Rahmad Sukendar: Jabatan Publik Masih Jadi “Lahan Setoran”, Presiden dan KPK Harus Bertindak

- Penulis

Rabu, 27 Agustus 2025 - 13:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – Jakarta
Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, melontarkan kritik keras terhadap praktik kotor yang masih merajalela dalam proses penunjukan pejabat di tanah air. Ia menegaskan bahwa jabatan publik, mulai dari level kasubdit hingga menteri, masih dibayangi budaya “setoran” dan “upeti” yang pada akhirnya melahirkan korupsi sistemik.

“Seharusnya ada rasa takut di dalam hati nurani untuk tidak melakukan korupsi dan suap. Namun semua itu sirna ketika ada tekanan dan ancaman. Fakta di lapangan, untuk bisa duduk di kursi wamen atau menteri harus ada setorannya. Begitu juga di level kasubdit, direktur hingga dirjen, yang tidak lepas dari upeti kepada atasan. Ini realita yang tidak bisa dipungkiri,” tegas Rahmad, Selasa (26/8/2025).

Rahmad menyebut, praktik jual-beli jabatan ini ibarat bom waktu yang menggerogoti integritas birokrasi negara. Pejabat yang naik karena setoran, kata dia, akan berusaha mengembalikan modal dengan cara-cara koruptif begitu menjabat.

“Bagaimana rakyat bisa berharap pelayanan bersih kalau pejabatnya sudah terbebani setoran sejak awal? Jangan heran bila korupsi, pungli, dan penyalahgunaan wewenang terus tumbuh subur,” sindirnya.

Ia mendesak Presiden dan lembaga penegak hukum, terutama KPK, untuk tidak menutup mata terhadap fenomena ini. “Kalau Presiden dan KPK berdiam diri, maka budaya korupsi akan semakin mengakar. Saatnya bongkar jaringan mafia jabatan ini, karena rakyat sudah muak melihat pejabat yang hanya jadi ‘mesin penghisap’ uang negara,” pungkasnya.

Redaksi

Berita Terkait

Polres Langsa Ungkap 46,6 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Nilainya Capai Rp13,2 Miliar
Pengusaha Sukses Edi Saputra ( Edi Obama) Beserta Isteri Sri Selisna Devi Hadiri Pembukaan Sepak Bola HUT Bireuen Ke 27 Tahun.
Wali Kota Langsa Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Dirinya
BBM Langka karena Dikorupsi Pelangsir Berbekal Perlindungan, Polres Palopo Diminta Bertindak
Lokakarya di UNTAD, Ini Kata PT. CPM di Depan Para Guru Besar dan Aktivis Sulteng
LSM KCBI: Dosa Sosial di Tanjungsari! 6 Tahun Anak Lumpuh Tak Dipedulikan Kades, Malah Jadi Korban Pungli Oknum RT
TRC BPBD Langsa Bergerak Cepat Tangani Pohon Tumbang yang Timpa Truk Fuso
MABIT Goes Wild, BPBD Langsa Bekali 146 Siswa dengan Edukasi dan Simulasi Mitigasi Bencana
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 08:01

Polres Langsa Ungkap 46,6 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Nilainya Capai Rp13,2 Miliar

Senin, 28 September 2026 - 00:27

Pengusaha Sukses Edi Saputra ( Edi Obama) Beserta Isteri Sri Selisna Devi Hadiri Pembukaan Sepak Bola HUT Bireuen Ke 27 Tahun.

Minggu, 27 September 2026 - 15:37

Wali Kota Langsa Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Dirinya

Minggu, 27 September 2026 - 14:54

BBM Langka karena Dikorupsi Pelangsir Berbekal Perlindungan, Polres Palopo Diminta Bertindak

Minggu, 27 September 2026 - 14:49

Lokakarya di UNTAD, Ini Kata PT. CPM di Depan Para Guru Besar dan Aktivis Sulteng

Minggu, 27 September 2026 - 14:28

TRC BPBD Langsa Bergerak Cepat Tangani Pohon Tumbang yang Timpa Truk Fuso

Minggu, 27 September 2026 - 13:48

MABIT Goes Wild, BPBD Langsa Bekali 146 Siswa dengan Edukasi dan Simulasi Mitigasi Bencana

Minggu, 27 September 2026 - 13:15

EMPAT ANAK YATIM BINAAN KORAMIL 06/INDRAPURI, SATU MIMPI: MENJADI PRAJURIT TNI AD

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x