Kodim 0108/Aceh Tenggara Lanjutkan Pembangunan Jembatan Gantung di Desa Gulo

- Penulis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – Aceh Tenggara
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang dilaksanakan jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga Kamis (07/05/2026), progres pengerjaan jembatan yang berlokasi di Desa Gulo, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, telah mencapai 26,25 persen.

Pembangunan jembatan tersebut menjadi salah satu upaya nyata dalam membuka akses wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan sarana transportasi. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat menjadi solusi penting bagi masyarakat yang selama ini menghadapi hambatan mobilitas akibat rusaknya infrastruktur penghubung di wilayah tersebut.

Di lapangan, proses pembangunan terus dikebut oleh personel TNI bersama masyarakat setempat melalui semangat gotong royong yang kuat. Kebersamaan antara aparat dan warga terlihat dalam setiap tahapan pekerjaan, mulai dari persiapan material, pengerjaan konstruksi, hingga penataan area sekitar lokasi pembangunan. Semangat kebersamaan tersebut menjadi modal utama dalam mempercepat penyelesaian jembatan agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Koordinator umum lapangan, Peltu Dedi Cahyadi, menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Gulo merupakan hasil dari survei lapangan terhadap sejumlah wilayah yang terdampak kerusakan infrastruktur akibat bencana alam. Dari hasil peninjauan tersebut, lokasi di Desa Gulo dinilai menjadi salah satu titik prioritas karena kerusakan jembatan sebelumnya cukup parah dan menghambat aktivitas masyarakat.

Menurutnya, sebelum pembangunan dimulai, akses jembatan di lokasi tersebut dalam kondisi terputus sehingga tidak dapat dilalui kendaraan. Bahkan di beberapa titik, jalur yang ada hanya dapat digunakan oleh pejalan kaki dengan tingkat risiko yang cukup tinggi, terutama saat debit air sungai meningkat.

“Beberapa titik sebelumnya rusak dan hanya bisa dilewati pejalan kaki. Kondisi ini tentu menyulitkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama untuk membawa hasil pertanian, akses pendidikan, maupun keperluan kesehatan,” ujar Peltu Dedi Cahyadi.

Ia menambahkan, pengerjaan saat ini difokuskan pada penyelesaian satu sesi pembangunan terlebih dahulu sebelum dilanjutkan ke tahapan berikutnya. Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahap kedua dan akan terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan rencana teknis yang telah disusun.

Menurut Peltu Dedi, prioritas pembangunan jembatan memang diarahkan pada daerah-daerah yang memiliki banyak aliran sungai serta kondisi geografis yang cukup menantang. Di wilayah seperti ini, keberadaan jembatan gantung memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta meningkatkan faktor keselamatan saat melintas.

“Di beberapa wilayah kondisi sungainya lebar meskipun tidak terlalu dalam. Dengan adanya jembatan ini diharapkan aktivitas masyarakat menjadi lebih aman dan lancar. Selain itu, pemerataan ekonomi juga akan semakin meningkat,” jelasnya.

Pembangunan jembatan tersebut juga merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di daerah terpencil. Program ini sejalan dengan upaya pemerataan pembangunan nasional yang menitikberatkan pada peningkatan akses infrastruktur dasar, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah pedalaman.

Kehadiran jembatan ini nantinya diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selama ini, keterbatasan akses transportasi membuat masyarakat kesulitan mengangkut hasil pertanian dan perkebunan menuju pusat-pusat distribusi. Dengan adanya jembatan gantung perintis, hasil bumi masyarakat nantinya dapat diangkut menggunakan kendaraan secara lebih mudah, cepat, dan efisien.

Selain itu, jembatan ini juga diyakini akan memberikan manfaat besar bagi sektor pendidikan dan kesehatan. Anak-anak sekolah yang sebelumnya harus menempuh jalur yang cukup berbahaya akan memiliki akses yang lebih aman menuju sekolah. Demikian pula masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan akan lebih mudah menjangkau fasilitas kesehatan terdekat tanpa harus menghadapi kendala medan yang berat.

Lebih jauh, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Gulo diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, mempercepat perputaran ekonomi desa, serta mendorong tumbuhnya aktivitas sosial masyarakat secara lebih baik. Infrastruktur yang memadai akan membuka peluang yang lebih luas bagi perkembangan kawasan pedalaman di Kabupaten Aceh Tenggara.

Di lokasi pembangunan, semangat gotong royong antara personel TNI dan masyarakat hingga kini terus terlihat. Warga secara sukarela turut membantu berbagai pekerjaan sesuai kemampuan masing-masing. Keterlibatan aktif masyarakat tersebut menjadi cerminan kuatnya kebersamaan serta harapan besar agar pembangunan jembatan dapat segera rampung dan memberikan manfaat bersama.

Kodim 0108/Aceh Tenggara berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar sesuai target yang telah ditetapkan. Dengan progres yang terus menunjukkan perkembangan positif, jembatan tersebut diharapkan segera selesai sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat, khususnya warga Kecamatan Darul Hasanah dan sekitarnya.

Melalui pembangunan Jembatan Gantung Perintis ini, diharapkan keterisolasian wilayah secara bertahap dapat teratasi, akses masyarakat menjadi semakin terbuka, dan roda perekonomian desa dapat bergerak lebih cepat demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat di daerah pedalaman.

Redaksi

Berita Terkait

Polsek Samudera Intensifkan Patroli Malam, Antisipasi Guantibmas di Wilayah Aceh Utara
Bupati Aceh Tamiang Terima Kunjungan Kerja Bupati Serang dan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana Hidrometeorologi
PPDB Dibuka! SMK Negeri 1 Samalanga Siap Cetak Lulusan Siap Kerja di 3 Jurusan Unggulan TA 2026/2027
Kasus Mantan Karutan Ambon Masih Berproses, Ricky Dwi Biantoro: Tidak Ada Ampun bagi Petugas Terlibat Narkoba
TMMD 128 Kodim 0104/Atim Tancap Gas: Bedah RTLH, Bangun TPA, MCK & Air Bersih untuk Warga Birem Bayeun
Junaidi SH Pimpin KBI Kabupaten Deli Serdang
Ibu Korban Yakin 3 Tersangka Lainnya, Yang Mengeroyok Brutal Anaknya Segera Ditangkap Polisi
Peringati Hari Buruh, Pekerja Medco E&P Malaka Sumbang 136 Kantong Darah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:08

Polsek Samudera Intensifkan Patroli Malam, Antisipasi Guantibmas di Wilayah Aceh Utara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:57

Bupati Aceh Tamiang Terima Kunjungan Kerja Bupati Serang dan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana Hidrometeorologi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:45

PPDB Dibuka! SMK Negeri 1 Samalanga Siap Cetak Lulusan Siap Kerja di 3 Jurusan Unggulan TA 2026/2027

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:28

Kasus Mantan Karutan Ambon Masih Berproses, Ricky Dwi Biantoro: Tidak Ada Ampun bagi Petugas Terlibat Narkoba

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:48

TMMD 128 Kodim 0104/Atim Tancap Gas: Bedah RTLH, Bangun TPA, MCK & Air Bersih untuk Warga Birem Bayeun

Sabtu, 9 Mei 2026 - 03:26

Ibu Korban Yakin 3 Tersangka Lainnya, Yang Mengeroyok Brutal Anaknya Segera Ditangkap Polisi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 03:21

Peringati Hari Buruh, Pekerja Medco E&P Malaka Sumbang 136 Kantong Darah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 03:16

Rutan Ambon Gelorakan Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x