Jacob Ereste : Pengkhianatan Dalam Niat Luhur Kemerdekaan Kita

- Penulis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – Banten
Abai terhadap janji kemerdekaan bangsa Indonesia adalah pengkhianatan. Karena sumpah dan janji telah diikrarkan atas nama Tuhan untuk menunaikan tugas negara yang mulia, setidaknya yang paling nyata ialah mengatasi masalah fakir miskin dan anak terlantar serta mengatasi masalah kebodohan dengan upaya yang serius meningkatkan kecerdasan rakyat Indonesia agar bisa hidup adik dan sejahtera dalam pengertian lahir dan batin.

Artinya, muatan nilai-nilai luhur dari kemerdekaan bangsa Indonesia tidak cuma dalam pengertian material senata, tetapi juga — yang tidak kalah penting adalah — dalam perwujudan nilai-nilai spiritual. Karena itu, saat merenungkan hakikat dan esensi dari kemerdekaan pada 17 Agustus 2026 dalam kondisi lapar — tak punya duit, tak ada lauk pauk serta kopi dan rokok yang bisa dinikmati — sungguh sangat tragis dan miris, sulut dibayangkan bisa terjadi pada hari ini. Meskipun realitas begitu nyata sambil mendengar pidato Presiden tentang upah pekerja pengupas kulit bawang yang mencengangkan itu, sehingga menjadi viral dalam pemberitaan media, akibat banyak kaum pekerja di bidang lain ingin menjadi pekerja pengupas kulit bawang yang wah dan terkesan mewah.

Artinya, jika sehari kerja bisa mengupas kulit bawang minimal 5 kilogram saja dalam sehari — termasuk jam kerja lembur — keruan saja para buruh pabrik dari berbagai kawasan industri yang ada di berbagai pinggiran kota di Indonesia — bisa segera mengkalkulasi jumlah penghasilan minimal setiap bulan bisa setara manajer keuangan bank swasta yang ada di negeri kita. Tapi realitas sosial — apalagi dibanding realitas politik di negeri kita — sungguh tidak sinkron dengan keadaan yang terjadi di lapangan.

Penyebabnya, bukan karena hukum saja yang bisa dipiuhkan sesuai dengan selera pesanan pemilik uang, tapi mentalitas dan moralitas sudah dianggap halal untuk digadaikan, walau hasilnya adalah uang haram yang jelas tidak disukai oleh Tuhan.

Dalam konteks inilah nilai-nilai spiritualitas bagi banyak orang menjadi omong kosong, sekedar sikap melarikan diri dari realitas dalam pertarungan hidup yang dianggap patut dan harus diperjuangkan dengan cara apapun. Tak hanya tega untuk menipu orang lain, tapi juga dianggap sah untuk menipu diri sendiri dengan berbagai cara dan bentuk yang dianggap halal dan legal, selagi tidak tertangkap tangan.

Pengingkaran dan pengkhianatan terhadap janji — termasuk untuk kemerdekaan bangsa Indonesia yang luhur dan sakral — bisa dan biasa diangggap wajar dengan memasang alibi dan pasal-pasal konstitusi — bahkan ayat suci sebagai permakluman untuk dimaafkan. Padahal, jaji dan sumpah adalah hutang yang harus dan wajib dibayar lunas sebelum jasad dibenamkan ke liang kubur.

Legacy historis yang tak mungkin dihapus dari catatan malaikat ini, tidak lagi menjadi bagian dari kepercayaan dan keyakinan dalam rundak-runduk beragama yang terkesan khusuk. Semua telah disublimasikan sebagai bagian dari acara seremoni upacara seperti perayaan tujuh belasan sekedar untuk mensahkan pengeluaran anggaran yang bisa dijadikan proyek bancaan, semacam dana ibadah haji yang tak luput dari kerakusan birahi ingin lebih kaya. Meski reputasi dan harga diri telah menjadi nilai pertaruhannya.

Banten. 18 Agustus 2026
Redaksi InfoLangsa.Com

Berita Terkait

Ayah Mendekam di Thailand, Haji Uma Wujudkan Mipim Lala Lanjut Sekolah di MAN 1 Idi
Ribuan Masyarakat Memadati Kabupaten Bireuen Dalam Rangka Memeriahkan HUT RI Ke-81.
Peringati HUT ke-81 RI, Wabup Aceh Tamiang Anjangsana ke SLB Negeri Pembina
Resepsi HUT Ke-81 Republik Indonesia Di Aceh Tamiang, Dandim Sampaikan Rawat Semangat Kemerdekaan
Polres Aceh Tamiang Laksanakan Pengecekan Urine Personel, 12 Personel Dinyatakan Negatif
Lahir di Hari Kemerdekaan! 3 “Bayi Merah Putih” Disambut Puskesmas Manyak Payed
Pemerintah Diminta Segera Implementasikan MoU Helsinki untuk Menjaga Perdamaian Aceh
Malam Resepsi HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Wali Kota Langsa: Kemerdekaan Bukan Sekadar Angka
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:42

Ayah Mendekam di Thailand, Haji Uma Wujudkan Mipim Lala Lanjut Sekolah di MAN 1 Idi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:47

Jacob Ereste : Pengkhianatan Dalam Niat Luhur Kemerdekaan Kita

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:22

Ribuan Masyarakat Memadati Kabupaten Bireuen Dalam Rangka Memeriahkan HUT RI Ke-81.

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:13

Peringati HUT ke-81 RI, Wabup Aceh Tamiang Anjangsana ke SLB Negeri Pembina

Selasa, 18 Agustus 2026 - 05:30

Resepsi HUT Ke-81 Republik Indonesia Di Aceh Tamiang, Dandim Sampaikan Rawat Semangat Kemerdekaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 05:24

Lahir di Hari Kemerdekaan! 3 “Bayi Merah Putih” Disambut Puskesmas Manyak Payed

Selasa, 18 Agustus 2026 - 03:13

Pemerintah Diminta Segera Implementasikan MoU Helsinki untuk Menjaga Perdamaian Aceh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:40

Malam Resepsi HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Wali Kota Langsa: Kemerdekaan Bukan Sekadar Angka

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x