Dari Panggung Bengkayang ke Seluruh Nusantara, Perjuangan San San Menghibur Demi Keluarga

- Penulis

Senin, 29 Juni 2026 - 23:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption :
Tak Mengejar Popularitas, San San Pilih Berjuang dari Panggung ke Panggung Demi Keluarga

InfoLangsa.Com – Bengkayang, Kalimantan Barat
Gemerlap lampu panggung dan riuh tepuk tangan penonton mungkin menjadi pemandangan biasa bagi seorang biduan. Namun, di balik setiap lagu yang dibawakan San San, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang perempuan sederhana yang menjadikan dunia musik sebagai jalan untuk menghidupi keluarga.

San San, nama panggung yang mulai dikenal di berbagai daerah, lahir dan besar di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Sejak masih remaja, ia telah menekuni dunia tarik suara dengan menerima berbagai tawaran manggung, mulai dari pesta pernikahan, hajatan masyarakat, acara hiburan rakyat, hingga festival budaya dan perayaan di kelenteng.

Baginya, bernyanyi bukan sekadar mencari popularitas. Setiap penampilan merupakan bentuk tanggung jawab kepada keluarga yang selalu menjadi alasan terbesar dalam setiap langkah perjuangannya.

“Yang saya kejar bukan terkenal, tetapi bagaimana saya bisa membantu orang tua dan keluarga di rumah. Selama masih ada panggung, saya akan terus bernyanyi,” ungkap San San.

Bermodalkan suara merdu, semangat pantang menyerah, dan kerja keras, San San perlahan mulai menembus berbagai daerah di Indonesia. Perjalanan kariernya membawanya tampil di sejumlah kota dan provinsi, mulai dari DKI Jakarta, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, hingga Kota Bagan Siapiapi di Provinsi Riau, serta berbagai daerah lainnya di Nusantara.

Perjalanan tersebut tentu tidak selalu mudah. Tidur di dalam bus saat perjalanan antarkota, menempuh perjalanan berjam-jam, hingga makan seadanya menjadi bagian dari kehidupan yang telah lama dijalaninya. Namun semua itu tidak pernah menyurutkan semangatnya.

“Setiap kota yang saya datangi adalah rezeki. Lewat setiap lagu yang saya nyanyikan, saya selalu menitipkan doa agar keluarga di Bengkayang selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan,” tuturnya.

Meski hidup sederhana, San San tidak pernah berhenti meningkatkan kualitas dirinya. Ia rutin berlatih vokal, mempelajari lagu-lagu terbaru, serta memperkaya repertoar musik, mulai dari lagu Mandarin, Pop Melayu, hingga berbagai genre lain sesuai permintaan penonton.

Profesionalisme itulah yang membuat dirinya tetap dipercaya menghibur masyarakat di berbagai daerah.

Di balik kesibukannya manggung dari kota ke kota, San San masih menyimpan sebuah impian sederhana. Ia bercita-cita membangun sebuah studio musik kecil di kampung halamannya di Bengkayang sebagai wadah bagi anak-anak muda yang memiliki bakat menyanyi namun memiliki keterbatasan fasilitas.

Menurutnya, banyak talenta muda di daerah yang layak mendapatkan kesempatan untuk berkembang.

“Saya ingin membuktikan bahwa anak Bengkayang juga mampu menghibur Indonesia. Asalkan mau bekerja keras, terus belajar, dan selalu jujur dalam berkarya,” pungkasnya.

Bagi masyarakat, instansi, maupun penyelenggara acara yang ingin mengundang San San untuk tampil menghibur, dapat menghubungi manajemen melalui WhatsApp di nomor 0823-1211-2211.

(KBO Babel/DEA)

Berita Terkait

Dari Greenpeace ke Nuklir: Mengapa Pendiri Greenpeace Berubah Pikiran?
Warga Sambut Kepulangan Jamaah Haji Aceh Tamiang 2026
Peringati Harganas Ke-33, Wabup Ismail Tekankan Pentingnya Peran Aktif Ayah untuk Pembangunan Keluarga
BUMDesma Peusangan Jaya LKD Luncurkan Unit Usaha Baru Jual Beli Barang Bekas, Dorong Ekonomi Desa Berbasis Sirkular.
KUHP Baru Berlaku, Polri Tak Lagi Tampilkan Wajah Tersangka ke Publik
Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, BPMA – PT Aceh Energy dan Pemkab Bireuen Gelar Khitan Ceria 2026 bagi 200 Anak
WARGA LHOK BANIE APRESIASI PENYALURAN BANTUAN BANJIR PEMKO LANGSA
Perempuan di Sampit Dibakar oleh Pacarnya
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 23:23

Dari Greenpeace ke Nuklir: Mengapa Pendiri Greenpeace Berubah Pikiran?

Senin, 29 Juni 2026 - 23:13

Dari Panggung Bengkayang ke Seluruh Nusantara, Perjuangan San San Menghibur Demi Keluarga

Senin, 29 Juni 2026 - 14:28

Warga Sambut Kepulangan Jamaah Haji Aceh Tamiang 2026

Senin, 29 Juni 2026 - 13:36

Peringati Harganas Ke-33, Wabup Ismail Tekankan Pentingnya Peran Aktif Ayah untuk Pembangunan Keluarga

Senin, 29 Juni 2026 - 12:25

BUMDesma Peusangan Jaya LKD Luncurkan Unit Usaha Baru Jual Beli Barang Bekas, Dorong Ekonomi Desa Berbasis Sirkular.

Senin, 29 Juni 2026 - 09:41

Tingkatkan Kesehatan Masyarakat, BPMA – PT Aceh Energy dan Pemkab Bireuen Gelar Khitan Ceria 2026 bagi 200 Anak

Senin, 29 Juni 2026 - 06:43

WARGA LHOK BANIE APRESIASI PENYALURAN BANTUAN BANJIR PEMKO LANGSA

Senin, 29 Juni 2026 - 03:56

Perempuan di Sampit Dibakar oleh Pacarnya

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x