InfoLangsa.Com – Bireuen
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bireuen melaksanakan Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Tahun 2026 yang berlangsung selama satu hari, 30 Juni 2026, Di Aula Hotel Wisma Bireuen Jaya.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan kecamatan, TP PKK, kepala puskesmas, pengelola program kesehatan, rumah sakit, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian penyakit di Kabupaten Bireuen.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, dr. Irwan A Gani dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan kesehatan merupakan investasi penting dalam pembangunan daerah. Namun demikian, tantangan kesehatan yang dihadapi saat ini semakin kompleks dengan masih tingginya kasus penyakit menular serta meningkatnya penyakit tidak menular di masyarakat.
“Rapat koordinasi ini merupakan forum yang sangat penting dan strategis untuk memperkuat sinergi, meningkatkan koordinasi, serta mengevaluasi pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian penyakit di Kabupaten Bireuen.
Kegiatan ini juga menjadi sarana menyamakan persepsi dan merumuskan langkah-langkah perbaikan ke depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa beberapa isu prioritas yang memerlukan perhatian bersama meliputi pengendalian Tuberkulosis (TB), Demam Berdarah Dengue (DBD), Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hepatitis, peningkatan cakupan imunisasi, serta penguatan kewaspadaan terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).
Selain itu, peningkatan kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus juga menjadi perhatian serius seiring perubahan pola hidup masyarakat. Upaya percepatan penurunan stunting turut menjadi bagian penting yang memerlukan dukungan berbagai pihak karena berkaitan erat dengan kondisi kesehatan lingkungan dan penyakit infeksi.
Menurut dr.Rini Noviyanti, M.K.M berbagai permasalahan kesehatan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan koordinasi lintas sektor, komitmen bersama, dukungan kebijakan, pembiayaan, serta peran aktif masyarakat.
“Kita ingin memastikan seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama, bergerak dalam satu arah, dan memiliki rencana aksi yang jelas serta terukur dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit,” katanya.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan berbagai materi terkait kebijakan program kesehatan, pencegahan dan pengendalian penyakit menular maupun tidak menular, identifikasi permasalahan kesehatan daerah, serta penyusunan rencana tindak lanjut. Kegiatan dilaksanakan melalui metode diskusi, presentasi, dan tanya jawab.
Hasil yang diharapkan dari pertemuan ini antara lain terbangunnya koordinasi lintas sektor yang lebih kuat, teridentifikasinya berbagai permasalahan kesehatan di wilayah kerja masing-masing, tersusunnya rencana tindak lanjut program secara terpadu, serta meningkatnya komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan program kesehatan.
Di akhir sambutannya, Noviyanti menekankan pentingnya penguatan upaya promotif dan preventif, peningkatan deteksi dini melalui skrining kesehatan, penguatan peran puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, serta pengembangan inovasi daerah untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan di Kabupaten Bireuen.
Kegiatan Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tahun 2026
Menghadirkan 3 Nara sumber :
1.dr.Irwan
Kadinkes Bireuen.
2.Cut Efri Maizar,
SKM, MKM Dinas
Kesehatan Aceh.
3.Drh.Husna Hajjati
Bappeda Bireuen.
Kegiatan Pertemuan Koordinasi Dan Sosialisasi Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, dr.Irwan A Gani dengan harapan dapat menghasilkan langkah-langkah strategis yang berdampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Bireuen.
HENDRI

















