Jacob Ereste : Fenomen Ghaib Dalam Maklumat Raja Wali Dari Wilayah Pesisir Utara Pulau Jawa Tengah Dari Peristiwa Aceh dan Bencana Gempa di NTT

- Penulis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – Banten
Dalam acara Pesamuan Agung Raja Wali yang dilaksanakan Para Putra Wayah Ndalem Wali dan Sunan di Wilayah Pesisir Utara Pulau Jawa, Kabupaten Kudus sebagai daerah kesejarahan, karena merupakan wilayah pergumulan Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria yang mendapat palilah — restu dan dukungan — dari Sunan Bonang. Sunan Gunung Jati, Sunan Gresik, Sunan Drajat dan Sunan Giri serta para Sunan lainnya, tokoh spiritual, Sri Eka Sapta Wijaya — yang lebih dikenal dengan sebutan Sri Eko Sriyanto Galgendu — sebagai pembicara utama pada acara Gebyar Budaya Nusantara, menyampaikan pesan spiritual ghaib kepada Presiden Prabowo Subianto dalam bentuk :

*Maklumat*

(1) Masyarakat mesti bergandeng tangan sebagai satu kesatuan anak bangsa.

(2) Maklumat khusus untuk Presiden Prabowo Subianto agar Teguh. Tegak dan Tegas (3 T). Yaitu, teguh dalam tanggung jawab serta sabar dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Presiden Republik Indonesia.

Tegak lurus dalam menjaga kepentingan masyarakat, bangsa dan negara

Teguh lurus dalam menjaga kepentingan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia untuk tetap berjaya menyongsong Indonesia Emas pada tahun 2045.

(3) Tegas dalam kebijakan dan keadilan sebagai Kepala Negara dan Negarawan.

Demikian maklumat dari Pesamuan Agung Raja Wali yang dilaksanakan oleh para Putra Wayah Ndalem Wali dan Sunan di Kudus Jawa Tengah, 12 Agustus 2026, bersama persembahan do’a yang ditanda tangani Sri Eko Sriyanto Galgendu.

Tiga hari kemudian terjadi peristiwa di Aceh Darussalam yang sangat memprihatinkan serta perlu mendapat perhatian perhatian maupun sikap yang bijak terhadap perusakan Lambang Negara Burung Garuda dan penurunan bendera Merah Putih seraya menaikkan Bendera Bintang Bulan.

Upaya untuk menjaga Aceh tetap aman, damai serta kondusif memerlukan semua pihak dapat menahan diri untuk mencegah aksi serupa dengan pendekatan persuasif. Karena itu perlu dibangun komunikasi bersama tokoh agama, pemuka adat serta tokoh masyarakat bersama segenap eksponen masyarakat.

Berbagai persoalan yang menjadi pemicu kerusuhan di Aceh hendaknya dapat diselesaikan secara baik dan bijak dengan mendengar masukan dari berbagai pihak — termasuk aspirasi dari warga masyarakat — untuk memperoleh solusi terbaik demi keutuhan bangsa dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang damai, aman dan sejahtera.

Peristiwa yang terjadi di Masjid Raya Baiturrahman dan di Pendopo Gubernur Aceh Darussalam pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026 harus dan patut menjadi perhatian segenap elemen bangsa untuk menjaga keutuhan dan soliditas bangsa dan negara Indonesia yang harus dan wajib kita jaga bersama keutuhan dan kelanggengan untuk mencapai tata kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik dan lebih sejahtera, kata Sri Eko Sriyanto Galgendu menambahkan tanggapan dan komentarnya, via telepon gengam. Begitu juga dengan fenomena bencana gempa di NTT (Nusa Tenggara Timur) berkekuatan 7,7 SR pada 15 Agustus 2026, patut mendapat perhatian yang serius dari pemerintah agar dapat segera diatasi dan dipulihkan.

Banten, 16 Agustus 2026
Redaksi: InfoLangsa.Com

Berita Terkait

MENYALA DALAM KEHORMATAN, MENGENANG JASA PAHLAWAN
35 Anggota Paskibraka Siap Mengimbarkan Bendera Merah Putih.
Kapolres Bireuen Pimpin Upacara Ziarah Nasional HUT Ke-81 Republik Indonesia
Pemkab Bireuen Gelar Upacara Taptu dan Pawai Obor, Kajari Jadi Irup.
Kapolres Aceh Tamiang Hadiri Ziarah Makam dan Tabur Bunga Peringati HUT RI ke-81
Dandim 0117/Aceh Tamiang Irup Upacara Ziarah Nasional HUT Ke-81RI Di TMP Kuala Simpang
10 Tim Bertarung di Turnamen HUT RI ke-81 RT 10 RW 003, Dimulai 16-17 Agustus
Jacob Ereste : Safari GMRI ke Semarang. Demak, Kadilangu, Kudus. Purwodadi, Solo dan Semarang
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 23:05

MENYALA DALAM KEHORMATAN, MENGENANG JASA PAHLAWAN

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:51

Jacob Ereste : Fenomen Ghaib Dalam Maklumat Raja Wali Dari Wilayah Pesisir Utara Pulau Jawa Tengah Dari Peristiwa Aceh dan Bencana Gempa di NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:48

35 Anggota Paskibraka Siap Mengimbarkan Bendera Merah Putih.

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:37

Kapolres Bireuen Pimpin Upacara Ziarah Nasional HUT Ke-81 Republik Indonesia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:16

Pemkab Bireuen Gelar Upacara Taptu dan Pawai Obor, Kajari Jadi Irup.

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:38

Dandim 0117/Aceh Tamiang Irup Upacara Ziarah Nasional HUT Ke-81RI Di TMP Kuala Simpang

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:01

10 Tim Bertarung di Turnamen HUT RI ke-81 RT 10 RW 003, Dimulai 16-17 Agustus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:18

Jacob Ereste : Safari GMRI ke Semarang. Demak, Kadilangu, Kudus. Purwodadi, Solo dan Semarang

Berita Terbaru

News

MENYALA DALAM KEHORMATAN, MENGENANG JASA PAHLAWAN

Minggu, 16 Agu 2026 - 23:05

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x