InfoLangsa.Com – LEBAK
14 OKTOBER 2026, Kekecewaan mendalam disampaikan oleh King Naga terhadap buruknya sistem pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Misi. Pasalnya, sang ibu yang sedang dalam kondisi membutuhkan penanganan medis justru diminta pulang oleh pihak rumah sakit dengan alasan jadwal operasi baru tersedia pada tanggal 17 Oktober 2026.
Kejadian bermula saat King Naga membawa ibunya ke rumah sakit karena kondisi kesehatannya yang terus memburuk dan memerlukan tindakan bedah secepatnya. Namun, alih-alih mendapatkan perawatan intensif atau fasilitas rawat inap demi menjaga kondisi pasien tetap stabil, pihak manajemen rumah sakit justru meminta keluarga membawa pasien pulang ke rumah untuk menunggu antrean.
“Saya sangat kecewa dan terpukul dengan pelayanan Rumah Sakit Misi. Ibu saya sedang kesakitan dan butuh penanganan segera, tetapi kami malah disuruh pulang dan menunggu sampai tanggal 17 Oktober dengan alasan jadwal operasi penuh. Ini menyangkut nyawa manusia, seharusnya ada prioritas untuk kondisi darurat,” ujar King Naga dengan nada kecewa.
Penundaan tindakan medis terhadap pasien kritis ini memicu kritik keras dari pihak keluarga. King Naga menilai pihak rumah sakit tidak memiliki rasa kemanusiaan dan lamban dalam menangani situasi kedaruratan (emergency). Prosedur administrasi dan antrean operasi dianggap kaku karena tidak mempertimbangkan risiko keselamatan jiwa pasien yang bisa memburuk kapan saja selama masa tunggu di rumah.
Pihak keluarga mendesak manajemen Rumah Sakit Misi untuk segera mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP) penanganan pasien darurat serta memberikan klarifikasi resmi atas penolakan penahanan pasien kritis ini agar kejadian serupa tidak menimpa warga lainnya.
Hkz
(((( Robby Rambi ))))


















