Rahmad Sukendar Dorong Reformasi Total dan Pembubaran Kompolnas

- Penulis

Minggu, 9 November 2025 - 09:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfoLangsa.Com – Jakarta
Ketua Umum Badan Penelitian Independen Kekayaan Pejabat Negara & Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPN PARI), Rahmad Sukendar, menilai pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Polri oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah tepat. Namun, ia menegaskan bahwa reformasi harus menyentuh akar persoalan yang selama ini terjadi di tubuh kepolisian.

Rahmad mengungkapkan bahwa praktik sokongan atau pemberian upeti masih tetap terjadi, terutama saat Kapolda melakukan kunjungan ke Polres maupun daerah, imbas dari kunjungan ada biaya untuk melakukan penyambutan akibatnya penegakan hukum di kabupaten menjadi tidak berjalan baik karena adanya beban upeti yang nilainya bisa mencapai Rp300 juta, Rp500 juta hingga Rp1 miliar, tergantung wilayah yang memiliki tambang minyak atau batu bara.

Rahmad juga menilai bahwa Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sudah tidak memiliki manfaat signifikan dalam pengawasan kinerja kepolisian. Rahmad meminta pemerintah mempertimbangkan pembubarannya dan mendorong tim reformasi untuk membuka hotline pengaduan agar masyarakat lebih mudah menyampaikan laporan terkait pelanggaran di kepolisian.

Selain itu, Rahmad menyoroti sistem pendidikan di lingkungan Polri seperti Akpol, Sespim, Sespimti, dan SIP. Ia menilai transparansi kelulusan perlu dibenahi karena proses promosi jabatan saat ini dinilai lebih ditentukan oleh uang dan komunikasi tertentu dibandingkan kompetensi. Ia mengatakan bahwa untuk menjadi kasat, kapolsek, kapolres hingga kapolda, seseorang harus mengeluarkan uang yang cukup besar sehingga pendidikan formal menjadi tidak lagi relevan jika sistemnya seperti itu.

“Rahmad juga mengingatkan bahwa penerimaan Bintara Polri rawan penyimpangan di daerah. Ia meminta agar setiap tahapan seleksi diumumkan secara terbuka dan tidak berlarut-larut untuk mencegah praktik jual beli jabatan sejak proses rekrutmen,”ungkap Ketum BPIKPNPARI, kepada rekan media, dalam keterangan tertulisnya, minggu (9/11/25).

Lebih lanjut, Rahmad mempertanyakan tidak adanya perwakilan eksternal atau dari masyarakat dalam tim reformasi Polri. Menurutnya, unsur eksternal sangat dibutuhkan agar proses reformasi berlangsung objektif, transparan, dan dapat diawasi publik.

Rahmad berharap Komisi Percepatan Reformasi Polri benar-benar menjalankan tugasnya secara independen dan tidak hanya memberikan rekomendasi, tetapi juga mampu mendorong tindakan nyata terhadap berbagai penyimpangan yang sudah lama terjadi. Ia menegaskan bahwa tanpa pembenahan menyeluruh pada pendidikan, promosi jabatan, sistem rekrutmen, serta mekanisme pengawasan internal, reformasi Polri tidak akan menghasilkan perubahan yang berarti.
Redaksi

Berita Terkait

Warga Lahat Laporkan Dugaan Penyerobotan dan Perusakan Lahan ke Polda Sumsel
Peluh, Pohon, dan Peluk Hangat: Potret Lengkap Kemanunggalan TNI-Rakyat di TMMD Reg-128 Alue Canang
Menimbang “Pertumbuhan Memiskinkan” di Morowali Utara: Antara Realitas Empiris dan Agenda Perbaikan Tata Kelola
Penurunan Material MCK di Jeumpa Sikureung, Satgas TMMD Percepat Pembangunan Fasilitas Sanitasi.
Komsos Humanis, TMMD Hadir Sebagai Sahabat Warga.
Menembus Debu Demi Asa: Satgas TMMD Ke-127 TA. 2026 Hadir Menghidupkan Akses dan Harapan di Jeumpa Sikureng.
Viral di TikTok, Tuduhan Nikah Siri dan Foto Tak Pantas Seret Nama Dirut RSUD Depati Hamzah
H. Razuardi, MT Resmikan Dapur Makanan Bergizi Gratis SPPG Cot Gapu Satu
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:49

Gerak Cepat URC Rajawali, Pelaku Curat Toko Yurin Baja & Penadah Diamankan dalam 1 Hari

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:30

Komitmen IAIN Menuju UIN: Transformasi untuk Mutu, Kemandirian, dan Kontribusi Bangsa

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:37

Wapres Gibran Bakal Diundang Hadiri MUNAS III PJS, Seminar Nasional dan Pelantikan Pengurus DPD-DPC se-Indonesia

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:06

Mahkamah Syar’Iyah Salurkan Ratusan Paket Daging Kurban untuk Pegawai Dan Masyarakat Sekitarnya.

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:07

Cipayung Biak Numfor Desak DPD KNPI Papua Terbitkan SK Caretaker Baru, Beri Ultimatum Dua Hari

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:10

Selama 36 Hari, 37 Orang Bandit Jalanan Kena Tembak Polrestabes

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:26

SIM Digital Sah dan Setara dengan SIM Fisik, Korlantas Polri Tegaskan Keabsahannya

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:22

POLRES OKI DAN BRIMOB PERBAIKI JEMBATAN MERAH PUTIH DI DESA JERMUN

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x