Yulianus Henock Sumual Komitmen Jaga Harmoni dan Persatuan Dayak

- Penulis

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.COM – Samarinda
Ketua Pembina Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT), Syaharie Jaang, resmi melantik Yulianus Henock Sumual sebagai Ketua Umum PDKT periode 2026–2031 di Gedung Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Sabtu (16/5/2026).

Yulianus Henock Sumual menggantikan Syaharie Jaang yang sebelumnya memimpin organisasi masyarakat Dayak terbesar di Kalimantan Timur itu selama dua periode. Dalam sambutannya, Syaharie Jaang menegaskan PDKT merupakan wadah berhimpunnya seluruh subetnis Dayak dengan tujuan memperkuat kehidupan sosial kemasyarakatan, menjaga persatuan, dan membangun harmoni di tengah keberagaman.

Menurutnya, semangat sosial kemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan organisasi, tetapi juga menyangkut hubungan antarsesama, gotong royong, toleransi, kesejahteraan, hingga penyelesaian persoalan sosial di tengah masyarakat.

“PDKT harus hadir di tengah masyarakat, menjaga persaudaraan, membantu sesama, dan menjadi rumah besar seluruh masyarakat Dayak di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Syaharie Jaang juga menjelaskan makna semboyan Dayak “Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata” yang selama ini menjadi filosofi hidup masyarakat Dayak.

Menurutnya, “Adil Ka’ Talino” bermakna bersikap adil dan tidak membeda-bedakan sesama manusia. “Bacuramin Ka’ Saruga” berarti setiap tindakan dan perkataan harus mencerminkan kebaikan layaknya kehidupan di surga. Sementara “Basengat Ka’ Jubata” mengandung makna bahwa kehidupan manusia berasal dari Tuhan sehingga harus selalu menghormati dan berserah kepada Sang Pencipta.

Semboyan tersebut biasanya dijawab dengan seruan “Arus… Arus… Arus…” yang bermakna persetujuan, doa, dan harapan agar kehidupan terus berjalan baik seperti aliran air.

“Filosofi ini harus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan pergaulan sehari-hari,” katanya.

Syaharie Jaang juga menyinggung ketidakhadiran gubernur maupun wakil gubernur Kalimantan Timur dalam pelantikan tersebut. Meski mengaku kecewa, ia menyatakan tetap memahami kesibukan keduanya dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Sementara itu, sejarah PDKT bermula dari berdirinya Ikatan Keluarga Dayak Samarinda (IKDS) pada 1980 yang kemudian berkembang menjadi Ikatan Keluarga Dayak Kalimantan Timur (IKDKT). Setelah melalui berbagai dinamika organisasi, pada Musyawarah Masyarakat Dayak Kalimantan Timur tahun 1993 resmi dibentuk PDKT.

Ketua umum pertama PDKT dijabat Rama A Asia dengan Firminus Kunum Bang sebagai Sekretaris Umum pada periode 1993–1997. Kepemimpinan selanjutnya diteruskan Marthinus F. Tennes periode 1997–2001, kemudian Marthin Billa pada periode 2001–2011 selama dua periode.

Setelah itu, tongkat estafet kepemimpinan dilanjutkan Syaharie Jaang pada periode 2011–2016 dan 2016–2021 sebelum akhirnya diserahkan kepada Yulianus Henock Sumual untuk masa bakti 2026–2031.

Sejak berdiri, PDKT terus berkembang sebagai organisasi induk masyarakat Dayak di Kalimantan Timur dengan mengusung motto KASIH, yakni Kompak, Aktif, Sejahtera, Informatif, dan Harmonis.

PDKT juga memiliki visi mewujudkan masyarakat Dayak yang beriman, berkualitas, mandiri, adil, merata, dan bersatu menuju kesejahteraan lahir dan batin.

(RP)

Berita Terkait

Kampung Medang Ara kecamatan karang baru memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw 1448 H
Maulid Nabi UPTD SMP Negeri 1 Peusangan Santuni Puluhan Anak Yatim Piatu.
PW SEMMI Sulsel Kecam Sikap Bintang Wahyu Saputra, Ingatkan Jangan Ajarkan Kader Membangun Sekat Di Tubuh SEMMI
DePA-RI: Merebut Kepercayaan Publik, Mewujudkan UU Perampasan Aset
Terima Aspirasi Warga, Pemko Langsa Pastikan Jadup Tahap III Telah Diusulkan dan Berproses
Peringati World Cleanup Day 2026, Pemkab Aceh Tamiang Gelar Aksi Bersih Sampah dan Reboisasi Pascabanjir
Jadup Tahap Tiga Sudah Kita Usulkan, Demo Adalah Hak Warga Negara
BPK Aceh Diminta Audit SKPA, Tarmizi Age Soroti Lambannya Realisasi Anggaran TKD
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 05:34

Kampung Medang Ara kecamatan karang baru memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw 1448 H

Minggu, 27 September 2026 - 04:50

Maulid Nabi UPTD SMP Negeri 1 Peusangan Santuni Puluhan Anak Yatim Piatu.

Minggu, 27 September 2026 - 03:21

PW SEMMI Sulsel Kecam Sikap Bintang Wahyu Saputra, Ingatkan Jangan Ajarkan Kader Membangun Sekat Di Tubuh SEMMI

Sabtu, 26 September 2026 - 17:08

DePA-RI: Merebut Kepercayaan Publik, Mewujudkan UU Perampasan Aset

Sabtu, 26 September 2026 - 13:09

Peringati World Cleanup Day 2026, Pemkab Aceh Tamiang Gelar Aksi Bersih Sampah dan Reboisasi Pascabanjir

Sabtu, 26 September 2026 - 11:17

Jadup Tahap Tiga Sudah Kita Usulkan, Demo Adalah Hak Warga Negara

Sabtu, 26 September 2026 - 11:10

BPK Aceh Diminta Audit SKPA, Tarmizi Age Soroti Lambannya Realisasi Anggaran TKD

Sabtu, 26 September 2026 - 08:08

Membanggakan! Kepala SMA Unggul CND Langsa Raih Gelar Magister, Bukti Komitmen Majukan Pendidikan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x