Menjaga Rimba, Mengawal Mandat, Sinyal Diplomasi Haji Uma untuk Beutong Ateuh

- Penulis

Senin, 20 Juli 2026 - 07:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – Jakarta Selatan
Forum Reformis Muda Aceh (FRMA) yang diwakili oleh Rizki Fauzan sukses menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) dan Diskusi bertajuk “Pawang Uteun Beutong Ateuh: Menolak Lupa, Menjaga Rimba” di Aula Wisma Taman Iskandar Muda, Jakarta Selatan, Sabtu (18/7/2026).

Acara yang berlangsung secara hybrid ini dihadiri oleh mahasiswa, aktivis lingkungan, dan akademisi, serta menghadirkan Anggota Komite I DPD RI asal Aceh, H. Sudirman, S.Sos., M.Sos., atau yang akrab disapa Haji Uma. Dalam forum tersebut, Haji Uma menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat adat Beutong Ateuh di tingkat nasional dan mendesak Pemerintah Aceh agar objektif dalam melahirkan kebijakan yang adil terkait kelestarian Ekosistem Leuser.

Momentum dalam kegiatan Nonton Bareng (Nobar) dan Diskusi bertajuk “Pawang Uteun Beutong Ateuh: Menolak Lupa, Menjaga Rimba” seketika berubah menjadi panggung perjuangan ekologis yang emosional saat Haji Uma dengan lantang menegaskan di hadapan mahasiswa, akademisi, dan aktivis lingkungan bahwa jeritan serta aspirasi masyarakat adat Beutong Ateuh adalah suara murni yang mutlak harus dihargai, dihormati, dan dikawal hingga ke panggung kebijakan nasional.

Beutong Ateuh bukanlah sekadar hamparan hijau di peta topografi. Kawasan ini merupakan benteng krusial, penyangga utama Ekosistem Leuser yang menjadi paru-paru dunia.

Bagi masyarakat adat yang mendiaminya, rimba ini adalah wilayah sakral, sumber mata air yang tak pernah ingkar mengalirkan kehidupan, serta rumah bagi keanekaragaman hayati yang tak ternilai harganya. Ia adalah warisan ekologis berdaulat yang wajib diwariskan kepada generasi Aceh mendatang tanpa cacat kehancuran.

Namun, bayang-bayang pertambangan kerap kali mengetuk pintu gerbang surga hijau ini. Ketakutan akan hilangnya sumber air, keselamatan lingkungan yang terancam banjir bandang, serta sirnanya ruang hidup komunal memicu gelombang penolakan yang gigih dari masyarakat setempat. Bagi mereka, membiarkan korporasi merusak hutan sama saja dengan menyerahkan masa depan anak cucu mereka pada kehancuran.

“Pembangunan yang baik bukanlah pembangunan yang mengorbankan rakyat dan alam, melainkan pembangunan yang mampu menjaga keduanya secara berkelanjutan. Hutan bukan hanya sumber ekonomi, tetapi sumber kehidupan. Jika hutannya lestari, masyarakatnya akan tetap hidup dengan bermartabat,” tegas H. Sudirman (Haji Uma), Anggota DPD RI/MPR RI.

Hadir sebagai salah satu pembicara utama, Sudirman atau yang lebih akrab disapa Haji Uma, Anggota DPD RI asal Aceh, menegaskan bahwa aspirasi masyarakat Beutong Ateuh merupakan suara murni yang harus dihargai dan dihormati oleh semua pihak. Suara rakyat bukanlah komoditas ekonomi yang bisa ditukar dengan profit jangka pendek.

Haji Uma mendesak agar Pemerintah Aceh bersikap objektif dan melahirkan kebijakan yang adil bagi seluruh elemen masyarakat.

“Kebijakan yang adil dari pemerintah tentu mensyaratkan objektivitas. Pemerintah harus melihat langsung bagaimana masyarakat adat sangat bergantung pada kelestarian hutan ini,” pungkas tokoh yang dikenal vokal menyuarakan hak-hak daerah tersebut.

