Oleh: Jacob Ereste
Dr. H. Syahganda Nainggolan Pun Akan Membuktikan Konsistensi dan Komitmen Dirinya Sebagai Aktivis Dalam Proses Sang Waktu
InfoLangsa.com – Jakarta
Sosok aktivis kawakan Dr. H. Syahganda Nainggolan, M.T., resmi menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI. Ia dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada 2 Oktober 2026.
Pelantikan ini menjadi babak baru bagi Syahganda yang selama ini malang melintang di dunia pergerakan, mulai dari gerakan buruh, petani, hingga aktivis akademik yang dekat dengan berbagai elemen pergerakan dan partai politik di Indonesia.
Apa Itu Bakom RI?
Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) adalah lembaga nonstruktural yang bertugas melaksanakan komunikasi dan informasi kebijakan strategis serta program prioritas pemerintah. Lembaga ini dibentuk pertama kali pada 17 September 2025 berdasarkan Peraturan Presiden No. 96 Tahun 2025, sebagai pengganti Kantor Komunikasi Kepresidenan.
Bakom memiliki fungsi vital untuk menyinkronkan komunikasi pemerintah pusat dengan pemerintah daerah agar program pemerintah dapat dipahami publik.
Di bawah kepemimpinan Syahganda, Bakom memiliki empat kedeputian, yakni:
1. Deputi Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi
2. Deputi Bidang Materi dan Diseminasi
3. Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media
4. Deputi Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah yang sekaligus berfungsi sebagai Juru Bicara Presiden.
Jejak Perjuangan Seorang Aktivis
Dr. H. Syahganda Nainggolan lahir di Medan, 27 November 1965. Ia menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Teknik Geodesi, namun harus dikeluarkan sebelum tamat karena aktivitas politiknya yang keras menentang rezim Orde Baru.
Tak menyerah, ia kemudian melanjutkan studi di Universitas Indonesia, meraih gelar S-2 dari ITB, dan meraih gelar Doktor dari UI pada tahun 2015 dengan disertasi berjudul _Analisa Pengaruh Jaminan Upah Layak, Jaminan Sosial dan Solidaritas Sosial_.
Kedekatannya dengan kaum buruh sudah teruji. Ia tercatat sebagai pendiri sekaligus Dewan Syuro organisasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia 98 (PPMI 98) yang dideklarasikan pada 3 Maret 1998 di Bogor.
Konsistensinya sebagai aktivis bahkan membawanya harus berhadapan dengan hukum. Pada Oktober 2020 ia dijerat Bareskrim Polri dan divonis 10 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Depok pada April 2021, karena dianggap menyebarkan informasi yang memicu keonaran terkait aksi unjuk rasa UU Cipta Kerja.
Di dunia politik praktis, Syahganda juga pernah menjadi bagian dari Tim Sukses pasangan Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla yang sukses mengantarkannya menjadi Komisaris PT Pelindo.
Ujian Konsistensi di Lingkaran Istana
Dengan persilangan ilmu, pengalaman gerakan, dan dunia politik, Syahganda dinilai cukup mumpuni untuk memegang jabatan Kepala Bakom yang luas dan rumit. Tugasnya adalah memastikan arus komunikasi dan informasi pemerintah dapat diketahui, dipahami, dan mendapat dukungan partisipasi maksimal dari masyarakat demi terwujudnya kesejahteraan yang berkeadilan.
Kini, harapan besar dari para aktivis dan kaum pergerakan yang pernah berkelindan dengannya tertuju pada Syahganda.
Sebab komitmen dan konsistensi perjuangan serta kesetiaan terhadap idealisme sejati memang akan teruji ketika kekuasaan berada dalam genggaman.
Artinya, Dr. H. Syahganda Nainggolan, M.T., pun akan membuktikan ketangguhannya sebagai aktivis yang telah masuk ke lingkungan Istana untuk tetap istiqomah berpegang pada komitmen dan konsistensi perjuangan untuk rakyat.
Proses sang waktu-lah yang akan membuktikannya.
Banten, 4 Oktober 2026

















