InfoLangsa.Com – Lhokseumawe,
Kegiatan pendidik sebaya anti narkoba yang dilaksanakan oleh BNN Kota Lhokseumawe bertempat di Petro Dolar Lhokseumawe mulai tanggal 24-26 Juli 2026 dengan mengundang siswa siswi SMP sederajat di Kota Lhokseumawe. Peserta dibekali materi oleh Trainer sekaligus motivator dari Lembaga Self Management Indonesia Azwar Djafar, selama dua hari dan dilanjutkan dengan simulasi anti narkoba di hari terakhir. .
Kepala BNN Kota Lhokseumawe Henry Pahala Marbun, SE., M.M dalam sambutannya menyampaikan bahwa upaya pencegahan penggunaan narkoba harus dimulai sejak dini yaitu mulai usai sekolah SMP sederajat. Hal ini berkaitan dengan maraknya penggunaan narkoba di kalangan remaja. Mulai dari coba-coba sampai dengan tingkat kecanduan. Awalnya remaja mulai melakukan “ngelem” yaitu tindakan menghirup aroma lem sehingga ketagihan dan mirisnya berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi yaitu penggunaan sabu-sabu.
Di sisi lain, Muhammad Iqbal, S.STP, M.Sos selaku Ketua Tim Pencegahan BNN Kota Lhokseumawe juga menyampaikan bahwa remaja merupakan masa rentan dalam upaya coba-coba menggunakan narkoba. Oleh karena itu perlu kiranya menjaga diri remaja dari penggunaan narkoba dan bahan adiktif lainnya.
Azwar Djafar selaku trainer menyampaikan pentingnya memahami jati diri remaja sehingga remaja tidak mudah tergoda oleh bujuk rayu orang lain untuk menggunakan narkoba. Selain itu, remaja juga diharapkan dapat melakukan tindakan yang positif seperti berorganisasi dan berolahraga.
Diakhir kegiatan, peserta melakukan simulasi anti narkoba dengan berani berkata tidak pada narkoba serta melakukan kunjungan ke tempat Rehabilitasi Narkoba yaitu Yayasan Permata Atjeh Peduli (YPAP) yang berlokasi di Desa Hagu Barat Laut Kota Lhokseumawe guna memperoleh informasi terkait dampak dari penggunaan narkoba langsung dari residen.
( Iskandar M. Tjut )

















