InfoLangsa.Con – Makassar
Minggu 27 September 2026
Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Sulawesi Selatan menyampaikan kritik keras terhadap sikap Bintang Wahyu Saputra, demisioner Ketua Umum Pengurus Besar (PB) SEMMI, terkait pernyataannya dalam grup fungsionaris PB SEMMI yang mengecualikan salah satu kandidat dari agenda bersama dan dilanjutkan dengan kalimat “sudah tidak boleh di SEMMI.”
Pernyataan tersebut dinilai PW SEMMI Sulsel sebagai sikap yang sangat disayangkan, terlebih datang dari seseorang yang sebelumnya berada pada posisi tertinggi dalam kepemimpinan PB SEMMI.
Dalam tangkapan layar percakapan yang beredar, akun yang tercantum sebagai “BWS Ketum PB SEMMI” menyampaikan:
“Semua kandidat hari ini ketemu saya dan menteri hukum jam 10.30 ya saya ingin kenalkan kawan kawan penerus semmi. Pesan tersebut kemudian diikuti dengan:
“Kecuali Gibran” dan: “Sudah tidak boleh di semmi.”
PW SEMMI Sulsel menilai pernyataan tersebut layak menjadi perhatian serius seluruh kader SEMMI karena menyangkut etika kepemimpinan dan bagaimana seorang pemimpin memperlakukan kader
Ketua Umum PW SEMMI Sulsel, Andi Muh Idik Indra, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan persoalan tersebut dianggap sebagai sesuatu yang biasa.
“Kami mengecam keras sikap tersebut. Seorang mantan Ketua Umum seharusnya memberikan contoh kedewasaan, bukan justru menunjukkan sikap yang dapat menciptakan sekat di antara kader. Bagi kami, ini bukan contoh kepemimpinan yang baik,” tegas Indra
Menurutnya, SEMMI bukan organisasi milik individu. jika memang ada persoalan terhadap kader harus diselesaikan melalui mekanisme organisasi, bukan melalui pernyataan personal.
“Siapa pun yang pernah menjadi Ketua Umum harus memahami bahwa SEMMI adalah rumah besar seluruh kader. Tidak ada satu orang pun yang berhak menempatkan dirinya seolah-olah menjadi penentu siapa yang boleh atau tidak boleh berada di SEMMI,” ujarnya.
Bintang Wahyu Saputra sendiri telah resmi berstatus demisioner setelah LPJ PB SEMMI diterima dalam Kongres IX pada Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, Bintang juga menyerukan agar semangat “SEMMI Satu” dan persatuan kader terus dijaga.
PW SEMMI Sulsel menilai, pesan tersebut semestinya tercermin dalam sikap dan tindakan seorang mantan Ketua Umum.
“Jangan bicara tentang SEMMI Satu kalau yang ditinggalkan justru sekat. Jabatan boleh berakhir, tetapi tanggung jawab moral untuk memberikan keteladanan kepada kader tidak pernah berakhir,” pungkasnya
Ia menegaskan, kritik ini disampaikan demi menjaga marwah organisasi dan agar persoalan serupa tidak menjadi budaya di tubuh SEMMI.
“Kami ingin SEMMI menjadi rumah perjuangan, bukan ruang untuk saling mengucilkan. Jangan wariskan ego personal kepada kader. Wariskan gagasan, karya, persaudaraan, dan keteladanan,” tutupnya
((((Robby.Rambi))))


















