Pencak Silat Budi Luhur Terjunkan 35 Atlet pada Kejuaraan Open Sumut
Silaturahmi Kebangsaan di Samosir, Hasto dan Rapidin Dorong Persatuan di Tengah Keberagaman
Kantor PDIP Samosir Dibangun, Hasto dan Rapidin Kompak Serukan Kedekatan dengan Rakyat
Iskandar Midsen Minta BPN Aceh Timur Transparan dan Bebas Dari Dugaan Pungli.
7 Kecamatan Terdampak Suplai Air, Direktur Tirta Peusada Aceh Timur Berikan Himbauan Kepada Masyarakat.
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:51

Satreskrim Polres Nagan Raya Pasang Spanduk Himbauan,Cegah Aktivitas Penambangan Tampa Izin.

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:47

Dorong Pemberdayaan Long-Term Penyintas Bencana, Bupati Aceh Tamiang Minta Yakesma Berkontribusi Tiga Tahun ke Depan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:48

DPP LSM TKN Kompas Nusantara Tunjukkan Kepedulian, Pemred GeberNews.com, Dodi Rikardo Sembiring Brahmana, S.Sos: Persaudaraan Ini Sangat Berarti

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:46

Demi Piala Gubsu, Pencak Silat Budi Luhur Terjunkan 35 Atlet pada Kejuaraan Open Sumut

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:37

Rapidin Simbolon Serukan Kader PDI Perjuangan Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur pada HUT ke 81 RI

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:31

Kantor PDIP Samosir Dibangun, Hasto dan Rapidin Kompak Serukan Kedekatan dengan Rakyat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:02

Iskandar Midsen Minta BPN Aceh Timur Transparan dan Bebas Dari Dugaan Pungli.

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:56

7 Kecamatan Terdampak Suplai Air, Direktur Tirta Peusada Aceh Timur Berikan Himbauan Kepada Masyarakat.

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x