InfoLangsa.COM, Padang
Kesadaran dan budaya tertib berlalu lintas perlu ditanamkan sejak usia dini sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap keselamatan. Untuk mewujudkan hal tersebut, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menggelar kegiatan pembinaan Polisi Cilik (Pocil) bagi puluhan siswa sekolah dasar di Kota Padang.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme tersebut diikuti oleh siswa dari SDN 08 Alang Laweh, SDN 37 Alang Laweh, SDN 37 Pagambiran, dan SDN 20 Piai. Melalui program ini, para peserta mendapatkan berbagai materi edukasi mengenai aturan lalu lintas, pentingnya keselamatan di jalan raya, serta nilai-nilai kedisiplinan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Shiddiq, mengatakan bahwa program Polisi Cilik merupakan salah satu strategi edukatif yang terus dikembangkan Ditlantas Polda Sumbar dalam rangka memperkenalkan budaya tertib berlalu lintas kepada anak-anak sejak bangku sekolah dasar.
Menurutnya, pembentukan kesadaran berlalu lintas sejak usia dini memiliki peran penting dalam menciptakan generasi yang memahami aturan dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Melalui pendekatan yang menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami, anak-anak diajak mengenal berbagai rambu lalu lintas, tata cara berlalu lintas yang benar, serta pentingnya menghormati hak pengguna jalan lainnya.
“Melalui pembinaan Polisi Cilik, kami ingin membangun kesadaran dan karakter disiplin sejak dini. Anak-anak diharapkan tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan di lingkungan keluarga dan masyarakat,” ujar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Shiddiq, Kamis (4/6/2026).
Selain menerima materi teori dan edukasi lalu lintas, para peserta juga mengikuti berbagai latihan dasar yang bertujuan membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama tim, serta jiwa kepemimpinan. Kegiatan tersebut dirancang untuk melatih kemampuan siswa dalam bekerja sama, mematuhi instruksi, dan membangun rasa percaya diri.
Berbagai simulasi dan praktik lapangan turut diberikan guna meningkatkan pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Dengan metode pembelajaran yang aktif dan menyenangkan, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa tampak aktif mengikuti setiap arahan yang diberikan instruktur serta menunjukkan semangat tinggi saat mengikuti sesi latihan dan simulasi. Keceriaan dan kekompakan para peserta menjadi gambaran bahwa edukasi keselamatan berlalu lintas dapat disampaikan secara efektif melalui pendekatan yang sesuai dengan usia anak.
Melalui program Polisi Cilik ini, Ditlantas Polda Sumbar berharap dapat menumbuhkan generasi muda yang memiliki kesadaran hukum, disiplin, serta kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas. Selain itu, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang dapat menyampaikan pesan-pesan keselamatan kepada keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sekitar sehingga budaya tertib berlalu lintas semakin tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.
Kegiatan pembinaan Polisi Cilik juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Ditlantas Polda Sumbar dalam mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas melalui edukasi yang dimulai dari usia dini. Dengan menanamkan nilai-nilai disiplin dan keselamatan sejak sekarang, diharapkan akan lahir generasi yang lebih sadar aturan dan mampu berkontribusi dalam menciptakan budaya berlalu lintas yang aman dan berkeselamatan di masa depan.
(RP)

















