Anggota DPR-ACEH Martini Minta Pihak kepolisian Polres Aceh Timur Usut Tuntas kasus Dugaan Penganiaya Anak Di Bawah Umur.

- Penulis

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – Aceh Timur-
Dugaan kasus penganiayaan, kekerasan dan perundungan bullying terhadap seorang anak di bawah umur usia 13 tahun di Desa Paya Awe, Kecamatan Idi Tunong, Kabupaten Aceh Timur, menuai sorotan tajam.

Anggota DPR-ACEH Martini,S.Pd.MH dari fraksi Partai Nasdem mengecam keras peristiwa tersebut dan meminta aparat penegak hukum bertindak cepat.Ujar Martini kepada media ini.Rabu (8/7/2026).

Martini menegaskan bahwa kekerasan terhadap anak bukanlah perkara remeh yang bisa diselesaikan dengan kompromi biasa.Menurutnya, dampak trauma psikologis dan luka fisik yang dialami korban dapat mengancam masa depannya.

“Kami meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dan memproses para pelaku secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kekerasan terhadap anak bukan persoalan yang dapat dianggap sepele, melainkan kejahatan yang mengancam masa depan generasi bangsa,”

Martini juga menjelaskan, penyidik kepolisian dapat menjerat pelaku dengan pasal berlapis guna memberikan efek jera.

masih lanjutnya Martini, menilai penegakan hukum yang sangat diperlukan sebagai bentuk manifestasi bahwa negara tidak abai terhadap hak-hak anak.

Lebih lanjutnya menekankan bahwa penanganan kasus ini harus menyentuh sisi pemulihan korban trauma healing, bukan sekadar menghukum pelaku.

“Anak-anak adalah masa depan kita. Melindungi mereka berarti menjaga masa depan bangsa.

“Sangat sedih saat saya melihat video aksi kekerasan terhadap anak di bawah umur, dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur berinisial IR (14) terjadi di Gampong Paya Awe, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur.

Kasus yang viral melalui video berdurasi 2 menit 52 detik tersebut dipicu oleh tuduhan pencurian uang senilai Rp10.000, di mana korban dianiaya dan diinjak oleh beberapa pelaku.

“Kita akan terus mengawal kasus ini dan kita meminta kepada pihak kepolisian Polres Aceh Timur untuk transparan terhadap kasus ini.Pungkasnya.

Zainal

Berita Terkait

Jadup Tahap Tiga Sudah Kita Usulkan, Demo Adalah Hak Warga Negara
BPK Aceh Diminta Audit SKPA, Tarmizi Age Soroti Lambannya Realisasi Anggaran TKD
Membanggakan! Kepala SMA Unggul CND Langsa Raih Gelar Magister, Bukti Komitmen Majukan Pendidikan
49 WNI Ditahan di Madagaskar Diduga Korban TPPO, 3 Diantanya Warga Aceh , Haji Uma Surati Kemenlu
INDONESIA FEST MERIAHKAN HUT TNI KE-81 DI BLANG BINTANG, KOTA LANGSA TURUT TAMPILKAN PRODUK UMKM
SMK Negeri 7 Kota Lhokseumawe gelar ekstrakurikuler Public Speaking
UMKM Erni Cake Ramaikan Langsa EXPO 2026, Etalase Kebangkitan Ekonomi di HUT Pemko ke-25
Meriah! Langsa EXPO 2026 Resmi Dibuka, Perayaan HUT Pemko ke-25 Dipusatkan di Taman Hutan Kota
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 11:17

Jadup Tahap Tiga Sudah Kita Usulkan, Demo Adalah Hak Warga Negara

Sabtu, 26 September 2026 - 11:10

BPK Aceh Diminta Audit SKPA, Tarmizi Age Soroti Lambannya Realisasi Anggaran TKD

Sabtu, 26 September 2026 - 08:08

Membanggakan! Kepala SMA Unggul CND Langsa Raih Gelar Magister, Bukti Komitmen Majukan Pendidikan

Sabtu, 26 September 2026 - 06:30

49 WNI Ditahan di Madagaskar Diduga Korban TPPO, 3 Diantanya Warga Aceh , Haji Uma Surati Kemenlu

Sabtu, 26 September 2026 - 05:05

INDONESIA FEST MERIAHKAN HUT TNI KE-81 DI BLANG BINTANG, KOTA LANGSA TURUT TAMPILKAN PRODUK UMKM

Jumat, 25 September 2026 - 19:00

UMKM Erni Cake Ramaikan Langsa EXPO 2026, Etalase Kebangkitan Ekonomi di HUT Pemko ke-25

Jumat, 25 September 2026 - 18:04

Meriah! Langsa EXPO 2026 Resmi Dibuka, Perayaan HUT Pemko ke-25 Dipusatkan di Taman Hutan Kota

Jumat, 25 September 2026 - 12:12

DPRK Aceh Tamiang Sampaikan Pendapat Panitia Anggaran terhadap KUPA dan PPAS-P 2026

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x