Rakyat Menderita Akibat Bencana Banjir dan Longsor, Ketua SAPA Desak Pemerintah Buka Suara ke Dunia

- Penulis

Minggu, 14 Desember 2025 - 16:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – Aceh
Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), Fauzan Adami, mendesak Gubernur Aceh, DPR Aceh, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menyuarakan kondisi Aceh ke forum internasional.

Desakan ini disampaikan menyusul banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Aceh, yang dinilai bukan semata bencana alam, melainkan akibat kerusakan lingkungan yang serius.

Menurut Fauzan, banjir dan longsor di Aceh merupakan bencana ekologis yang dipicu oleh penebangan hutan secara masif dan tidak terkendali. Kerusakan hutan yang kian parah kini harus ditanggung rakyat dalam bentuk bencana kemanusiaan.

“Ini bukan bencana alam biasa, tetapi bencana ekologis. Fakta di lapangan menunjukkan kayu-kayu gelondongan hanyut bersama banjir, menjadi bukti kuat bahwa hutan Aceh telah rusak parah,” ujar Fauzan, Minggu (14/12/2025).

Ia menilai terdapat ketidakadilan dalam sikap negara terhadap Aceh. Di satu sisi, sumber daya alam Aceh dieksploitasi untuk kepentingan nasional, namun ketika rakyat Aceh dilanda bencana besar, pemerintah pusat justru tidak menetapkannya sebagai bencana nasional.

“Ketika hasil hutan Aceh dimanfaatkan untuk kepentingan nasional, tetapi saat rakyat Aceh menderita akibat banjir dan longsor tidak ditetapkan sebagai bencana nasional, ini bentuk ketidakadilan yang nyata,” tegasnya.

Fauzan juga menyoroti lambannya penanganan dan pemulihan pascabencana. Hingga kini, banyak warga masih kehilangan rumah, lahan pertanian, dan sumber penghidupan. Akses jalan dan jembatan rusak, aktivitas ekonomi lumpuh, sementara bantuan dinilai belum sebanding dengan kebutuhan di lapangan.

“Banjir memang sudah surut, tetapi penderitaan rakyat belum berakhir. Pemulihan berjalan lambat, seolah-olah ini bukan kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat,” katanya.

Selain itu, layanan dasar seperti listrik dan komunikasi di sejumlah wilayah belum pulih sepenuhnya. Lingkungan permukiman dipenuhi lumpur dan debu, serta sanitasi yang buruk berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

Menurut Fauzan, seluruh kondisi tersebut harus disampaikan secara jujur kepada dunia internasional. Ia menilai, tidak ditetapkannya bencana Aceh sebagai bencana nasional telah menghambat penanganan yang lebih maksimal, termasuk akses bantuan yang lebih luas.

“Jangan sampai Aceh hanya dianggap penting ketika sumber daya alamnya dibutuhkan, tetapi dilupakan saat rakyatnya menderita. Kondisi Aceh sudah sangat kritis dan membutuhkan perhatian serius serta pemulihan yang cepat dan terukur,” pungkas Fauzan.

Redaksi

Berita Terkait

Warga Lahat Laporkan Dugaan Penyerobotan dan Perusakan Lahan ke Polda Sumsel
Peluh, Pohon, dan Peluk Hangat: Potret Lengkap Kemanunggalan TNI-Rakyat di TMMD Reg-128 Alue Canang
Menimbang “Pertumbuhan Memiskinkan” di Morowali Utara: Antara Realitas Empiris dan Agenda Perbaikan Tata Kelola
Penurunan Material MCK di Jeumpa Sikureung, Satgas TMMD Percepat Pembangunan Fasilitas Sanitasi.
Komsos Humanis, TMMD Hadir Sebagai Sahabat Warga.
Menembus Debu Demi Asa: Satgas TMMD Ke-127 TA. 2026 Hadir Menghidupkan Akses dan Harapan di Jeumpa Sikureng.
Viral di TikTok, Tuduhan Nikah Siri dan Foto Tak Pantas Seret Nama Dirut RSUD Depati Hamzah
H. Razuardi, MT Resmikan Dapur Makanan Bergizi Gratis SPPG Cot Gapu Satu
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:49

Gerak Cepat URC Rajawali, Pelaku Curat Toko Yurin Baja & Penadah Diamankan dalam 1 Hari

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:30

Komitmen IAIN Menuju UIN: Transformasi untuk Mutu, Kemandirian, dan Kontribusi Bangsa

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:37

Wapres Gibran Bakal Diundang Hadiri MUNAS III PJS, Seminar Nasional dan Pelantikan Pengurus DPD-DPC se-Indonesia

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:06

Mahkamah Syar’Iyah Salurkan Ratusan Paket Daging Kurban untuk Pegawai Dan Masyarakat Sekitarnya.

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:07

Cipayung Biak Numfor Desak DPD KNPI Papua Terbitkan SK Caretaker Baru, Beri Ultimatum Dua Hari

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:10

Selama 36 Hari, 37 Orang Bandit Jalanan Kena Tembak Polrestabes

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:26

SIM Digital Sah dan Setara dengan SIM Fisik, Korlantas Polri Tegaskan Keabsahannya

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:22

POLRES OKI DAN BRIMOB PERBAIKI JEMBATAN MERAH PUTIH DI DESA JERMUN

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x