InfoLangsa.Com
Langsa 20 agustus 2025
Belakangan ini, muncul pernyataan yang menyebutkan bahwa guru dan dosen dianggap sebagai beban negara. Pernyataan ini menimbulkan kontroversi dan protes dari berbagai kalangan, khususnya dari dunia pendidikan dan masyarakat umum.
Pernyataan tersebut muncul dalam sebuah diskusi tentang anggaran pendidikan yang dinilai membengkak dan membebani keuangan negara. Beberapa pihak berargumen bahwa pemberian gaji dan tunjangan yang besar kepada pendidik menjadi beban yang memberatkan negara, terutama di tengah situasi ekonomi yang menantang.
Namun, pernyataan itu menuai kritik tajam. Para pakar pendidikan dan organisasi profesi guru serta dosen menegaskan bahwa guru dan dosen justru merupakan aset penting dalam pembangunan bangsa. Mereka berperan dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas, yang nantinya akan menjadi pilar kemajuan negara.
“Kualitas sumber daya manusia sangat bergantung pada kualitas pendidikan. Tanpa guru dan dosen yang kompeten, mustahil kita bisa maju sebagai bangsa,” ujar T.Muntasya Dimar, Ketua BEM FEBI IAIN LANGSA. Ia juga menambahkan bahwa anggaran untuk pendidikan adalah investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Sejumlah tokoh pemerintah juga memberikan tanggapan agar pernyataan tersebut tidak disalahtafsirkan. Mereka menegaskan pentingnya memperbaiki manajemen anggaran pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan pendidik sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.
Masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan penuh kepada guru dan dosen sebagai garda terdepan dalam dunia pendidikan. Kritik yang membangun dan solusi bersama sangat diperlukan untuk memperbaiki sistem pendidikan Indonesia tanpa harus merendahkan profesi pendidik.
Redaksi InfoLangsa.Com

















