Laki-Laki dan Mata, Perempuan dan Telinga: Sebuah Cermin Sederhana tentang Cara Kita Terpikat

- Penulis

Jumat, 27 Maret 2026 - 00:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infolangsa.com — Ada ungkapan lama yang sering terdengar, laki-laki lemah pada apa yang dilihat, sementara perempuan lemah pada apa yang didengar. Ungkapan ini mungkin terdengar sederhana, bahkan klise. Namun jika kita mau jujur, ada realitas sosial yang membuatnya tetap relevan hingga hari ini.

Coba perhatikan bagaimana industri media bekerja. Majalah pria dewasa, sejak dulu hingga kini, cenderung dipenuhi visual. perempuan dengan pakaian minim, pose yang menggoda, dan estetika yang memang dirancang untuk memikat mata. Seolah-olah, visual adalah pintu utama menuju perhatian laki-laki.
Sebaliknya, majalah perempuan dewasa justru berbicara dalam bahasa yang berbeda. Isinya lebih banyak tentang resep, karier, hubungan, hingga horoskop. Ada narasi, ada kata-kata, ada makna yang “didengar” baik secara literal maupun emosional. Perempuan tidak sekadar melihat, tetapi meresapi.

Di sinilah letak perbedaan yang menarik: laki-laki seringkali tersentuh oleh apa yang tampak, sementara perempuan lebih tergerak oleh apa yang disampaikan.
Bagi laki-laki, gambar bisa cukup. Bagi perempuan, kata-kata bisa segalanya.

Namun, ini bukan sekadar soal biologis atau naluri semata. Ini juga soal bagaimana masyarakat membentuk keduanya. Laki-laki sejak kecil sering didorong untuk “melihat dan menilai”, sementara perempuan diajarkan untuk “mendengar dan merasakan”. Maka, ketika dewasa, pola itu menjadi kebiasaan yang terlihat alami.

Itulah sebabnya, pujian sederhana bisa memiliki kekuatan luar biasa bagi seorang perempuan. Didengar, dipahami, dan dihargai melalui kata-kata sering kali lebih berarti daripada sekadar penampilan. Sebaliknya, bagi laki-laki, daya tarik visual sering menjadi pintu pertama sebelum hal lain dipertimbangkan.

Tetapi kita juga perlu berhati-hati. Menggeneralisasi bukan berarti membenarkan. Tidak semua laki-laki hanya melihat, dan tidak semua perempuan hanya mendengar. Manusia jauh lebih kompleks dari sekadar dua kategori itu.

Yang menarik justru adalah bagaimana kita bisa memahami perbedaan ini untuk membangun hubungan yang lebih baik. Laki-laki bisa belajar bahwa perempuan membutuhkan perhatian dalam bentuk komunikasi yang tulus. Perempuan pun bisa memahami bahwa laki-laki sering kali merespons hal-hal visual sebagai bagian dari naluri yang sudah terbentuk.

Pada akhirnya, bukan soal siapa yang lebih lemah. Tapi soal bagaimana setiap manusia memiliki “pintu masuk” yang berbeda menuju hati dan pikirannya.
Dan mungkin, kunci hubungan yang sehat adalah sederhana ”
melihat dengan hati, dan mendengar dengan empati.”

Penulis : Chaidir Toweren

Berita Terkait

TMMD Satukan Langkah, Kodim 0117 Aceh Tamiang Bangun 12 Km Jalan di Desa Sulum
Berhenti Belajar Bagi Guru Bukan “Mekanisme Pertahanan”, Tapi Kemunduran
Menimbang “Pertumbuhan Memiskinkan” di Morowali Utara: Antara Realitas Empiris dan Agenda Perbaikan Tata Kelola
231 Siswa Kelas XII SMKN 3 Langsa Unjuk Karya Hasil Uji Kompetensi Keahlian
Mencari Arah Pembangunan Sumba Barat Daya
Profil Haedar Nashir: Sosok Top 100 Ilmuwan Sosial yang Membawa Muhammadiyah Mendunia.
Viral di TikTok, Tuduhan Nikah Siri dan Foto Tak Pantas Seret Nama Dirut RSUD Depati Hamzah
RSUD Langsa Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Untuk Masyarakat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:34

500 Masayarkat Tergabung PMPKKBSUSU Gelar Syukuran Penutupan Galian C Di Bantaran Sungai Ular yang Digagas Satgas Elang Biru DPP Garpu Nasdem

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:53

DISAKSIKAN WALIKOTA, MAHASISWA IAIN LANGSA BORONG AGAM-INONG DUTA WISATA 2026

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:17

Rutan Kelas I Tangerang Berikan Penyuluhan Hukum dan Pendampingan Bagi Tahanan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:18

PTPN I Regional 1 dan Forkopimcam Tanjung Morawa Tanam 300 Pohon Peringati Hari Bumi dan HUT Deli Serdang ke-80

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:51

Dukung Program Ketahanan Pangan, Rutan Kelas I Tangerang Panen Kacang Tanah dan Cabai Bersama Warga Binaan.

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:19

Jelang Hari Bhayangkara Ke-80 Polres Bireuen Sukses Mengumpulkan 86 Kantong Darah.

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:13

RIBUAN MASSA ATAM JAGO AKSI DAMAI DI DPRK ACEH TAMIANG, DUKUNG ASTA CITA & MBG

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:53

Cetak Generasi Tangguh, Babinsa Koramil 02/Langsa Gembleng Calon Prajurit TNI Sejak Dini

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x