InfoLangsa.Com – BIREUEN
Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen resmi menggelar Pertemuan Orientasi Pembinaan Posyandu Bidang Kesehatan bagi Bidan Desa, yang berlangsung di Aula Hotel Bireuen Jaya,
Selasa (8/7/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh Bidan Desa dari wilayah Kecamatan Peulimbang, Jeunieb, Samalanga, Simpang Mamplam, dan Pandrah, dan akan berlangsung selama lima hari ke depan hingga 15 Juli 2026, guna memperkuat pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan.
Kegiatan diawali dengan laporan penyelenggaraan yang disampaikan oleh Elly Safri, S.Si.T., M.K.M. Dalam laporannya, ia menyampaikan persiapan dan tujuan diselenggarakannya pertemuan ini sebagai upaya menyelaraskan langkah seluruh tenaga kesehatan desa dalam mengelola Posyandu. Kegiatan ini merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2024 tentang Standar Teknis Pemenuhan SPM Kesehatan, mencakup jenis layanan promotif dan preventif di seluruh siklus hidup, standar mutu pelayanan, serta indikator pencapaian kesehatan
Selanjutnya, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, Lisa Rita, SKM., M.Ling., memberikan sambutan sekaligus arahan resmi. Ia menekankan pentingnya peran strategis Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
“Melalui pertemuan ini, saya berharap Bapak/Ibu dapat memahami betapa pentingnya peran Posyandu, serta meningkatkan keterampilan Bidan Desa agar lebih aktif dan inovatif dalam menyusun program yang tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat setempat,” ujar Lisa Rita.
Posyandu sebagai pelaksana layanan primer merupakan wadah pelayanan dasar berbasis masyarakat yang berfokus pada peningkatan derajat kesehatan melalui upaya promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif. Seluruh langkah kerja harus berpedoman pada Standar Pelayanan Minimal yang berlaku di tingkat desa maupun kelurahan.
Lebih lanjut ia mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan ini sarana berbagi pengalaman, mempererat kolaborasi, dan memupuk semangat kebersamaan. Sinergi antara tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat diharapkan dapat melahirkan Posyandu yang lebih berkualitas dan bermanfaat nyata bagi warga.
HENDRI

















