INFOLANGSA.COM – Kota Langsa
Duka menyelimuti Dusun Harapan, Gampong Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat. Sebuah rumah milik warga bernama Rosmaniar (70) roboh rata dengan tanah setelah dihantam kombinasi bencana air pasang rob, angin kencang, dan hujan deras yang melanda pesisir Kuala Langsa, Minggu malam hingga Senin dini hari.
Peristiwa memilukan itu terjadi akibat terkikisnya pondasi rumah panggung kayu oleh abrasi air rob. Pondasi yang sudah rapuh tak mampu menahan derasnya air laut pasang, hingga tiang-tiang penyangga patah dan seluruh bangunan ambruk.
Kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun sang nenek harus kehilangan tempat tinggal yang telah puluhan tahun ditempatinya.
Mendapat laporan warga, respon cepat langsung ditunjukkan jajaran Pemerintah Kecamatan Langsa Barat. Camat Langsa Barat Andre Isvani, S.IP., M.AP., bersama Geuchik Gampong Kuala Langsa Elisuddin dan Babinsa Koramil 22/Langsa Barat Sertu Kusmayadi langsung menuju lokasi kejadian pada Senin, 26 Oktober 2026, untuk melakukan peninjauan dan pendataan.
Camat Andre: Akan Kita Ajukan Bantuan ke Dinsos dan Baitul Mal
Camat Langsa Barat Andre Isvani menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang menimpa warganya.
“Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa Ibu Rosmaniar. Begitu mendapat laporan dari Geuchik, kami langsung turun ke lokasi bersama Babinsa untuk memastikan kondisi korban dan melihat langsung tingkat kerusakan. Alhamdulillah korban selamat,” ujar Andre.
Andre menegaskan pihaknya akan segera mengupayakan bantuan darurat.
“Langkah selanjutnya, kami dari pihak Kecamatan akan segera mengajukan permohonan bantuan kepada Dinas Sosial Kota Langsa dan Baitul Mal Kota Langsa. Kita akan bantu percepat proses administrasinya agar Ibu Rosmaniar bisa segera mendapatkan bantuan papan darurat dan santunan musibah. Ini menjadi atensi kita, apalagi beliau sudah berusia 70 tahun,” tegas Andre yang dikenal responsif itu.
Tangis Harap Anak Korban: Mohon Perhatian Pemko Langsa
Anak korban, Muklis (39), dengan mata berkaca-kaca menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Kota Langsa.
“Kami sekeluarga sangat syok, Pak. Rumah ini satu-satunya tempat tinggal ibu saya. Sekarang sudah roboh semua, tidak ada yang bisa diselamatkan. Kami berharap ada perhatian dan bantuan dari Bapak Wali Kota Langsa Jeffry Sentana dan Pemerintah Kota Langsa. Kami sangat berterima kasih kepada Pak Camat dan Pak Geuchik yang sudah cepat datang melihat kondisi kami,” ucap Muklis dengan penuh harap.
Geuchik Elisuddin: Kita Lengkapi Administrasi, Jangan Sampai Warga Kita Terlantar
Sementara itu, Geuchik Gampong Kuala Langsa Elisuddin mengaku pihaknya sejak malam kejadian telah bersiaga di lokasi.
“Begitu air pasang mulai mengikis pondasi, warga langsung melapor ke kami. Kami langsung evakuasi Ibu Rosmaniar ke rumah anaknya. Pagi ini kami dampingi Pak Camat dan Babinsa ke lokasi. Sebagai Geuchik, ini tanggung jawab moral kami,” ujar Elisuddin.
Elisuddin menambahkan, pihaknya akan mengawal penuh proses bantuan.
“Untuk tindak lanjut, kami dari pemerintahan Gampong Kuala Langsa akan segera melengkapi semua administrasi yang dibutuhkan oleh pihak Kecamatan. Kami akan siapkan dan kumpulkan Kartu Keluarga (KK), KTP korban, surat keterangan domisili, surat tanah, surat keterangan roboh dari gampong, foto-foto dokumentasi kerusakan, dan surat permohonan bantuan agar bisa segera kita serahkan ke Camat. Kita kawal sampai tuntas, jangan sampai warga kita yang tertimpa musibah ini merasa sendirian dan terlantar.
Gampong Kuala Langsa harus hadir untuk warganya. Kami juga akan bergotong-royong dengan masyarakat Dusun Harapan untuk membersihkan puing-puing rumah,” jelas Geuchik Elisuddin dengan nada tegas dan penuh empati.
Hingga berita ini diturunkan, puing-puing rumah masih berserakan di pematang rumah Dusun Harapan dan garis pantai terus mengalami abrasi. Warga pesisir lainnya diminta untuk tetap waspada terhadap potensi air pasang rob susulan.(*)


















