Pulihkan Senyum Anak Pasca-Banjir: Dosen Universitas Samudra Gelar Trauma Healing di Desa Geudham

- Penulis

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – Aceh Tamiang
Banjir mungkin telah surut dari jalanan Desa Geudham, Kecamatan Manyak Payed, namun sisa-sisa trauma masih membekas nyata di ingatan anak-anak. Menanggapi kondisi tersebut, tim Pengabdian Masyarakat dari Universitas Samudra (Unsam) hadir membawa secercah harapan melalui program “Pendampingan Psikososial Berbasis Trauma Healing”. Bukan dengan alat berat, mereka hadir dengan metode bermain terapeutik untuk menyembuhkan luka yang tak terlihat.

Program yang dipimpin oleh Ummi Amanah, S.Pt., M.Pt., ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi kesehatan mental generasi muda pascabencana. Di Desa Geudham, banjir bukan sekadar genangan air, melainkan pemicu kecemasan. Banyak anak dilaporkan merasa was-was setiap kali mendung menggelayut, takut kehilangan tempat bermain, hingga mengalami penurunan kepercayaan diri akibat trauma lingkungan yang berulang.

Ketua Tim Pengabdian, Ummi Amanah, S.Pt., M.Pt., mengungkapkan bahwa selama ini upaya pemulihan pascabencana lebih sering difokuskan pada aspek fisik dan ekonomi, sementara kebutuhan psikologis sering kali terabaikan. Padahal, banyak anak di Desa Geudham menunjukkan gejala stres pascatrauma, seperti kecemasan berlebihan terhadap hujan, gangguan tidur, hingga perubahan perilaku menjadi lebih tertutup.

Melalui kegiatan bermain terapeutik, tim berusaha memberikan sarana alami bagi anak untuk mengekspresikan emosi yang terpendam dalam suasana yang aman dan menyenangkan.
“Kami ingin mengubah ketakutan itu menjadi kekuatan. Melalui kegiatan bermain yang terukur, kita membantu anak-anak memproses emosi negatif mereka dan mengubahnya menjadi resiliensi atau ketangguhan mental,” ujar Ummi Amanah. Menurutnya, pendekatan bermain adalah bahasa alami anak-anak untuk mengekspresikan apa yang tidak bisa mereka sampaikan lewat kata-kata.

Implementasi program ini menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari dosen hingga mahasiswa Program Studi Agribisnis. Anak-anak diajak mengikuti serangkaian aktivitas terstruktur, seperti permainan kelompok untuk membangun kebersamaan, menggambar ekspresi emosi, hingga sesi bercerita yang mengandung pesan harapan. Target utamanya adalah penguatan resiliensi, agar anak-anak memiliki kemampuan untuk bangkit dan beradaptasi kembali setelah mengalami situasi darurat. Tujuannya satu: memastikan bahwa bencana tidak mencuri masa kecil mereka.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Desa
Langkah nyata akademisi Universitas Samudra ini mendapat apresiasi hangat dari Pj Geuchik Desa Geudham, Said Muhazir. Ia menilai kehadiran tim pengabdian ini mengisi celah yang selama ini terabaikan dalam penanganan bencana di tingkat desa.
“Bantuan berupa sembako atau perbaikan fisik memang penting, tapi apa gunanya bangunan yang kokoh jika mental anak-anak kita rapuh?” ungkap Said Muhazir dengan nada bangga.
Said menambahkan bahwa dampak dari kegiatan ini mulai terasa di tengah masyarakat. Orang tua kini lebih memahami pentingnya dukungan psikologis, dan suasana desa menjadi lebih hidup dengan tawa anak-anak yang kembali ceria.
“Saya melihat sendiri bagaimana anak-anak kami kembali bersemangat. Bu Ummi dan tim mahasiswa bukan hanya membawa program, tapi membawa kebahagiaan. Sebagai Pj Geuchik, saya sangat mendukung penuh dan berharap kolaborasi seperti ini menjadi agenda rutin, agar Desa Geudham tidak hanya tangguh secara fisik menghadapi banjir, tapi juga tangguh secara jiwa,” pungkasnya.
Program ini diharapkan menjadi pemantik bagi daerah lain di Aceh Tamiang bahwa pemulihan pascabencana haruslah holistik.

Universitas Samudra membuktikan bahwa melalui sinergi antara ilmu pengetahuan dan kepedulian sosial, senyum anak-anak yang sempat hilang akibat bencana dapat dikembalikan lagi.

Redaksi

Berita Terkait

Mendikdasmen Resmikan Proyek Revitalisasi SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen.
Bupati Aceh Tamiang Tinjau Pembangunan Huntara
Nakes Paruh Waktu Pertanyakan Gaji Rp0 Dalam Kontrak Kerja
136 KK Kec. Rantau Terima DTH
Atasi Krisis Air Pasca Banjir, Dosen Universitas Samudra Bagikan Alat Filtrasi Portabel di Desa Geudham
Aksi Nyata Universitas Samudra: Optimalkan Gizi Warga Desa Geudham Pascabanjir Melalui Program Bubur Bergizi
Mendikdasmen Abdul Mu’ti,. Letakkan Batu Pertama Revitalisasi SMK Muhammadiyah Bireuen
Kunjungan Deputi Kemenko PMK ke Camp WASH PMI Aceh Tamiang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 16:58

Mendikdasmen Resmikan Proyek Revitalisasi SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen.

Selasa, 10 Maret 2026 - 16:06

Bupati Aceh Tamiang Tinjau Pembangunan Huntara

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:26

Nakes Paruh Waktu Pertanyakan Gaji Rp0 Dalam Kontrak Kerja

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:18

136 KK Kec. Rantau Terima DTH

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:24

Pulihkan Senyum Anak Pasca-Banjir: Dosen Universitas Samudra Gelar Trauma Healing di Desa Geudham

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:10

Aksi Nyata Universitas Samudra: Optimalkan Gizi Warga Desa Geudham Pascabanjir Melalui Program Bubur Bergizi

Selasa, 10 Maret 2026 - 12:12

Mendikdasmen Abdul Mu’ti,. Letakkan Batu Pertama Revitalisasi SMK Muhammadiyah Bireuen

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:39

Kunjungan Deputi Kemenko PMK ke Camp WASH PMI Aceh Tamiang

Berita Terbaru

News

Bupati Aceh Tamiang Tinjau Pembangunan Huntara

Selasa, 10 Mar 2026 - 16:06

News

136 KK Kec. Rantau Terima DTH

Selasa, 10 Mar 2026 - 15:18

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x