InfoLangsa.Com – Bireuen
Keluarga besar Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkai dengan santunan anak yatim serta pembagian paket sembako bagi mahasiswa yang terdampak banjir. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan kampus UMMAH, Bireuen, Jumat (13/3/2026).
Acara yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan di bulan suci Ramadhan itu dihadiri oleh Rektor UMMAH Dr. H. Muharrir Asy’ari, Lc., M.Ag, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Firmawati, S.Psi., M.Pd, Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Nur Sa’adah, S.Psi., M.M, para dosen, mahasiswa, staf universitas, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Selain berbuka puasa bersama, panitia menyalurkan santunan kepada sejumlah anak yatim serta membagikan paket sembako kepada mahasiswa yang terdampak bencana banjir di wilayah Bireuen dan sekitarnya. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka dan membantu menjalani bulan Ramadhan dengan lebih baik.
Dalam sambutannya, Dr. H. Muharrir Asy’ari menekankan pentingnya kepedulian terhadap anak yatim sebagai tanggung jawab bersama masyarakat. Menurutnya, anak yatim adalah amanah yang harus dijaga agar tumbuh dengan baik, memperoleh pendidikan layak, dan merasakan kasih sayang seperti anak-anak lainnya.
Ia juga menyampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum tepat untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.
Sementara itu, dr. Athaillah A. Latief, Sp.OG, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMAH, mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum kembali kepada fitrah.
Ia menjelaskan bahwa memberikan makanan berbuka puasa kepada orang yang berpuasa, terutama fakir miskin dan anak yatim, merupakan amalan yang memiliki pahala besar di sisi Allah SWT.
“Barang siapa yang memberikan makanan untuk berbuka puasa kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki keimanan dan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT.
“Sesungguhnya Allah mendidik kita untuk memperbaiki iman dan ibadah agar kita kembali kepada fitrah sebagai hamba yang bertauhid dan tunduk kepada Allah,” jelasnya.
dr. Athaillah juga mengingatkan agar setiap ibadah dilakukan dengan keikhlasan dan tidak didasari oleh riya atau keinginan untuk dipuji orang lain. Menurutnya, hati nurani merupakan penuntun dalam membedakan perbuatan baik dan buruk, dan dosa besar sering bermula dari dosa-dosa kecil yang terus dilakukan hingga menumpuk dan menutup hati.
Melalui kegiatan tersebut, pihak kampus berharap momentum Ramadhan dapat mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.
Mega




















