Petani Sawit Bangka Barat Keluhkan Harga Pupuk Non-Subsidi

- Penulis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – Bangka Barat
Tingginya harga pupuk non-subsidi masih menjadi persoalan yang dikeluhkan petani kelapa sawit di Kabupaten Bangka Barat. Mahalanya harga pupuk dinilai semakin membebani biaya produksi petani, sementara harga hasil panen belum mampu mengimbangi kenaikan biaya usaha perkebunan.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bangka Barat, Febri Harto, mengatakan keluhan terkait harga pupuk kerap disampaikan petani dalam berbagai kesempatan.

Menurutnya, hingga saat ini komoditas kelapa sawit belum masuk dalam daftar penerima pupuk bersubsidi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 15 Tahun 2025.

“Pupuk bersubsidi hanya diperuntukkan bagi komoditas tertentu. Kelapa sawit belum termasuk dalam daftar penerima subsidi,” kata Febri, Kamis (18/6).

Ia menjelaskan, terdapat 10 komoditas yang berhak menerima pupuk bersubsidi, yakni padi, jagung, kedelai, ubi kayu, cabai, bawang merah, bawang putih, kakao, kopi, dan tebu rakyat.

Akibat belum masuk dalam skema subsidi, petani sawit terpaksa membeli pupuk dengan harga komersial yang jauh lebih tinggi dibandingkan pupuk bersubsidi.

“Untuk komoditas kelapa sawit itu tergantung kebijakan kementerian. Kewenangan pupuk bersubsidi ada di pemerintah pusat,” ujarnya.

Meski demikian, DKPP Bangka Barat mengaku telah mengusulkan agar cakupan penerima pupuk bersubsidi diperluas sehingga dapat menjangkau seluruh komoditas pertanian, termasuk kelapa sawit.

“Kami sudah mengupayakan dan mengusulkan. Harapannya seluruh komoditas pertanian bisa mendapatkan bantuan pupuk bersubsidi,” tegasnya.

Sementara itu, petani sawit asal Mentok, Febrianda, mengungkapkan harga sejumlah pupuk non-subsidi terus mengalami kenaikan. Saat ini harga pupuk DGW dan Mutiara mencapai sekitar Rp800 ribu per karung ukuran 50 kilogram. Sedangkan pupuk NPK Pak Tani berkisar Rp450 ribu per karung dan pupuk urea sekitar Rp500 ribu per karung.

Menurutnya, kenaikan harga pupuk tidak sebanding dengan pendapatan petani dari hasil panen. Saat ini harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani hanya berada di kisaran Rp2.400 per kilogram.

“Kalau sekali panen memang masih ada hasilnya, tetapi keuntungan yang didapat semakin tipis karena biaya produksi terus naik,” katanya.

Para petani berharap pemerintah dapat meninjau kembali kebijakan pupuk bersubsidi agar komoditas kelapa sawit rakyat juga memperoleh akses bantuan pupuk guna menjaga produktivitas dan kesejahteraan petani.

(Red)

Berita Terkait

Dandim 0104/Aceh Timur Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin, Hindari Pelanggaran dan Jaga Kesehatan Prajurit
Kodim 0104/Aceh Timur Gelar Pengecekan Kendaraan Bermotor Rutin, Pastikan Kesiapan Operasional Prajurit
Kasdam IM Tutup Dikmaba Infanteri TNI AD Gelombang II TA 2026, 163 Prajurit Muda Siap Mengabdi
Tim Gabungan Bea Cukai Langsa-Medan Gagalkan Penyelundupan 3 Moge Ilegal, Kerugian Negara Rp1,8 Miliar
Diduga Pengawasan Lemah: CV Nurdin Bersaudara, PT Konindo Panorama Konsultan & DPRKPCK Jatim Disorot
Seleksi Internasional, IAIN Langsa Uji 392 Calon Mahasiswa Asing Secara Daring
Hadiri RDP Dugaan Penyerobotan Lahan di DPRD Madina, Ketua DPW Formabes Sumut : Hak Masyarakat Akan Tetap Kami Perjuangkan
Kredibilitas CV Nurdin Bersaudara Diragukan, PT Konindo Panorama Konsultan Gagal Pengawasan Proyek SPAM
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:50

Dandim 0104/Aceh Timur Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin, Hindari Pelanggaran dan Jaga Kesehatan Prajurit

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:40

Kodim 0104/Aceh Timur Gelar Pengecekan Kendaraan Bermotor Rutin, Pastikan Kesiapan Operasional Prajurit

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:32

Kasdam IM Tutup Dikmaba Infanteri TNI AD Gelombang II TA 2026, 163 Prajurit Muda Siap Mengabdi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:46

Tim Gabungan Bea Cukai Langsa-Medan Gagalkan Penyelundupan 3 Moge Ilegal, Kerugian Negara Rp1,8 Miliar

Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:43

Diduga Pengawasan Lemah: CV Nurdin Bersaudara, PT Konindo Panorama Konsultan & DPRKPCK Jatim Disorot

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:32

Hadiri RDP Dugaan Penyerobotan Lahan di DPRD Madina, Ketua DPW Formabes Sumut : Hak Masyarakat Akan Tetap Kami Perjuangkan

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:57

Kredibilitas CV Nurdin Bersaudara Diragukan, PT Konindo Panorama Konsultan Gagal Pengawasan Proyek SPAM

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:06

REUNCONG ACEH, MENDUKUNG NAMA KOMJEN WAHYU WIDADA MENGUAT, SOSOK PROFESIONAL LAYAK PIMPIN POLRI

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x