InfoLangsa.Com – Aceh Tamiang
Dampak banjir besar akibat Siklon Tropis Senyar pada Desember 2025 masih menyisakan tantangan bagi warga Desa Geudham, Kecamatan Manyak Payed. Terkontaminasinya sumur warga oleh lumpur pekat dan polutan biologi membuat akses air bersih menjadi sangat terbatas. Merespons hal tersebut, tim dosen Universitas Samudra melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana pada 16 Februari 2026 dengan fokus pada kemandirian sanitasi rumah tangga.
Program ini dipimpin oleh Riska Amelia, S.Pt., M.Pt., dosen Program Studi Peternakan, yang menginisiasi penerapan teknologi filtrasi sederhana guna memulihkan kesehatan publik pascabencana.
Kemandirian Air Bersih Tiap Keluarga
Berbeda dengan bantuan konvensional, tim pengabdian memberikan solusi langsung ke dapur warga melalui Unit Filtrasi Portabel Skala Rumah Tangga. Alat ini dirancang khusus sebagai penyaring kran air yang mampu menyaring kotoran dan mikroorganisme melalui beberapa tahap penyaringan, termasuk penggunaan magnetic layer dan maifan stone.
“Inovasi ini bertujuan memberikan kemandirian air bersih bagi setiap keluarga sasaran agar mereka bisa mengolah air sumur yang tercemar menjadi jernih kembali untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas Riska Amelia.
Edukasi Sanitasi dan Pembagian Hygiene Kit
Selain solusi air bersih, tim yang beranggotakan mahasiswa Agribisnis—Jelaunda Ginting, Muhammad Fauzan, dan Reza Al Zhafran Sinaga—juga membagikan paket Hygiene Kit untuk menjaga kesehatan pribadi warga penyintas banjir. Paket kesehatan ini terdiri dari sabun, pasta gigi, sikat gigi dan pembalut. Bantuan ini diberikan guna mencegah munculnya penyakit menular pascabencana, seperti diare dan penyakit kulit, yang sering melanda area pengungsian maupun pemukiman yang baru saja terendam banjir.
Dukungan Perangkat Desa
Pelaksanaan program ini mendapat dukungan penuh dari perangkat Desa Geudham. Pj Geuchik Bapak Said Muhazir, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian akademisi terhadap kondisi warga.
“Kami sangat berterima kasih kepada tim dari Universitas Samudra. Bantuan alat filtrasi dan paket kesehatan ini sangat relevan dengan kebutuhan mendesak warga kami saat ini, terutama dalam memulihkan kualitas air sumur yang kotor akibat banjir,” ungkap Bapak Said Muhazir.
Beliau juga membantu memfasilitasi koordinasi di lapangan agar bantuan dapat tersalurkan dengan tertib dan tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan. Dengan adanya kolaborasi antara akademisi dan masyarakat desa, program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa pemulihan pascabencana.




















