Drilling Soal Tanpa Konsep: Sebuah Upaya Sia-sia Meraih Sukses UTBK dan Sekolah Kedinasan

- Penulis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 02:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Muhammad Rizky/Penulis

Opini

Mengapa upaya yang tampak logis belajar dari soal ujian justru berujung pada kesia-siaan? Jawabannya terletak pada jebakan drilling tanpa kedalaman konsep.

1. Kegagalan Membangun Pondasi Kognitif
Program drilling yang mengabaikan materi dan konsep kurikulum telah gagal dalam membangun pemahaman fundamental siswa. Pendidikan modern, khususnya yang diuji melalui UTBK dan seleksi kedinasan, tidak lagi mengandalkan hafalan atau pengenalan pola soal belaka.
Bukti Pakar dan Penelitian:
• Taksonomi Bloom (Revisi): Pakar pendidikan menekankan bahwa proses belajar tertinggi adalah menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta (creating). Drilling soal hanya menyentuh level kognitif terendah, yaitu mengingat (remembering) dan sedikit menerapkan (applying) pada pola soal yang sama. Soal-soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) pada UTBK dirancang untuk menguji kemampuan siswa pada level analisis dan evaluasi, yang hanya bisa dicapai melalui pemahaman konsep yang mendalam.
• Penelitian Psikologi Kognitif: Konsep transfer belajar (transfer of learning) menyatakan bahwa siswa hanya dapat menggunakan pengetahuannya di situasi baru (seperti menghadapi soal yang dimodifikasi) jika mereka memahami struktur konsep dasarnya. Tanpa konsep, siswa hanya menghafal prosedur penyelesaian soal, yang akan runtuh ketika format soal diubah sedikit saja.

2. Perbedaan Filosofi Ujian Nasional (UN) dan UTBK/Sekolah Kedinasan
Banyak sekolah mungkin secara tidak sadar masih menggunakan pola pikir lama yang terbiasa dengan Ujian Nasional (UN), di mana drilling soal efektif karena sifat soal yang cenderung repetitif dan berbasis pada konten kurikulum secara harfiah.
Namun, UTBK dan ujian Sekolah Kedinasan (seperti SKD dengan Tes Intelegensi Umum) berorientasi pada:
• Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Literasi/Numerasi: Fokusnya bergeser ke kemampuan bernalar, literasi membaca, dan penalaran matematika (numerasi) dalam konteks kehidupan nyata, bukan sekadar penguasaan rumus.
• Kecepatan dan Ketepatan Analisis: Soal-soal ini menuntut siswa untuk mencerna informasi yang kompleks dan menyelesaikannya dalam batas waktu yang ketat. Ini membutuhkan fleksibilitas berpikir, bukan memori terhadap pola.

Bahaya Surface Learning (Belajar Permukaan)
Ketika materi kurikulum diabaikan, siswa cenderung menggunakan strategi Belajar Permukaan (Surface Learning).
Bukti Penelitian:
Menurut Marton dan Säljö (1976), ada dua pendekatan belajar utama:
1. Pendekatan Permukaan (Surface Approach): Bertujuan hanya untuk menghafal fakta, prosedur, atau soal spesifik untuk lulus ujian. Motivasi umumnya adalah menghindari kegagalan.
2. Pendekatan Mendalam (Deep Approach): Bertujuan untuk memahami konsep, mencari keterkaitan, dan mengkritisi informasi. Motivasi adalah minat dan keinginan untuk memahami dunia.
Program drilling soal sejak dini tanpa penekanan kurikulum secara langsung mendorong siswa pada Pendekatan Permukaan. Mereka hanya peduli dengan “bagaimana cara cepat menjawab soal ini,” bukan “mengapa rumus/konsep ini bekerja.” Ketika mereka menghadapi soal yang belum pernah dilihat, mereka tidak memiliki kerangka konseptual untuk menyelesaikannya.
Untuk mencapai hasil UTBK dan sekolah kedinasan yang memuaskan, sekolah wajib mengubah fokusnya dari kuantitas latihan soal menjadi kualitas pengajaran konsep yang mendalam dari kurikulum.
• Integrasi HOTS dalam Materi Kurikulum: Setiap bab harus diajarkan hingga mencapai level analisis dan evaluasi, menggunakan kurikulum sebagai peta utama.
• Drilling sebagai Pelengkap, Bukan Inti: Latihan soal UTBK harus digunakan sebagai alat diagnostik untuk mengukur sejauh mana konsep yang telah dipelajari dapat diterapkan, bukan sebagai pengganti proses belajar konsep itu sendiri.
Dengan mengembalikan Kurikulum sebagai inti dan Konsep sebagai pondasi, kita akan membangun siswa yang tidak hanya mampu menjawab soal, tetapi juga mampu bernalar dan beradaptasi kunci utama keberhasilan di UTBK dan seleksi kompetitif lainnya.

Disiarkan Oleh InfoLangsa.Com

Berita Terkait

BUMDes Permata Majapahit Tak Transparan, Warga Tanjangrono Tuntut Kejelasan
DPC PKB Kota Langsa Gelar Silaturahmi dan Konsolidasi, Fokus Rekrutmen Kader dan Pemenangan 2029
Mahasiswa KKN-PPM Unimal Kelompok 30 Gotong Royong Bersihkan Halaman Kantor Geuchik Seuneubok Drien
POLRES ACEH TAMIANG RAIH PENGHARGAAN KAPOLRI ATAS CAPAIAN IKPA SEMPURNA TAHUN ANGGARAN 2025
Camat Sekerak Gelar Temu Ramah Bersama Kapolsek Karang Baru yang Baru
7 Gugus Jenjang MI Tampil Liga Sepak Bola Mini Soccer ke-3.
Wakil Ketua DPRD Kota Medan H. Zulkarnain, S.K.M. Tampung Keluhan Konstituennya, Infra Struktur hingga Bantuan Sosial Jadi Sorotan
DPP KAMPUD: Penetapan Tersangka Eks Jampidsus FA Tanpa Rompi Tahanan dan Borgol, Ada Perlakuan Khusus
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:18

Jacob Ereste : Safari GMRI ke Semarang. Demak, Kadilangu, Kudus. Purwodadi, Solo dan Semarang

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:29

Jeffry Sentana Kukuhkan 22 Putra-Putri Terbaik Paskibraka Kota Langsa Tahun 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:50

Momentum Baru Kewarganegaraan Indonesia: Jangan Lagi Abaikan Anak Berkewarganegaraan Ganda Terbatas (ABG)

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:09

Peringatan Hari Damai Aceh Ke-21, SMAN 1 Samalanga Gelar Zikir Dan Tausiah.

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:58

Semarak HUT RI ke-81, RSUD Drs. H. Amri Tambunan Gelar Lomba dan Bagikan 100 Bendera kepada Warga

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:50

Festival Karaoke Pop Aero Brew 2026 Pecah! 15 Finalis Tampil Memukau, Dira Samosir Raih Juara 1

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:39

Wali Kota Langsa Jeffry Sentana Lepas Kontingen O2SN Tingkat Nasional Tahun 2026 ke Jawa Barat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:35

Pentas Seni ‘Merajoet Senja’ Untuk Merawat Semangat Agar Tidak Menyerah

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x