InfoLangsa.Com – Langsa
Seorang tenaga *Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K)* berinisial *RF* yang bertugas di Sekretariat DPRK Langsa akhirnya buka suara. Ia mendatangi sejumlah wartawan pada Selasa (28/7/2026) pukul 13.02 WIB untuk melakukan klarifikasi terkait beredarnya voice note yang menudingnya terlibat perbuatan tidak senonoh di lingkungan kantor.
*Akui Suara, Tapi Bantah Isi*
RF membenarkan bahwa suara dalam rekaman tersebut adalah suaranya. Namun ia menegaskan isi rekaman itu dibuat di bawah tekanan.
“*Benar itu suara saya. Tapi rekaman itu dibuat karena adanya tekanan, intimidasi, dan paksaan dari seseorang berinisial M. Saya disuruh membacakan teks yang sudah disiapkan sambil direkam*,” ujar *Rusfita Julianti*.
Menurutnya, peristiwa ini sudah berlangsung hampir 1 tahun. Ia mengaku tidak hanya mengalami tekanan secara verbal, tetapi juga merasa dirugikan secara materi.
“*Harta benda saya terkuras karena perbuatan tersebut. Saya sudah tidak tahan lagi dengan teror yang terus terjadi. Karena itu saya memberanikan diri untuk melakukan pembelaan dan mencari keadilan melalui jalur hukum*,” lanjutnya.
RF juga menegaskan bahwa kejadian yang dituduhkan tidak pernah terjadi di Kantor Sekretariat DPRK Langsa.
“*Tuduhan perbuatan mesum di beberapa titik kantor itu tidak benar. Ini semua murni karena tekanan dan intimidasi. Tidak ada sangkut pautnya dengan institusi Sekretariat DPRK Langsa*,” tegasnya.
*Voice Note Diduga Direkayasa*
Sebelumnya, media online dengan kode berita “Jihandak Belang” juga menerima voice note tersebut dari sumber khusus. Setelah diklarifikasi, RF menyatakan rekaman itu adalah hasil rekayasa.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut marwah lembaga dan harkat pribadi seorang tenaga honorer. Hingga berita ini diturunkan, pihak yang dituding berinisial “M” belum dapat dikonfirmasi.
Sumber: Jihandak Belang & Oknum P3K Sekretariat DPRK Langsa
Redaksi:InfoLangsa.Com

















