InfoLangsa.Com – Bireuen
Ratusan Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari 28 Sekolah di Kabupaten Bireuen turut serta dalam ajang Lomba Seni Dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat kabupaten.
Acara ini diselenggarakan di berbagai ruangan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Cot Gapu, Bireuen, pada hari Kamis dan Jum’at, 21 -22 Mey 2026.
Kegiatan lomba Seni Dan Sanstra Siswa Nasional yang bertujuan untuk menjaring talenta-talenta seni terbaik di kalangan siswa SMP ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Dr Muslim MSi,
pada Kamis (20/5/2026).
Dalam FLS3N tahun ini, para peserta berpartisipasi daIam delapan cabang lomba diantaranya : Ilustrasi, menyanyi solo, Kreatifitas Music Tradisional, Ansamber Campuran, Tari Kreasi, Pantomim, menulis cerita, dan Mendongeng.
Berdasarkan pantauan Media Info Langsa, para siswa menunjukkan antusiasme dan kreativitas tinggi selama pelaksanaan lomba.
Sementara itu, di lomba menulis cerita, para siswa tampak serius dan fokus menulis masing-masing, menuangkan imajinasi mereka ke dalam narasi. Pada lomba menggambar ekspresi, peserta menampilkan karya penuh warna menggunakan cat air, memperlihatkan kebebasan berekspresi sesuai imajinasi mereka.
Kemeriahan juga terasa di lomba pantomim, di mana peserta berdandan mencolok dengan wajah putih dan mengenakan kostum bergaris layaknya tokoh mime profesional, berhasil memukau juri dengan gerak-gerik ekspresif mereka.
Lomba menyanyi solo juga berlangsung meriah, dengan para siswa tampil percaya diri menyanyikan lagu yang telah ditentukan panitia di hadapan dewan juri dan tamu undangan.
Tak kalah menarik, dalam lomba tari kreasi, tiga siswa dari masing-masing kelompok tampil menawan dengan busana khas dan sinopsis tarian yang mereka bawakan, menunjukkan kekayaan budaya daerah.
Azhari, S Pd, M.Pd, Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, mengungkapkan bahwa pelaksanaan lomba ini melibatkan Puluhan juri serta guru pendamping. Ia menjelaskan bahwa FLS3N merupakan agenda tahunan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen.
Untuk tingkat kabupaten, pelaksanaannya dilakukan secara daring (online), sementara untuk tingkat provinsi nanti akan berlangsung secara luring (tatap muka).
“Ajang ini menjadi wadah bagi siswa-siswi untuk menyalurkan bakat seni yang sudah diasah di sekolah masing-masing. Mereka merupakan perwakilan dari 28 Sekolah . “ujar Azhari.
Lebih lanjut, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Dr Muslim MSi, menambahkan bahwa proses pendaftaran dilakukan secara daring. I
Ia menyayangkan masih ada beberapa sekolah yang telah menyiapkan siswanya namun tidak melakukan pendaftaran ulang secara online, sehingga tidak dapat mengikuti lomba.
Muslim berharap agar guru bidang kesenian di setiap sekolah lebih aktif dalam membina siswa, agar mereka dapat tampil maksimal dan meraih prestasi terbaik, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga hingga tingkat nasional.
HENDRI

