Sebagai representasi daerah di tingkat nasional, DPD RI berkomitmen penuh untuk mengawal aspirasi masyarakat melalui beberapa langkah, yaitu:

* Mengawal aspirasi di tingkat nasional, memastikan seluruh suara penolakan masyarakat adat terhadap aktivitas pertambangan yang merusak tersampaikan langsung ke meja kebijakan pusat.
* Mendorong evaluasi izin, dengan menuntut peninjauan ulang dan evaluasi ketat terhadap izin pertambangan yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum, konflik sosial, dan bencana lingkungan.
* Mendorong pembangunan berkelanjutan, dengan memastikan setiap gerak pembangunan berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan alam demi jaminan kehidupan masyarakat yang berdaulat.

Diskusi interaktif yang berkembang selama acara menegaskan satu kesimpulan mutlak, yaitu menjaga Beutong Ateuh adalah tanggung jawab kolektif. Ia bukan hanya urusan masyarakat yang tinggal di pinggiran hutan, bukan pula sekadar beban para aktivis lingkungan di lapangan. Pemuda, mahasiswa, akademisi, dan struktural pemerintahan wajib bersinergi menjadi “Pawang Uteun” (Penjaga Hutan) modern yang membentengi rimba Aceh.

Melalui dokumenter yang diputar dan narasi yang dibangun hari itu, FRMA berhasil menyalakan kembali api kepedulian yang mungkin sempat meredup. Menolak lupa atas sejarah perjuangan masyarakat adat, dan berjanji untuk terus menjaga rimba Beutong Ateuh demi masa depan Aceh yang lestari dan berdaulat. (Zainal Jimbrown)

Berita Terkait

49 WNI Ditahan di Madagaskar Diduga Korban TPPO, 3 Diantanya Warga Aceh , Haji Uma Surati Kemenlu
INDONESIA FEST MERIAHKAN HUT TNI KE-81 DI BLANG BINTANG, KOTA LANGSA TURUT TAMPILKAN PRODUK UMKM
SMK Negeri 7 Kota Lhokseumawe gelar ekstrakurikuler Public Speaking
UMKM Erni Cake Ramaikan Langsa EXPO 2026, Etalase Kebangkitan Ekonomi di HUT Pemko ke-25
Meriah! Langsa EXPO 2026 Resmi Dibuka, Perayaan HUT Pemko ke-25 Dipusatkan di Taman Hutan Kota
DPRK Aceh Tamiang Sampaikan Pendapat Panitia Anggaran terhadap KUPA dan PPAS-P 2026
PANGDAM IM Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P Buka Lomba PBB SLTA Se-Aceh HUT ke-81 TNI Tahun 2026 Lapangan Blang Padang, Banda Aceh
Ratusan Warga Implasmen Relokasi Antusias Ikuti Pengobatan Gratis PT Cut Mutia Medika Nusantara
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 06:30

49 WNI Ditahan di Madagaskar Diduga Korban TPPO, 3 Diantanya Warga Aceh , Haji Uma Surati Kemenlu

Sabtu, 26 September 2026 - 05:05

INDONESIA FEST MERIAHKAN HUT TNI KE-81 DI BLANG BINTANG, KOTA LANGSA TURUT TAMPILKAN PRODUK UMKM

Jumat, 25 September 2026 - 19:09

SMK Negeri 7 Kota Lhokseumawe gelar ekstrakurikuler Public Speaking

Jumat, 25 September 2026 - 19:00

UMKM Erni Cake Ramaikan Langsa EXPO 2026, Etalase Kebangkitan Ekonomi di HUT Pemko ke-25

Jumat, 25 September 2026 - 18:04

Meriah! Langsa EXPO 2026 Resmi Dibuka, Perayaan HUT Pemko ke-25 Dipusatkan di Taman Hutan Kota

Jumat, 25 September 2026 - 09:42

PANGDAM IM Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P Buka Lomba PBB SLTA Se-Aceh HUT ke-81 TNI Tahun 2026 Lapangan Blang Padang, Banda Aceh

Kamis, 24 September 2026 - 16:04

Ratusan Warga Implasmen Relokasi Antusias Ikuti Pengobatan Gratis PT Cut Mutia Medika Nusantara

Kamis, 24 September 2026 - 12:22

Wali Kota Langsa Tinjau Langsung Proses Penyaluran Jadup dan Sapa Warga di Lokasi

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x